Follow me not!


Tumbal kambing untuk reparasi pesawat

09 September 2007 02:58:39 WIB, under category Berita

MbeeeeeekBaru kali ini saya membaca posting di engadget yang berkaitan dengan hal-hal non-teknis yang seperti ini, yaitu tentang Nepal Airlines yang mengorbankan dua ekor kambing kepada dewa agar pesawat mereka yang rusak bisa diperbaiki.

Berita ini berasal dari harian International Herald Tribune yang menjelaskan bahwa sudah sebulan pesawat Boeing 757 milik Nepal Airlines tersebut mengalami kerusakan sehingga penerbangan sering dibatalkan demi keamanan penumpang. Kemudian pihak maskapai memutuskan untuk melakukan persembahan kepada dewa, dengan melakukan penyembelihan kambing di depan pesawat tersebut.

Mengorbankan binatang untuk mendapatkan keberuntungan bukanlah hal yang langka di Nepal. Tapi sayang belum ada penjelasan apakah pesawat tersebut berhasil diperbaiki setelah pengorbanan dilakukan. Yang jelas seorang wartawan sempat ditahan karena mengambil foto prosesi penyembelihan kambing tanpa ijin (soalnya kalo ijin pasti ga diijinkan).

Gambar saya ambil dari http://kambing-boer.blogspot.com/, tanpa ijin.


My Opera blog live again

08 September 2007 12:22:11 WIB, under category Berita

Setelah lama gak saya update (satu tahun lebih), akhirnya blog saya di Opera comunity saya hidupkan lagi. Thanks buat Mas Ryan yang secara gak langsung membuat saya memikirkan untuk menghidupkan kembali blog tersebut.

Oh iya, berikut alamat blog di Opera comunity: http://my.opera.com/sandalian/
See you there ^_^


Voucher kacamata dari Lily Kasoem

07 September 2007 02:53:15 WIB, under category Gak Penting

Satu minggu setelah memakai kacamata, saya menerima email sepam dari Lily Kasoem yang berisi link untuk mengikuti suatu kuisioner yang berjudul “What are you without your glasses competition”. Saya sebenarnya gak tahu darimana Lily Kasoem bisa tahu kalau saya pakai kacamata, padahal pas di optik tempat saya beli kacamata tidak ada sesuatupun yang berhubungan dengan penulisan alamat email saya.

Secara iseng lagi kumat, maka saya isi saja kuisioner tersebut, toh nothing to loose. Jreeeng.. kuisioner terisi dan saya klik submit. Dan hari-hari pun berlalu begitu saja. Eh engga begitu saja ding, ya hari-hari berlalu gitu.

Lalu pagi-pagi buta ini, habis dari kamar Rumpun ngobrol ama Beno dan Kangdiman, saya cek email. Ada email dengan subyek “CONGRATULATION”, iyah kayak gitu, pake keps lok, trus nama pengirimnya juga cuma singkatan “LKO” gitu. Pertama dah kepikiran sepam. Tapi entah mengapa engga ikut saya hapus bersama supam-supam yang lain. Pas dibuka, eh isinya pemberitahuan bahwa saya dapet vocer dari Lily Kasoem.. Acik..acik..

Kalo boleh jujur sih, saya termasuk penganut paham freebies. Artinya saya percaya bahwa masih banyak barang-barang gratis yang bisa didapatkan dengan sedikit usaha. Saya ga berani bilang tanpa usaha, secara ngisi kuisioner adalah suatu perbuatan juga, pake mikir segala :p

Saatnya menunggu vocer tersebut dikirimkan ke alamat saya.


iPod jadi cempluk

06 September 2007 12:39:22 WIB, under category Berita

Beberapa waktu yang lalu, di engadget sempat muncul rumor tentang bentuk iPod yang menjadi cempluk, dan masih menjadi rumor hingga hari ini saya mendapatkan email dari Apple tentang rilis iPod mereka.

Dan ternyata memang iPod menjadi cempluk sodara-sodara. Gambar di atas adalah preview-nya. Aduh, makin bikin ngiler aja iPod ini.. belum lagi iPod touch.. ah…


Tulisan di masa lalu

05 September 2007 16:19:09 WIB, under category Sejarah Gemblung

Awas, tulisan kali ini jauh lebih panjang dari sebelum-sebelumnya. Anggap saja tulisan kali ini adalah sebuah cerpen gitu. Saya nulis ini sekitar tahun 2001-2002, pas masih di SMU atau mungkin beberapa bulan setelah lulus. Tadi pagi saya sempatkan untuk mengetik ulang dari lembaran-lembaran kertas yang saya temukan.

Dijamin tulisan ini jelek, secara saya memang gak pinter nulis, apalagi ngerayu cewek *lho?*

- = o = -

Mat Koni melipat koran yang baru selesai dia baca, lalu tertawa terbahak-bahak hingga penghuni sel-sel di kanan-kirinya terbangun dari tidurnya. Sesaat kemudian pisuhan-pisuhanpun beterbangan dan bersahutan.

Mat Koni cuek, seolah tak mendengar omelan-omelan di sekitarnya. Tak ada niat sedikitpun untuk mbalesi semua pisuhan-pisuhan yang ditujukan kepadanya. Mat Koni anti misuh, itu pedomannya. Dia teringat pesan mbah Kyai Sujiwo untuk tidak misuh meski kadang terasa Tuhan sedang nggak adil kepada kita.

Direbahkan badannya di lantai sel sempit tersebut meski lembab dan bau pesing. Matanya menerawang dan ia tersenyum, besok dia akan mati. Sebenarnya pihak pengadilan sudah memberinya kesempatan untuk mengajukan satu permintaan terakhir sebelum dihukum mati. Namun Mat Koni wegah, males. Dia tahu permintaan terakhirnya pasti tidak akan dikabulkan, secara permintaan terakhirnya adalah untuk dibebaskan.

Masih terbayang olehnya sosok Fatimah, muridnya yang ia bunuh. Masih tampak jelas Fatimah yang datang surup-surup pas gerimis, mengenakan jilbab longgar dengan kombinasi celana dan kaos ngapret, mirip tukang selam. Mat Koni teringat bagaimana dada dada Fatimah yang pating gemantung itu membuatnya kelagepan saat membaca ayat-ayat Al Quran. Juga bagaimana bokong Fatimah yang semlohai membuat sarung Mat Koni sedikit terangkat dan membuatnya dag-dig-dug tak berkutik, penasaran.

Apalagi saat Fatimah mulai mepet-mepet pas minta diajarin bagian-bagian tertentu yang kurang dipahaminya, ada rasa greng aneh yang menjalari sekujur tubuhnya.

Iman Mat Koni runtuh juga akhirnya, saat Fatimah yang saat itu memakai jilbab biru dengan sengaja menyenggol-nyenggolkan dadanya ke pundak Mat Koni. Akhirnya yang dua pun menjadi satu.

Setelah keduanya menyelesaikan hasratnya, Fatimah mengancam akan menceritakan ke orang lain bahwa dia telah diperkosa oleh Mat Koni. Dia tidak akan bercerita kepada orang lain jika Mat Koni yang jago bela diri itu mau menghabisi Dul Pethak, cowok gebetan Fatimah yang malah ngelamar Warsini, anaknya Mbok Jiyem bakul pecel dekat setasiun.

Mat Koni tersinggung, dia tidak terima atas perlakuan Fatimah. Diam-diam dia merapal ajian brojomusti warisan dari kakeknya. Dengan pukulan upper cut ala Mike Tyson, nyawa Fatimah melayang diiringi dengan suara jeritan sedikit mesum.

Teng.. teng.. teng.. teng..

Mat Koni terkejut. Tanpa disadarinya hidupnya tinggal satu setengah jam lagi. Dilepasnya akik merah delima yang dia pakai, lalu dibuang ke dalam toilet. Dia tidak ingin membuat para algojo yang akan menghabisinya menjadi malu karena peluru yang mereka tembakkan nggak bisa nyungsep ke dalam tubuhnya.

“Pak.. Pak penjagaaa..!!”

“Ono opo Mat?!”

“Nyuwun sewu Pak, saya mau wudhu”.

Kemudian penjaga tersebut mengantarnya mengambil wudhu, dan mengantar kembali ke dalam sel.

“Matur nuwun Pak..”

Mat Koni pun menggelar koran yang dia baca tadi. Dengan khidmat dia berdiri menghadap ke arah barat. Setelah komat-kamit sebentar, diangkatnya kedua tangan menyentuh telinga dan kemudian tenggelam dalam ekstase-nya.

Kemudian Mat Koni duduk dan diangkatnya kedua tangan tinggi-tinggi. “Duh Gusti tolong ampuni Mat Koni yang rendah ini. Ampuni dia karena telah berbuat mesum, serta melangkahi Izroil mencabut nyawa orang. Tapi Gusti, bukankah semua ini telah Kau takdirkan?”.

“Mat Koni tidak menyesali apa yang telah dia perbuat Gusti, karena dia yakin bahwa semua sesuai kehendak-Mu. Dia yakin bahwa menghabisi nyawa Fatimah adalah benar, sebab jika tidak maka Dul Pethak-lah yang akan mati, entah oleh tangan siapa, meninggalkan Warsini yang sedang hamil dan simboknya yang sedang pilek”.

“Lalu Gusti, apakah antara Mat Koni dan Fatimah malam itu adalah dosa? Ah, sekalipun dosa Gusti, Mat Koni matur nuwun kepada Panjenengan untuk susu segar yang Gusti berikan di malam itu”.

Teng.. teng.. teng.. teng.. teng.. Setengah jam lagi.

Pintu sel dibuka, empat orang petugas dengan senjata lengkap berdiri di hadapan Mat Koni.

“Sudah siap Mat?”

Sampun Pak, saya mau jalan sendiri saja. Enggak usah diikat.”

Yo uwis, ayo!”

Mat Koni melangkah keluar dari pintu sel, dan berjalan menuju ke suatu arah, dengan empat petugas tersebut berjalan di belakangnya layaknya anjing mengikuti majikan.

Mat Koni tersenyum, dia merasa seperti presiden yang dikawal paspampres yang sangar-sangar.

“Niki Gusti, Mat Koni badhe sowan..”, ucapnya lirih sambil terus melangkah.

- = o = -


Pagi ini bersama Gregorian

WIB, under category To Think Of

Pagi-pagi buta ini, saya dengarkan lagu berjudul Unbeliever-nya Gregorian. Volume maksimal, di dalam headphone.

Kingdom of fear
Deserted land
No road leads home
Can’t see the end
Lost my soul, now I am just a stranger inside myself

Ya, saya sering menjadi orang asing di dalam diri saya sendiri.. saya tidak mengenali diri saya sendiri, saya kadang tidak tahu arah kaki ini.

Saint and sinner
Self-deceiver
Growing grimmer
Your true enemy’s inside yourself, a demon,
Your darkened faith!

Dan ternyata memang benar, saya bisa mengatasi perlakuan orang lain ke saya, tapi seringkali saya tidak bisa mengatasi perlakuan saya ke diri sendiri.. Saya adalah musuh bagi diri saya sendiri..

Kemudian saya menyalahkan Tuhan karena tidak membimbing saya, sementara ternyata Tuhan sudah berteriak-teriak enggak karuan agar saya jangan menuju jalan yang salah itu, namun saya pikir suara Tuhan adalah suara angin lewat.. sambil terus memohon kepada Tuhan yang ternyata sudah teriak-teriak tanpa saya minta..


Bukan cerita klenik bin horor

03 September 2007 23:29:52 WIB, under category Gak Penting

Sodara-sodara, saya nggak permaksud nakut2in atau menghembuskan cerita horor apalagi cerita-cerita berbau klenik..

Tapi malem tadi saya makan tumis sawi.. Hidup Tuhan!


Lidah tak lagi mesra

WIB, under category To Think Of

Setelah membaca tulisan satu ini pagi tadi, siang ini rasa ikan tongkol di lidah tak lagi mesra.. Ya..ya.. kadang keinginan di dalam tubuh ini lebih liar dan lebih.. lebih apa ya? Padahal ga butuh, tapi seolah-olah dibuat butuh.

Berarti saya belum menguasai diri saya sendiri. Saya belum bisa membuat tubuh saya patuh kepada saya. Saya masih merasa diri sebagai seorang kanibal, secara saya memakan sesama pemilik daging dan tulang. Ah Tuhan, beri aku tumis sawi dong!


Sandalian.com hidup lagi

02 September 2007 05:53:51 WIB, under category Berita

sandalian.comSetelah dulu sempat saya tutup dan saya redirect ke blog ini, akhirnya blog sandalian.com yang berbahasa inggris saya hidupkan kembali dengan berbagai pertimbangan. Perlu ditulis ga ya pertimbangan-pertimbangannya? Ga usah deh kayaknya, gag penting-penting banget :D

Jadi sekarang ada dua blog, yaitu sandalian.com yang berbahasa inggris dan berisi hal-hal seputar programming web, dan the.sandalian.com yang berisi cerita sehari-hari saya maupun hal-hal lain yang gak penting-penting banget.

Lalu kenapa logonya kadal? Pertama, saya dapatkan gambar tersebut dari Icon Buffet dan saya liat cukup lucu, kedua teman-teman saya sering nyebut blog sandalian sebagai kadalian daripada sandalian. Setan kaliyaaan!!!

Mari kita sambut blog baru ini dengan senyum yang cerah!


Ya saya?

01 September 2007 07:10:42 WIB, under category Berita

Pagi ini iseng baca-baca detik dot kom, scroll ke bawah nemu SMS iklan.. Waduh makasih banget mas udah nyebut-nyebut nama niknem saya di detik ^_^


« Newer Posts