Jelek-jelek gini saya pernah jadi tukang foto lho. Well, cuma belajar setahun, jadinya wajar kalo hasilnya ancur. Dan iseng, beberapa saya pajang di Flickr dan berikut ini dua foto dengan view tertinggi:

Adiknya temen, di pantai Depok Jogja, 254 view.

Vespa temen, Pantai Parangtritis Jogja, 251 view.
Foto-foto yang lain juga saya pajang. Tapi ya itu tadi, kualitas standar he.he. Foto-foto di atas saya ambil menggunakan kamera Sony DSC F717. Jadi pengen punya kamera lagi euy T_T

Seorang teman pernah bertanya kepada teman yang lain, bagaimana hukumnya lotere. Si teman kedua spontan menjawab, haram! Kemudian teman pertama bertanya lagi, kalau lotere-nya islami? Teman yang kedua tiba-tiba diam dan mikir..
Teman pertama langsung ngakak, di mana-mana yang namanya lotere itu ya gak bener. Entah pake nama islami, kristiani, budhist, hinduis atau agamais yang lain tetep aja dia lotere. Jadi jangan mudah terjebak permainan kata-kata wahai saudaraku.
Open your mind, dan jangan pernah terjebak pada kata.
Eh, itu beneran inbox yahoo-mu warnane pink ndal?
Hiyo, emange kenopo kalau pink?
Ok, jumpa lagi dengan Mbak Ling Ling:
Sore tadi ada temen yang nelpon ke suatu yayasan untuk menanyakan panti asuhan mana yang bersedia nerima kiriman makanan untuk berbuka puasa. Ternyata, list yang dipunyai yayasan tadi sudah full booked. Artinya, sore tadi banyak orang-orang yang nyumbang makanan buka puasa sekaligus buka puasa bareng di panti asuhan-panti asuhan tersebut.
Lalu suara di seberang sana bertanya “Mbak, ini ada panti asuhan lagi, tapi milik yayasan NU (Nahdatul Ulama), gimana?”
Tiba-tiba saja saya jadi teringat suatu anekdot yang berasal dari Madura. Alkisah, seorang bapak melepaskan kepergian anaknya untuk kuliah di Jogja. Sebelum berangkat, bapaknya berpesan: “Le, kamu hati-hati ya di sana. Apalagi kalau cari jodoh, harus yang muslim, minimal muhamadiyah.”
Si anak pun dengan takzim menjawab “Nggih Bapak..”