Pada website yang sedang saya kerjakan, terdapat sebuah tombol bernama quick access yang mirip quick jump, ato apalah namanya. Gunanya untuk menuju suatu halaman dengan cepat. Defaultnya berupa link biasa dan tadinya pengen ketika di-klik muncul semacam drop down menu. Namun karena otak saya mepet dan takut ntar malah mengacaukan CSS yang ada, maka saya putuskan untuk bermain dengan javascript saja.

Seperti gambar di atas, begitu link Access Rapide di klik, maka otomatis berubah menjadi form select.
Ternyata pembuatannya cukup mudah lho. Cukup siapkan script sebagai berikut:
Ini adalah script HTML untuk link-nya:
[code] Access Rapide
[/code]
Lalu script berikut akan menjadi isi/pengganti dari link di atas:
[code]
[/code]
Dan script berikut untuk membantu keajaiban itu terjadi.
[code]
[/code]
Semoga bermanfaat ^_^
Update:
Berikut saya buatkan sebuah sampel agar bisa lebih mudah dipahami
Membaca kompas beberapa hari yang lalu membuat saya tersenyum girang. Barisan pemuda muslim itu merelakan waktu dan tenaga mereka untuk membantu pengamanan perayaan Hari Raya Natal 2007 ini.
Saya jadi teringat sebuah ucapan: Sebagai seekor ayam, kita harus membantu bebek agar bisa menjadi bebek yang baik. Begitu pula bebek, dia harus membantu ayam agar menjadi ayam yang baik.
Bebek tidak akan pernah bisa menjadi ayam dan ayam tidak akan pernah bisa menjadi bebek, maka jangan pernah sekalipun dipaksakan.
Selamat merayakan Hari Raya Natal kepada teman-teman umat Nasrani yang merayakannya. Mari kita saling membantu dalam hal kebaikan satu sama lain.
Di luar sebuah jendela, sawah mengangkang luas
Bukit hijau, rimbun menjulang, riwut-riwut
Ingin kupeluk
Kutiduri
Hingga pagi menerjang
Pada saat saya menulis tentang penggunaan kondom ada yang menanyakan apakah kondom akan muat menampung mainan saya yang baru… Ternyata muat!


Pada gambar ke empat, tidak muncul henpon kecil karena henpon saya sudah pake kondom. Sehingga henponnya Pito tidak hamil dan beranak dalam kubur wakakaka..
Ups.. don’t ask any further. She helped me with the condom :p
Mumpung lagi di Jakarta, semalam saya mampir ke Kesultanan BHI untuk sekedar nongkrong dan berbagi ciu cerita dengan penghuni BHI. Ketika berjalan dari tempat parkir menuju bunderan, sebuah suara menyapa saya dengan mesra. Saya fokuskan pandangan ke pemilik suara… Tetangga sebelah rumah!
Seorang remaja tanggung drop out dari sebuah SLTP di kampung halaman, di Jakarta sedang mengerjakan pembangunan kamar mandi di DX plaza yang terletak tepat di belakang Plaza Indonesia. Pengerjaan harus dilakukan di malam hari karena jika dilakukan siang hari akan mengganggu kenyamanan pengunjung plaza. Tetangga saya memang banyak yang mengembara ke Jakarta, menjual tenaga mereka untuk membangun jengkal demi jengkal hutan beton di ibu kota ini.
Memang bukan hal yang aneh ketika kita pergi ke suatu tempat dan bertemu dengan seseorang yang kita kenal sebelumnya. Namun bagi saya menjadi aneh karena pada saat Muktamar Blogger 2007 kemarin, saya bertemu dengan kakaknya di tempat yang sama!
Baiklah saya ralat sedikit, saya bertemu dengan kakaknya di tempat yang berbeda, selisih beberapa meter saja. Bertemu dengan kakaknya tepat di depan trotoar singgasana BHI, dan bertemu adiknya tadi malam di dekat pintu masuk DX Plaza di belakang Plaza Indonesia. Lebih dari 100 meter-kah?
Sebuah pertemuan tak terduga, yang telah Tuhan takdirkan untuk saya sebagai pengganti pertemuan Sang Dara di Jogja. Ah Tuhan, engkau semakin membuatku mencintaimu dari hari ke hari, melebihi wanita manapun di dunia ini.
Eh iya, semalem juga ketemu ama Pakdhe Ndoro dan Annots. Trus barusan dapet sms dari nona ini, hope you’ll be okay very-very soon. God wants you to take a little rest, he wants you to sleep at the nite ^_^
Kmaren pas jalan-jalan di Pondok Indah Mall, begitu melihat toko mainan langsung aja nyelusup masuk. Nyari-nyari action figur tokusatsu dan ketemulah dua makhluk di atas sedang didiskon 50%. Sebenernya sabuk rider juga diskon, namun tak ada zecter-nya Kabuto, jadi ga saya beli.
Sayang ketika jalan-jalan di Ace Hardware gak nemu masker dengan dua catridge di kanan-kiri yang sudah lama saya cari T_T

Welcome, riders! Let’s fighto the monsutero!
Eh iya, selamat gathering aja buwat blogger jogja yang rencana sore/malam ini mo ketemuan ama Dek Sarah dan Mas Iman. Maaf buwat bloger Jogja yang blognya ga saya tulis di link atas. Karena saya tahu, sampeyan ga pake WP ato MT, jadi saya ga bisa trekbek ke kalian
Sudah beberapa saat saya nggak ngasih link, maka berikutlah beberapa link yang mendapat kehormatan untuk tampil di blog acakadut ini:
Nah, saat nulis postingan ini, saya sedang dengerin musik-musiknya Kang Jim Geovedi. Have a nice day ^_^

Ah, selalu saja Lady in Red…
Mohon jangan penasaran, bukan konsumsi publik (lho lalu kenapa ditulis di blog?)..
Semoga saja dia ingat bahwa she was in red.
Well, she’s not dancing with me but she is dancing in me.
Image taken from http://flakes.nu. See you in the future, monsternya semakin buas sekarang!

I got the signals, I must fight the monsters.. See you in a few days in the future!
Saya sakin siapapun Anda yang gemar browsing menggunakan henpon, pasti mengenal Opera Mini. Pada versi ke empat, Opera Mini bisa menampilkan web dalam mode portrait maupun landscape, sehingga tampilan web bisa menyerupai tampilan ketika dilihat menggunakan browser desktop. Namun tahukah Anda bahwa antara mode landscape dengan mode portrait mempunyai perbedaan kecepatan saat mengakses suatu website?
Saya bukan sedang nyebar hoax, namun hasil analisa secara mendalam. Setelah bertapa dua hari dua malam tanpa makan ketika tidur, maka akhirnya saya temukan rahasia di balik semua ini..
Perhatikan skrinsyut di bawah ini, perbandingan tampilan Opera Mini secara landscape dan portrait. Yang berada di atas adalah tampilan versi portrait dan bagian bawah adalah versi landscape.
Uji coba dilakukan dengan membuka blog saya yang sepi (karena jarang di update) yaitu sandalian.com agar lebih meyakinkan (opo hubungane?)
Lebar layar ketika portrait adalah 175 piksel dan 220 piksel ketika mode landscape.
Nah, dengan kecepatan akses internet (misalnya) 56 kbps maka akan didapatkan kecepatan gerak progress bar sebesar (misalnya) 100 piksel per detik.
Lalu dengan hitungan matematika sederhana, yang saya gak pernah bisa menuliskan bagaimana cara menemukannya, tapi selalu tiba-tiba ketemu hasilnya, maka akan didapatkan fakta bahwa untuk membuka suatu web dengan mode portrait dibutuhkan waktu kurang dari 2 detik dan butuh waktu lebih dari 2 detik untuk membuka web dalam mode landscape!
Bagaimana ini bisa terjadi? Ibaratnya gini, dengan jarak lebih panjang maka otomatis waktu tempuh bakal lebih lama juga bukan?
* Kabuuuuur!!! -sebelum ditimpuk pake henpon- *