
Tiba-tiba saja saya pengen merasakan kembali aroma rumput basah dan embun yang membeku menjadi es di ujung dedaunan di puncak Lawu..
Juga savana yang luwaaaaaaaaaaaaaaaass menjelang puncak Argo Dumilah..
Di foto paling atas, saya yang pake raincoat biru ala hantu di bawah pohon.

Bagi programmer desktop, alasan seperti di atas bisa dilakukan. Pura-pura sedang melakukan kompilasi agar bisa bermain, chatting atau jalan-jalan ke mall. Lalu bagaimana dengan programmer web seperti saya?
Kompilasi/compile: Merubah source code menjadi program yang siap digunakan.
Gambar diambil dari xkcd.com, webcomic of romance, sarcasm, math, and language.
Lagi bareng ama cahKangen ngasih pelatihan blog di ruang Sampoerna, gedung perpus UGM. Terdiri dari dua sesi karena terbatasnya tempat. Kang Anto sbagai note speaker ngasih materi soal wordpress sementara yg lain memandu peserta.
Secara hotspotnya mati maka terpaksa ngeblog pake mGooi. Dan sodara, nulis pake stilus kyk gini serasa balik ke SD pas disuruh mengarang sama bu guru.
Beberapa hari yang lalu saya kepancal sama Mbak Pipit di blog beliau, agar menuliskan resolusi saya di tahun mendatang. Ah, permintaan paling membingungkan bagi saya. Namun saya harus menjawabnya, karena apa? Ya karena saya harus
Soal resolusi (dalam kasus ini, resolusi tahunan) terus terang saya ndak pernah punya. Saya gak pernah mematok tahun depan saya harus melakukan apa dan menjadi bagaimana. Bukan berarti tanpa obsesi, saya masih punya hal-hal yang saya inginkan namun tidak pernah mengkotak-kotakkan mereka ke dalam satuan waktu yang sangat sempit. Ketika saya menginginkan suatu hal maka akan saya gemakan keinginan itu dan biarkan alam semesta menjawabnya, tanpa dibatasi suatu deadline.
Kemudian jika ternyata saya ikutan mati pada umur 30 tahun dan keinginan serta hal yang harus saya lakukan tersebut belum selesai, ya sudah. Berarti titik saya memang sampai di situ. Nggak perlu protes pada Tuhan, juga orang-orang yang saya tinggalkan sebaiknya jangan berkata bahwa apa yang saya kerjakan belum selesai.
Tapi tentu saja saya masih inget untuk mbeneri blogmu kok Pit, ben bisa keluar form komentar. But I recommend you to switch to Wordpress, karena Blogspot sekarang sudah nggak nyaman lagi. Toh kamu bisa mentrasfer semua posting dan komentar yang ada. *merayu *
Sekarang ke bagian yang serius, resolusi saya saat ini adalah 1280 x 800 piksel.
Lalu agar menjadi suatu chain reaction, maka saya kutuk kepada siapapun yang membaca blog ini agar menuliskan harapan-harapan Anda di tahun mendatang. Tentu saja dengan sedikit peringatan: kita hidup di masa sekarang, bukan di masa depan atau di masa lalu.

Sekitar dua-tiga hari ini, saya membaca beberapa blog melalui RSS reader saya (bawaan browser Opera) dan menemui beberapa entry tentang 100 Top Indonesian Blogs, antara lain di blognya Pak Ong dan blognya Pak Budi Rahardjo. Tapi abis baca ya lewat gitu aja, nggak tertarik untuk melihat lebih jauh lagi siapa yang nongol di 100 daftar blog tersebut.
Hingga pagi buta ini, Kang Anto disela-sela kesibukannya flirting chatting dengan seorang gadis manis yang pernah saya bahas di blog ini, memberi saya link yang memuat daftar 100 blog top di Indonesia. Dan ajaibly, ada blog ini (iya, the.sandalian.com yang desainnya acakadut nggak keruan ini) di daftar tersebut!

Berada di posisi ke 66 dan tanpa skrinsyut. Disebutkan mempunyai PageRank 4, 7.091 link di Yahoo!, 6 subscriber di bloglines, ranking 10.000.000 di blogrank-nya Technorati, 920.845 Alexa traffic dan skor total 18.9. Jangan tanya saya sual nomer-nomer itu, baiknya Anda cek sendiri di situs-situs yang bersangkutan.
Lalu saya tekan tombol . (titik) di Opera untuk melakukan pencarian teks dan mencari beberapa blog yang saya tahu dan cukup populer, bahkan bisa disebut sebagai seleb blog. Lha kok malah ndak ada? Lalu Kang Anto hanya menjawab: Emang harus ada?
Ah, silahkan dibaca sendiri daftar 100 blog tersebut. Di bagian bawah ada keterangan yang mungkin Anda butuhkan. Saya mo lanjut-lanjut ngetik dulu he.he.
Harajuku sebagai trend mode yang kadang 10 tahun lebih maju atau bahkan 10 dimensi lebih berbeda, hampir semua orang sudah mengetahuinya. Abege-abege datang ke tempat ini hanya untuk dandan super aneh dan beda, lalu membiarkan pervert orang lain mengambil gambar dan mengagumi mereka.
Tapi siap sangka kalau perban dan pembalut luka pun dianggep sebagai bagian dari mode? Mereka berdandan seolah-olah mereka adalah korban kecelakaan, dengan balutan perban di sekujur badan. Mereka melakukan ini karena menganggap bahwa hanya perban dan luka yang membuat laki-laki akan menaruh hati dan perhatian kepada mereka.
“When you’re covered in bandages, everybody pays attention to you and worries about you. They also provide a chance to start talking to guys, who’ll ask you how you hurt yourself, so the bandages are really, really good,”
Owalah mbak-mbak.. Mbok ya kesini saja. Tanpa perban dan luka-luka itu, saya rela ngopeni kok..
Source: http://www.weirdasianews.com/2007/11/23/kegadoru-injured-idol-fetish/

Saya mengikuti beberapa milis dan forum keamanan internet sejak awal-awal saya kenal internet. Waktu itu, semua bersemangat dan saling posting temuan-temuan maupun teknik-teknik yang mereka punyai, sehingga benar-benar memacu semangat yang lain untuk belajar.
Tahun berlalu dan para aktivis tersebut sudah mulai mendapatkan pekerjaan mapan, sehingga mereka sudah jarang menulis lagi. Ataupun kalau menulis, hanya untuk kalangan tertentu. Lalu kemana para angkatan baru?
Memperhatikan forum-forum dan milis-milis keamanan & programming akhir-akhir ini, hanya bikin miris. Mereka hanya bisa meminta! Belum saya lihat ada pemula yang berani mengeluarkan ide maupun hal yang baru. Nggak pede, atau memang kepala nggak ada isinya?
Bahkan cara meminta saja bener-bener totaly morron.
Lalu membaca beberapa tulisan Pak Budi Rahardjo, tampaknya beliau juga pusing dengan mahasiswanya yang kurang inisiatif. Di mana letak kesalahan, sehingga tidak ada “pembaruan”? No wonder kalo sekarang banyak mahasiswa yang skripsinya dikerjakan oleh orang lain, dengan imbalan uang. WTF!
Membayangkan para brainless body itu nantinya bekerja dan memegang posisi strategis.. Oh no…
Berkaitan dengan skrinsyut di atas, itu berasal dari forum ECHO. Saya paling senang membaca-baca kategori potongan ide karena saya berharap bisa menemukan hal-hal baru. Dan ajaibly, kategori itu selalu sepi!

Ah, berita basi sebenernya. Cuma barusan ngoprek di detik portal, nemu link bantahan

Judul video ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan JAV atau video aduhai lainnya meskipun mengusung kata ‘girls’ di dalamnya.
Saya cuma dapat feeling bahwa video ini akan jadi berita di detik dan kemudian menjadi populer. Maka sebelum video ini dibahas di detik, saya pengen nyolong start he.he. Eh, jangan-jangan malah udah dibahas di detik? Maap, saya bukan pembaca setia detik.
Sama sekali bukan video yang layak tonton kok, liat saja hasil skrinsyut halaman pencarian google berikut:

Jika Anda masih berniat mencarinya, silahkan cari di Youtube. Oh iya, buat seru-seruan, Anda juga bisa melihat reaksi orang-orang yang menonton video ini, dengan menambahkan “reaction” pada keyword yang Anda gunakan untuk mencari.
Selamat hari senin semuanya ^_^

Posting ini bukan berkaitan dengan hari AIDS sedunia, bukan pula untuk promosi pemakaian kondom. Namun untuk menceritakan betapa besar manfaat kondom yang saya rasakan sendiri.
Saya bisa bayangkan seberapa besar kerugian yang harus saya tanggung jika waktu itu nggak make kondom, apalagi dalam keadaan cuaca dingin dan hujan deras di gunung. Terima kasih wahai kondom, sudah menjaga barang berharga itu.
Setiap naik gunung, saya biasa membawa kondom. Tinggal beli kondom sutra yang murah meriah itu, ga sampe 2000 rupiah dah dapet tiga biji. Sampai di gunung lalu dibagi-bagi ke teman yang membutuhkan. Semakin banyak teman, tentu saja semakin banyak kondom yang dibutuhkan.
Ketika sekitar mulai gelap, apalagi mendung, maka saatnya kondom dikenakan..

Jangan lupa diikat ujungnya, maka hujan selebat apapun henpon Anda akan aman dari terjangan air, selama kondomnya nggak bocor. Maka dari itu, jangan pernah beli kondom second!