Follow me not!


Being discriminated

27 January 2008 04:44:54 WIB, under category Gak Penting

No sandals allowed

Saya tidak tahu sampai kapan larangan ini akan berlaku, saya juga gak tahu kenapa saya sampai masuk dalam daftar terlarang mereka.

Karena larangan itulah, dalam hidup saya belum pernah sekalipun masuk tempat ajeb-ajeb itu. Semoga di The Wave nggak ada larangan bagi saya untuk masuk!


Hujan yang menari-nari

26 January 2008 16:51:41 WIB, under category Gak Penting

Setelah sukses mengguyur badan dan membuat saya harus menunggu di kost sementara Annots, Anto, Pangsit dan Zam berteduh entah di mana, hujan itu masih asyik menari juga.

Seolah hendak berkata: “Sokooor, makanya kalo bangun jangan siang-siang!


Frekuensi gelombang perasaan

WIB, under category To Think Of

Di Stasiun Gambir, ketika saya sedang menunggu kereta yang akan membawa badan saya kembali ke Jogja setelah semingguan berada di Jakarta, seorang teman –yang bagi saya sudah tidak layak disebut teman lagi, but beyond it– bertanya kepada saya: “After a week here, what do you think about Jakarta?

Saya hanya diam sesaat –karena memang tidak punya pikiran apa-apa tentang Jakarta– dan berkata, “Biasa aja. As is, seperti inilah adanya“. Dan dia menyahut, “Yeah, kamulah orang paling numb yang pernah aku temui“.

Cerita tentang stasiun-pun berakhir di situ. Soal tidak berperasaan, saya kurang tahu. Yang saya tahu, saya masih bisa sedih, senang, tertawa juga marah, cemburu atau apapun. Cuma kadangkala rasa-rasa tersebut hanya berhenti pada tenggorokan.

Lidah saya tidak pernah bisa menemukan pilihan kata yang tepat untuk melafalkan perasaan tersebut menjadi sebuah bunyi yang bisa didengar dan dipahami manusia. Bisa saja saya gunakan kata-kata generik, tapi saya tidak tega untuk melakukannya.

Pada suatu berita kematian, saya memilih diam dan berdoa dalam hati daripada mengucapkan kalimat “turut berduka cita” atau meminta orang yang ditinggalkan agar sabar. Alasannya? Rumit.

Benar-benar rumit. Ini seperti sebuah iman, di mana saya harus percaya bahwa kabel listrik yang sedang dialiri arus akan cukup hebat untuk membakar kulit dan syukur-syukur melemparkan badan saya beberapa meter jauhnya sehingga sengatan tadi tidak berlaku lebih lama lagi.

Lalu kepada orang-orang yang mempunyai frekuensi hati yang sama dengan saya, saya lebih memilih diam saat bersamanya. Tanpa suara, saya ingin berkata, “Aku dan kamu ditempat ini, mari samakan detak jantung kita agar seirama. Biarkan detak jantung kita melambat atau melaju, sehingga yang lambat akan mengejar yang cepat dan yang cepat akan melambat sehingga dalam suatu titik mereka akan bertemu.

Sayang sekali kata-kata di atas meluncur tanpa suara, tak pernah terdengar tak pernah terbaca..

Hei, frekuensi perasaan saya adalah n Mhz. Silahkan Anda tunning frekuensi perasaan Anda sehingga menyamai saya. Lalu kemudian kita bisa berbicara tanpa kata-kata.


Pada Sebuah Pintu

25 January 2008 04:17:55 WIB, under category Lines for XX

Pintu tuhan

Beberapa hari saya meminta-minta kepada Tuhan agar dibukakan pintu-nya sehingga saya bisa mengetahui hal-hal indah yang belum saya ketahui sebelumnya. Berkali-kali saya merengek, memelas meminta pada Tuhan. Setelah berhari-hari, akhirnya tibalah pada puncak kekecewaan saya pada Tuhan. Dan saya pun mutung.

Dalam kemutungan tersebut, tiba-tiba ada suara yang nggak jelas darimana datangnya, tapi saya yakin itu suara Tuhan. Tentang bagaimana saya bisa yakin bahwa itu suara Tuhan, tiba-tiba saya merasa yakin, gitu aja.

“Ndal, kowe ki gemblung opo piye?”

“He? Gemblung gimana Gusti?”

“Pintu aku buka dari kmaren-kemaren, kok kamu blom masuk-masuk juga?”

“Lho, sudah terbuka to?”, jawab saya sambil prengas-prenges.

“Emangnya pernah aku tutup? Wooo.. dasar gemblung!”, kata Tuhan sambil njenggungi kepala saya dengan mesra..


Pada jam makan siang

24 January 2008 14:07:59 WIB, under category Gak Penting

Pada jam makan siang tadi, chatting dengan seseorang di negeri seberang:

Chat log

He?


Menunggu 100 Persen

WIB, under category Gak Penting

Anda kenal tangan ini kan?

Watefak!
Mencoba merem nggak bisa-bisa juga, akhirnya bengong memandangi status download yang sepertinya berhenti di angka 99 dan enggan berganti menjadi 100.

Seperti hidup saya kah? Masih enggan menuju kesempurnaan, masih dalam bentuk saya sebagai bodhisatwa, belum menemukan di mana pohon bodhi berada. Atau sebenarnya pohon bodhi itu telah saya lewati karena saya merasa itu bukan pohon bodhi yang saya cari?

Saya yakin bukan seperti itu ceritanya. Seandainya pohon bodhi telah saya temukan, pasti saya akan berhenti dengan sendirinya karena –secara tiba-tiba, entah bagaimana caranya saya– mengetahui bahwa itulah pohon bodhi yang saya cari.

Sewaktu kecil saya bercita-cita menjadi pengelana, yang jalan kesana kemari sambil membawa buntelan kain dan tongkat –seperti Jerry dalam serial Tom and Jerry– lalu berbuat kebaikan dan hal-hal berguna di manapun saya singgah.

Ternyata hati saya belum sekuat Mas Zen yang telah menempuh jalan zen-nya dengan kemantaban hati. Saya masih memikirkan banyak hal, saya masih terikat pada dunia!

Pernah terpikir untuk menggapai dunia terlebih dahulu agar orang-orang yang saya cintai merasa tenang karena saya menjadi orang, namun hal itu ternyata membunuh jalan surga saya.

Saya sering berharap menemukan seorang Mursyid yang bisa membimbing hidup saya. Namun bagaimana mungkin saya menemukannya kalau saya tidak pernah mencarinya?

Jangan-jangan saya terlahir sebagai Mursyid sekaligus Darwisy? Gak mungkin ah Tuhan sekejam itu pada saya, membiarkan saya kebingungan tanpa mengirim guru untuk mengisi gelas pengetahuan saya.

Saya jadi teringat sebuah perkataan yang saya lupa siapa penulisnya. Kata-kata itu berbunyi: “Bahkan seekor anak serigala mempunyai tempat untuk pulang, kenapa sang anak manusia tidak?

Eh udah 100 persen downloadnya! Sekarang tinggal membuat diri saya menjadi 100 persen, agar ketika bertemu Tuhan kelak saya bisa senyam-senyum pada beliau. Eh Tuhan, kamu belum kangen sama saya kan?


Hot Blog Competition

WIB, under category Berita

Hot Blog Cool Earth Competition

Sebelum tidur, blogwalking sebentar. Lalu dari blog Mas Isdah Ahmad saya nemu link tentang Hot Blog Cool Earth Competition yang diadakan oleh WWF bekerjasama dengan Digital Studio dengan tema pemanasan global.

Ketika saya buka “halaman ketentuan” saya menemui sedikit kejanggalan. Di bagian Ketentuan Umum Lomba tertulis sebagai berikut:

"Peserta bebas menggunakan hosting-hosting blog gratis: Blogger, Multiply, WordPress, dll., yang men-support SSL 2.0 atau menggunakan hosting sendiri."

Menurut saya hal ini janggal karena setahu saya blog tidak begitu berkaitan dengan SSL. SSL sendiri merupakan singkatan dari Secure Sockets Layer, protokol yang biasa dipergunakan untuk menangani keamanan transmisi data di internet. Mohon saya dikoreksi jika salah di bagian ini.

Kejanggalan kedua adalah di Ketentuan Khusus Lomba. Di bagian persyaratan untuk tingkat SMA, Mahasiswa dan Umum tertulis:

• Peserta membuat desain blog-nya sendiri.
• Peserta tidak boleh menggunakan template atau desain yang telah dibuat oleh orang lain.

Waduh, ini kontes blog apa lomba desain ya?


Bacaan Baru

WIB, under category Gak Penting

Dalam seminggu ini saya mendapatkan tiga bacaan baru. Dua bacaan berupa hardcopy dan satu bacaan berupa majalah versi PDF. Dua buku saya dapatkan di toko buku Toga Mas pas jalan-jalan pada hari minggu kemarin.

Kumpulan Resep Query Menggunakan MySQL   Wireless Kung Fu

Yang pertama adalah buku SQL:Kumpulan Resep Query Menggunakan MySQL yang ditulis oleh Dewa Bakso Pemprograman, Om Steven Haryanto. Saya beli buku ini karena nyadar, betapa lemahnya pengetahuan saya sual SQL T_T

Buku yang kedua adalah Wireles Kungfu yang ditulis oleh Mas S’to. Tadinya bingung milih antara buku ini dengan buku tutorial C++ namun akhirnya beli buku ini lebih dulu. Setelah saya baca, ternyata saya ndak mudeng. Sebenarnya bahasa yang digunakan sangat mudah dan enak diikuti namun masalahnya adalah saya sama sekali tidak mempunyai background jaringan he.he.

Lalu buku yang ketiga adalah PHP Architect edisi bulan ini (format PDF). Kebetulan tahun lalu saya mendapat hadiah langganan majalah ini selama satu tahun. Edisi bulan ini rada telat datangnya, biasanya tanggal belasan sudah terbit.

PHP Architect

Tadinya saya pengen nge-share majalah ini dengan memasang link download di sini, namun ternyata tidak diijinkan untuk membagi majalah ini baik untuk keperluan komersial maupun non-komersial. Ya sudah, saya simpan saja. Bagi yang pengen ngopi silahkan datang ke kost bawa flashdisk, saya punya sejak edisi Mei 2007.

Wah, sudah pagi ternyata. Ga ada suara burung atau ayam di sini, adanya cuma suara Dora yang ketemu sama Diego di televisi. Saatnya melakukan aktivitas pagi hari, selamat tidur semuanya! ^_^


Jleb! Jleb!

22 January 2008 13:13:13 WIB, under category To Think Of


Kata-kataku tak pernah setajam pedang, karena aku memang terlahir bukan sebagai pejuang yang akan maju ke medan perang. Ketika ruh ditiupkan ke tubuhku beberapa tahun yang lalu, aku dengar sebuah suara: “Jadilah terang, hiburlah mereka yang takut karena perang.”

Ah, saya pengen punya lagi butterfly knife yang bagus! ^_^


Bulan bukan perawan

WIB, under category To Think Of

Full moon
Barusan dari burjo (warung bubur kacang ijo, tapi juga jualan banyak makanan lain selain burjo) mencari pengganjal perut. Di jalan menuju burjo iseng saya memandang langit. Di timur ada bintang kejora (venus-kah?) dan di ujung barat ada bulan purnama, saya terdiam sesaat..

Setiap saya melihat bulan purnama saya lalu teringat pada filem Sailormoon saya hanya bisa terdiam lalu bertanya kepada Tuhan, apakah pada saat yang sama ada orang lain yang melihat bulan yang sama di suatu tempat di bumi ini? Hei nona, apakah kamu melihat bulan yang sama dengan yang kulihat pagi ini?

Maaf gambar bulannya kurang bagus, lagipula bukan gambar yang saya ambil pagi ini. Itu gambar bulan di suatu April tahun 2005 yang lalu, saya ambil dari sebuah warung nasi goreng pinggir jalan di di daerah Sosrowijayan, belakang/sebelah Circle K Malioboro.


« Newer Posts Older Posts »