Meskipun saya menganut agama yang dibawa Muhammad, namun Yesus adalah figur favorit saya. Setahu saya, dia sangat penyayang dan pencinta sesama. Dia bukan figur anti kekerasan melainkan pemuja perdamaian dan kasih sayang.
Guru SMA saya, seorang penyembuh, selalu menghadirkan figur Yesus dalam dirinya ketika sedang mengobati pasiennya. Beliau berkata, dengan membayangkan kasih sayang seorang Yesus, pasien beliau akan merasakan curahan energi sehingga kemungkinan sembuh akan lebih besar.
Dengan “fitur” sifat-sifat kemanusiaan sehebat itu, saya penasaran satu hal. Kira-kira waktu itu berapa banyak perempuan yang tergila-gila kepada pemuda tampan bernama Yesus itu?
Dalam anggapan masyarakat pada umumnya, stereotipe orang Yahudi adalah tidak pernah mau rugi dan selalu ingin untung. Namun pernahkan Anda berpikir bahwa kadang kita lebih Yahudi dari mereka? Coba perhatikan, dalam kasus kecelakaan sekalipun masih sempat-sempatnya dompet korban disikat, jam tangan diembat. Apa nggak melebihi Yahudi itu namanya?
Sehingga lama-kelamaan saya mulai setuju dengan pandangan bahwa keberadaan huruf j dan w dalam Jewish tentu saja bukan kebetulan sama dengan j dan w dalam Jawa. Begitu juga kemunculan huruf j dan v dalam Jehovah yang secara ajaib mirip dengan Java..
Begitu juga soal intelijen. Sepertinya belum pernah sekalipun –sepanjang sepengetahuan saya– mossad berani macem-macem ama negara ini (terlepas dari urusan industri tentu saja). Kenapa negara sejahil Israel belum pernah sekalipun menyentuh Nusantara, takut kepada saudara tua?
Orang bilang bahwa kita adalah anak cucu Ibrahim namun saya berpikir bahwa turunan Adam bukan hanya Ibrahim. Pasti dia masih punya sepupu-sepupu lain yang berada dalam satu level pohon keturunan. Lalu anak siapakah kita?
Terakhir, ada yang bisa memberikan referensi asal mula manusia Indonesia? Atau mungkin bisa dipersempit dengan asal mula manusia jawa saja.
Setelah nganter Siwi ke terminal, akhirnya saya meluncur ke Bantul sendirian. Sampai lokasi maiyah sudah penuh sesak namun dengan anugerah badan ramping ini akhirnya saya bisa menyusup dan mendapatkan tempat duduk yang nyaman.
Di panggung, Cak Nun bercerita tentang seorang anggota jamaah maiyah yang pada suatu malam mengirim pesan pendek (sms) yang meminta Cak Nun memberikan doa agar calon istrinya yang selingkuh bisa balik ke dia lagi.
Alih-alih doa, Cak Nun malah marah-marah. “Buat apa doa untuk mengembalikan wanita seperti itu? Tinggalkan!”
“Wanita bukan hanya dia. Kalaupun dia kembali karena doa, itu bukan dari hatinya sendiri. Tinggalkan, cari yang lain!”
“Kalau tak ada wanita yang mau, sama kambing saja!”
Di beberapa postingan di blog ini sering banget diserang sepam. Salah satu ciri utama sepam tersebut adalah menuliskan URL ke dalam form komentar, kemungkinan untuk mendapatkan backlink agar situs dia naik posisi di search engine.
Berdasar sifat sepam tersebut, saya tulis script sederhana agar komentar yang mengandung empat kata ‘http://’ atau lebih (yang biasa dituliskan dalam link) akan ditolak dan tidak dimasukkan dalam database.
[code]
if(substr_count($_POST['komentar'],'http://')>=4){
die(’mas, nyepam ya?’);
}
else{
// masukkan dalam database
}
?>
[/code]
Adakah yang sudah mencoba cara ini dan merasakan hasilnya?
Seorang guru memberikan tugas kepada muridnya untuk mengangkat dan memindahkan sebuah batu besar di depan padepokan mereka agar tidak merintangi jalan. Saat itu hanya ada mereka berdua dan si murid sudah sangat kepayahan saat berusaha memindah batu tersebut.
Lalu dengan wajah ketakutan si murid menghadap gurunya untuk melaporkan ketidakmampuannya.
“Maaf guru, saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk memindahkan batu itu. Namun ternyata saya tidak bisa..”
“Yakin kamu sudah berusaha sekuat tenaga?”
“Benar guru, saya telah mengerahkan segala daya dan upaya saya..”
“Ah bohong kamu. Kok belum minta tolong ke aku?”, sahut si guru enteng sambil njenggung kepala muridnya dan mengajaknya mengangkat batu itu bersama.

Parfum itu ketika dipakai dengan benar dan cocok dengan aroma badan akan menimbulkan suasana menyenangkan dan mungkin imajinasi liar orang-orang di sekitar. Dan umumnya parfum berbentuk spray, dalam wadah botol dan rada mengganjal ketika masuk saku, serta membutuhkan tas untuk membawanya.
Lalu kenapa belum terpikirkan tentang konsep parfum yang lain?
Ketika saya masih cukup kecil –dan jauh dari kesan imut seperti sekarang– saya sering kesal dengan orang yang kentut sembarangan di dalam suatu ruangan. Maka muncullah pemikiran di otak, kenapa tidak ada produk yang bernama “pil harum”?
Pil harum dalam benak saya adalah suatu jenis ramuan/zat berbentuk pil atau kapsul. Dengan menelan pil itu setiap hari, maka keringat akan menjadi wangi dan kentut pun harum memikat. Jadi parfum jenis ini bekerja dari dalam.
Sehingga suatu saat, tidak ada lagi orang yang saling tuduh siapa pemilik kentut yang mengacaukan alam semesta. Melainkan manusia-manusia saling berebut mengakui bahwa itu adalah kentutnya, yang wangi dan mempesona.
Saya kepengen belajar QT namun masih bingung menentukan arah. Jadi sekiranya ada yang mengetahui tutorial, referensi, atau apapun yang berhubungan dengan QT untuk pemula, silahkan meninggalkan komen. Eh iya, saya juga masih bingung antara menggunakan C++ atau Python (PyQT)
Kenapa saya pengen belajar make QT? Karena Opera dibuat menggunakan QT sepertinya QT cukup keren dan karena saya kepengen aja.
*Menjura kepada pembaca tulisan ini agar ngasih referensi*