Ternyata Donal Pernah ke Jawa
Dari blognya Om Black Claw saya dapatkan cerita bahwa Donal Bebek pernah jalan-jalan sampai Jawa.

Komik lengkapnya di sini.
Dari blognya Om Black Claw saya dapatkan cerita bahwa Donal Bebek pernah jalan-jalan sampai Jawa.

Komik lengkapnya di sini.
Entah sejak kapan saya tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan kematian. Bukan berarti saya pengen mati, tapi karena saya hidup maka tertariklah saya dengan hal-hal yang menyangkut kematian. Bukankah satu-satunya hal yang bisa dipastikan datangnya di dunia ini cuma kematian?
Kemudian saya menemukan blog lain, penulisnya juga terobsesi dengan kematian. Tulisan-tulisannya tentang kematian sangat saya nikmati.
Sayang sekali, saking cintanya penulis itu dengan kematian, akhirnya dia membunuh blognya sendiri karena –mungkin– suatu alasan yang dia ceritakan ke saya melalui messenger pada malam sebelum pembunuhan itu terjadi.
Pakdhe, lalu kapan blogmu itu bakal bangkit dari kubur seperti halnya seorang Lazarus? Kebangkitan itu masih ada benang merahnya dengan kematian lho ![]()
Menjelang tidur, saya nyalakan Media Player untuk muter beberapa lagu Budha Bar sebagai pengantar tidur. Ternyata volume speaker di notebook kurang nge-soul, akhirnya saya transfer beberapa lagu ke henpon dan saya dengarkan menggunakan earphone dengan volume mentok atas.
Masuk ke lagu Flute Fantasy, kok terdengar tiupan flute-nya seperti bocor ya? Ga sehalus dan sekuat suling di lagu-lagu dangdut gitu. Is this a bug, or a feature malahan?
Lagu selanjutnya Ohm Suaa dan disusul dengan The Song yang berhasil membuat saya ngantuk. Selamat tidur semuanya, semoga besok semuanya bisa bangun dengan energi penuh
Eh iya, ada dua album baru Om Geovedi yang belum saya download, yaitu Technoceria #1 dan Technoceria #2. Nanti ah, kalo dapet benwit asyik.
Joko Tarub, atau di tempat saya lebih dikenal sebagai Ki Ageng Tarub terkenal karena riwayat dia mencuri/menyembunyikan pakaian bidadari sehingga beliau berhasil memperistri bidadari tersebut.
Kemudian Ki Ageng Selo yang terkenal karena kesaktiannya sehingga mampu menangkap petir dan mengikat petir tersebut di dahan pohon Gandrik ternyata juga mempunyai sisi cerita menarik yang berkaitan dengan perempuan.
Yaitu bahwa dia menyukai istri dari seorang dalang yang bernama Ki Bicak, yang parasnya cantik rupawan. Kemudian demi mendapatkan istri Ki Bicak tersebut, akhirnya Ki Ageng Selo membunuh Ki Bicak dan memperistri Nyi Bicak.
Duh, pendahulu-pendahulu saya saja seperti itu, lalu bagaimana dengan saya yang menjadi penerusnya ini?
* Bengong sambil mendengarkan lagu Julio Iglesias, To All The Girls I’ve Loved Before *
Naik Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu, sampai di puncak Argo Dumilah kemudian turun melalui jalur Cemoro Kandang..
Tak berapa lama, sampailah pada tempat paling indah di jalur Cemoro Kandang, sebuah pos peristirahatan yang bernama Cakra Surya (Cokro Suryo). (more…)
Sebuah log percakapan menggunakan Yahoo! Messenger di Pidgin:
(22:16:10) dia : Ka2k (22:16:14) dia : Ka'k (22:16:17) saya: ada apa? (22:16:18) dia : Gpp (22:16:27) dia : Lg stres! (22:16:49) dia : Gak bs bljr (22:16:50) dia : Gak da mud (22:16:53) dia : Aaargh.. (22:16:59) saya: stres kenapa? (22:17:13) dia : Gak tau! (22:17:24) dia : Ngrasa penat aj (22:17:41) dia : Kak qt pcrn yuk! (22:18:05) saya: heh? pacaran?![]()
*garuk-garuk kepala*
Untung bisa berkelit ![]()

Seperti tak pernah lelah bekerja, Opera kini menerbitkan kurikulum standar web yang ditujukan kepada para developer web agar bisa belajar membuat web yang sesuai standar. Keuntungan membuat web yang sesuai standar adalah kemudahan untuk ditampilkan lintas platform dan browser. Sehingga tulisan Best view in bla-bla
pada suatu website nantinya akan menjadi sejarah karena developer akan lebih pintar dalam membuat web yang best view in every browsers
.
Isi kurikulum meliputi HTML, CSS, prinsip desain dan latar belakang teori serta dasar-dasar JavaScript. Silahkan langsung terbang menuju bagian pertama, Introduction to The Web Standards Curriculum.
Koneksi internet baru saja hidup, lalu saya dapat berita buruk tentang pendakian Gunung McKinley di Alaska, Amerika. Di halaman tersebut saya juga menemukan berita yang sedikit menggelitik.
Yaitu tentang kegagalan dua orang pendaki untuk mendapatkan visa Amerika. Saya berani bertaruh dengan sepedanya Adit bahwa mereka gagal mendapatkan visa karena nama mereka yang mencerminkan suatu agama yang ditakuti Amerika. Dasar negara penakut.
Turut berduka cita buat Pungkas, semoga tim yang lain belajar dari kesalahan ini.

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya official report tentang party di Citos kemarin keluar juga di blog Opera Indonesia. Salut buat Putri dan Ryan, juga teman-teman di Komunitas My Opera.
Silahkan langsung menuju halaman Report: Opera Indonesia Gathering untuk membaca laporan acara kemarin.
Tadi malam habis dari kantor lalu mampir ke Benteng Vredeburg, pengen nonton upacara penutupan FKY soalnya. Kebetulan Om Sawung Jabo lagi manggung, kebetulan pikir saya. Dengan harapan bisa nemu beat yang asyik untuk nge-charge ulang baterai jiwa saya, akhirnya saya pantengi saja acara tersebut.
Ternyata lumayan membosankan musiknya. Ga ada satupun yang bisa menaikkan mood saya, bahkan saya jadi ngantuk mendengar deru alat-alat musik yang bersahut-sahutan itu. Hanya lagu terakhir yang berjudul Hio yang sedikit bisa mempengaruhi perasaan saya. Kemungkinan sih karena pengucapan kata Hio, yang menurut telinga saya mempunyai kesamaan dengan pengucapan kata Aom.
Ah, entah saya yang gak normal (baik jiwa maupun telinga) ataukah musik dan lagu yang dibawakan yang gak beres ya? Untuk nama sekelas Sawung Jabo, tadi malam saya berharap lebih namun ternyata tidak mendapatkannya.
Saya butuh sesuatu yang lebih tinggi..