Whither, midst falling dew,
While glow the heavens with the last step of day
Far, through their rosy depths, dost thou pursue
Thy solitary way?
Hanya sebait pertama dari sebuah puisi dalam sebuah buku berjudul No Beast So Fierce, terbitan Everyman’s Poetry.
Saudara-saudari sekalian, kali ini saya akan mencoba menulis tentang bahasa-bahasa dan aksara-aksara di masa lalu, yang konon kabarnya merupakan bahasa/aksara para dewa. Perlu saya tekankan bahwa semua ini berdasar penelitian ngawuriah saya.
Yang pertama adalah bahasa yang digunakan di Mesir kuno. Konon kabarnya tulisan hieroglip itu hanya mengenal huruf konsonan saja. Yang membuat rentetan kata-kata tersebut bisa dipahami adalah simbol yang mengikutinya.
Misalkan rangkaian huruf KCNG, jika di belakangnya terdapat gambar tumbuhan maka akan dibaca KACANG sedangkan jika diikuti dengan gambar hewan maka akan menjadi KUCING. (more…)
Siap-siap membaca postingan tentang Opera, bagi yang alergi dengan Opera silahkan diskip saja
Barusan saya baca dari http://www.opera.com/education/ bahwa ternyata Opera Software mengadakan serangkaian kegiatan untuk memasyarakatkan web standards. Web standards dalam bahasa sederhana adalah suatu aturan yang memungkinkan sebuah website bisa dibuka di berbagai browser, device (PC & handphone) dan platform (Linux,BSD,Mac,Windows dll.).
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya standar web.
- Memberikan suatu platform di mana peserta bisa mempelajari industri web dan internet.
- Mengumpulkan orang-orang yang antusias dengan Opera dan teknologinya.
- Meningkatkan penggunaan browser Opera di kampus dan sekolah
Jika Anda atau universitas Anda tertarik untuk terlibat dalam proyek ini, silahkan kirimkan email Anda ke education@opera.com atau kunjungi halaman http://www.opera.com/education/tours/ untuk informasi selengkapnya.
Ini bukan tentang ilmu yang keterlaluan
, namun hasil pengamatan saya tentang hal-hal yang serba terlalu akan menghasilkan output yang hampir mirip meskipun yang satu terlalu ke kanan dan satunya terlalu ke kiri. Tentu saja tidak bakal ada penjelasan ilmiah karena ini hanya berdasar ilmu ngawuriah belaka.
Hal yang pertama-tama mengusik pikiran saya adalah fenomena es dan api. Dua hal yang mewakili suatu suhu, di mana es berada di posisi suhu yang dingin dan api berada di posisi suhu yang panas. Ajaibnya, kedua-nya memberi efek yang hampir sama. Api mengeluarkan asap dan es kadang terlihat seperti berasap juga
Api jika ditempel ke kulit akan membakar, cobalah juga tempelkan dry ice ke kulit Anda dan lihatlah efek yang terjadi. Hampir sama dengan efek kalau terkena api bukan? (more…)
Kata teman saya, menjadi orang yang serba tahu itu lebih banyak tidak enaknya daripada enaknya. Mendadak tahu tentang sesuatu hal tentulah suatu anugerah, tergantung cara kita menyikapinya.
Belum pernah nambal ban tetapi kemudian terpaksa harus menambal ban dan entah bagaimana caranya tiba-tiba bisa tahu cara menambal ban.
Anda pernah mengalaminya? (more…)

Tokoh pada gambar di atas, bernama Borneo. Bukan nama asli pastinya, namun dia pernah menunjukkan kartu nama ke saya. Kartu nama itu, entah dia nemu dari mana. Kemudian seluruh tulisan yang ada dia coret, dan di halaman sebaliknya –yang kosong itu– dia tulisi “Borneo, Rumah: Kalimantan”, dan dengan bangganya mengaku bahwa itu kartu nama dia, tentu saja saya hanya tersenyum.
Kemudian dia minta dibeliin nasi di angkringan tugu. Dan saya tak mampu menolaknya, saya belikan dua bungkus dan kemudian dia pergi.
Bagi yang sering nongkrong di angkringan tugu 1-2 tahun yang lalu, pasti mengenal sosok ini. Kadang dia mengamen menggunakan seruling. Kalau belum dikasih recehan atau ditolak, dia akan melanjutkan meniup alunan seruling maut, asal tiup dan yang penting bunyi.
Kadang kalau sudah jengkel, dia akan meniup seruling dengan hidungnya. Dan entah bagaimana caranya, bunyinya juga cukup nyaring
Setahunan terakhir, saya tak lagi pernah melihat dia. Entah pergi, entah dibersihkan oleh Pemkot.
Tadi mo nulis apa ya? Ini nih gara-gara mo nulis tapi diselingi acara aplod-aplod gawean dulu!
Tersebutlah sebuah komik yang berjudul The 99, sepuluh tokoh dengan kemampuan super dan pembela kebenaran buatan orang Kuwait, Naif Al-Mutawa. Angka 99 adalah perwujudan dari Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang baik. Meski demikian, kata penulisnya komik ini bukanlah komik islami melainkan komik yang mengajarkan moral islam tanpa berkaitan dengan Islam sebagai agama.

Dan yang menarik adalah salah satu tokoh berasal dari Indonesia, bernama samaran Fatah (nama aslinya adalah Kyai Batak) yang mempunyai kemampuan teleportasi sehingga bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Yang menarik, sementara jagoan lainnya berkostum keren, Kyai Batak ini menggunakan pakaian casual dan berpeci
Setelah membaca berita menarik ini dari sebuah blog, saya segera meluncur menuju halaman web komik tersebut. Dan ternyata ada satu komik yang bisa didownload lho, The 99 ORIGINS (44.5 mb). Kewl!

Dulu, hampir setiap pulang sekolah (SD) saya main ke rumah Pakdhe Muh, seorang guru agama yang rumahnya tepat berada di depan rumah orangtua saya. Tanpa kulanuwun, saya langsung masuk ke ruangan dimana terdapat sebuah rak kayu kapuk yang rada miring menahan beban ratusan buku di atasnya. Beberapa hari pertama, saya hanya membaca komik satu halaman yang tercetak di sampul belakang, kalau tidak salah judul komiknya “Si Bandel”. Dan juga jika ingatan saya memberikan laporan yang tepat, judul majalah itu adalah “Sahabat”.
Setelah beberapa hari dan komik di halaman belakang itu habis saya baca, saya tertantang untuk membaca tulisan lebih banyak lagi, saya mulai baca cerpen. Ternyata saya kecanduan! (more…)
Suatu malam, bis Solo-Jogja melaju dengan kecepatan sedang, penumpang terkantuk-kantuk bosan. Bis berhenti di perempatan lampu merah, seorang pengamen bergitar naik, penumpang mulai resah harus mengeluarkan recehan untuk kesekian kalinya.
Di dalam bus, pengamen berjalan ke depan, hanya sedikit penumpang yang melirik, lainnya asyik dengan kantuknya atau suara-suara yang mengalun dari earphone mereka.
“Selamat malam Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, numpang ngamen. Tapi saya ngamen bukan sembarang ngamen karena saya akan ngamen dengan gratis!”, penumpang menoleh, penasaran. (more…)