Tulisan saya sebelumnya tentang sifat-sifat wanita berdasar fisiknya ternyata mengundang berbagai reaksi. Ratusan ribu email tiba-tiba masuk ke inboks saya dan serentetan private message masuk ke akun Yahoo! Messenger saya. Ada yang minta diramalin sifat pacarnya (emangnya saya dukun? :P) ada pula yang menganggap warisan leluhur saya itu hal yang syirik.
Yang menarik adalah reaksi Jeng Mira yang tadinya menganggap saya menggunakan “kacamata” warisan leluhur saya itu untuk menilai sifat wanita. Langsung saja saya jelaskan bahwa itu bukan kacamata saya.
Sebuah kacamata yang bernama turangganing wanita itu hanya saya jadikan wawasan belaka. Saya tidak pernah menilai seseorang dari penampilan fisiknya, kecuali sebuah nilai bahwa seseorang itu cakep atau jelek, secara subyektif
Kerap kali saya kenal seseorang dan kemudian seiring berjalannya waktu saya jadi tahu sifatnya, jadi tahu kebiasaannya. Lalu iseng saya bandingkan dengan panduan leluhur itu dan ternyata berbeda, lalu saya berkata “Tuh kan, salah.”. (more…)
Antara hari kemarin dan hari esok, terselip hari ini. Yang membuat “hari ini” istimewa adalah karena hari ini saya melakukan sesuatu berdasar atas apa yang terjadi hari kemarin untuk menciptakan sesuatu yang saya inginkan di hari esok. Mungkin istilah hari kurang tepat, tapi apakah kata “masa” atau “waktu” bisa menggantikan?
Mengetahui apa yang akan terjadi esok adalah hal yang menyebalkan sekalipun yang terlihat adalah hal yang menyenangkan. Karena itu saya berbahagia menjadi manusia, tidak bisa melihat masa depan dengan jelas, kecuali melalui serangkaian pertanda-pertanda.
Ah, tapi lebih seringnya semua kejadian yang saya alami adalah hal yang pernah saya “tangkap” sebelumnya. Sehingga sekarang saya yakin segala sesuatu itu mempunyai pola, sekali pola itu terbaca maka selanjutnya segala sesuatu akan berjalan mengikuti pola tersebut dan bisa disiasati. (more…)
Pisau yang kemarin saya beli, akhirnya saya putuskan secara sepihak dan semena-mena bahwa barang tersebut palsu adanya. Tapi tidak perlu dikembalikan ke tokonya, toh masih bisa saya pake iris-iris brambang, tul gak Chiw?
Kenapa saya putuskan bahwa barang tersebut palsu? Karena menurut saya logonya terlalu crappy, kurang elegan untuk ukuran pisau victorinox. Atau perasaan itu muncul karena kombinasi warnanya yang memang ga keren? Entahlah, pokoke saya anggep palsu ha.ha.
But still, fluoresence-nya membuat pisau ini terlihat murub atau menyala dalam kegelapan
Sooo… saatnya nabung untuk beli pisau klangenan saya, harganya sudah naik 100 ribu dibandingkan setahun yang lalu.
Semalem, sehabis ketemuan ama Mbak Dani dan temennya di angkringan tugu, saya mampir di salah satu counter perlengkapan kegiatan luar ruangan atau bahasa kerennya outdoor gear store. Setelah mencari barang yang saya inginkan, seperti biasa saya melihat-lihat pisau serbaguna merek victorinox yang ada di rak. Bueh, tambah mahal.
Kemudian mata saya kejedug dengan pisau bergagang hijau (fluoresence) yang bisa menyala dalam kegelapan. Harganya lumayan karena isinya pun ga begitu banyak. Karena jarang melihat yang hijau begini akhirnya saya beli juga menggunakan uang makan untuk jatah 2 minggu *duh*
Sampai di rumah, saya lihat-lihat lagi pisau itu juga saya baca-baca manual singkat yang ada di dalamnya. Saya tiba-tiba merasa kurang yakin ini adalah pisau victorinox aseli, lalu saya cari di internet nomer seri victorinox tersebut, 3.3703.808. (more…)
Opera 9.6 Beta 1 telah diluncurkan. Fitur-fitur barunya antara lain adalah Feed Preview
, Anda bisa melihat preview suatu RSS/Atom feed sebelum Anda memutuskan untuk berlangganan (subscribe). Selain itu ada peningkatan di Opera Mail, sekarang ada pilihan Low Bandwidth Mode
untuk Anda yang mengalami keterbatasan koneksi internet. Lalu kenapa banner-nya ada warna merah-merahnya? Saya tidak tahu, tanyakan saja ke orang-orang yang kerja di Opera
Download Opera 9.6 Beta 1
Oh iya, di Opera 9.6 ini tidak hanya bookmark dan speed dial yang bisa disinkronisasikan dengan Opera Mini Anda. Dengan fitur Opera Link, Anda juga bisa mensinkronisasikan histori browsing Anda.
Postingan terkait:
• My Opera
• Komunitas Opera Indonesia
Jika Anda perhatikan, nama raja-raja Jawa selalu memposisikan diri mereka pada posisi paling berat, bukan yang paling berkuasa. Sebutlah mangkubumi (memangku bumi), pakubuwono (paku untuk alam semesta), hamengkubuwono (memangku alam semesta) dan lain-lainnya. Tentu saja pilihan nama-nama itu bukanlah suatu kebetulan, melainkan ada sesuatu yang tersembunyi di balik nama-nama tersebut.
Kabarnya, nama-nama tersebut merupakan suatu cerminan bahwa memimpin itu tidak sama dengan menguasai. Seorang pemimpin harus bisa memangku segala sesuatu yang dipimpinnya.
Misalnya mangkubumi, sebagai penguasa bumi maka dia harus memangku bumi dalam tanggung jawabnya. Segala kejadian di muka bumi akan menjadi tanggung jawabnya, jadi bukan berarti dia bebas berlaku sesuka hati di atas bumi ini.
Jadi, yang bener itu mangkubumi, bukan tunggangbumi 
Setahu saya, katuranggan adalah ilmu tentang sifat suatu benda/manusia/hewan berdasarkan penampakan fisiknya. Bukan sepenuhnya hal mistis karena katuranggan itu masuk dalam jajaran ilmu titen alias ilmu yang diperoleh berdasar pengamatan terhadap sekelompok orang dengan kriteria tertentu, semacam survey begitu.
Sedangkan turangganing wanita adalah ilmu katuranggan yang membahas wanita. Jadi ilmu ini berusaha menguak misteri wanita berdasarkan penampilan fisiknya, berdasarkan ciri-ciri yang ada pada dirinya. Selain katuranggan yang membahas wanita ada pula ilmu katuranggan yang membahas tentang burung perkutut, keris dll.
Meskipun sifat dan perilaku manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan, emosi, masa lalu dan faktor kejiwaan namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam diri manusia terdapat serangkaian sifat yang merupakan bawaan dari lahir dan semua itu tergaris dalam bentuk fisik. Misalnya? (more…)
Setelah sebelumnya saya menulis tentang tips membuka situs Bhinneka.com menggunakan browser Opera dengan memanfaatkan file CSS terpisah, malam ini saya mendapat komen di tulisan tersebut dari Bapak Hartanto yang menyatakan bahwa situs Bhineka.com sudah tidak mengalami masalah dengan browser Opera.
Saat itu juga langsung saya coba buka halaman Bhineka.com menggunakan Opera, dan voila! Seluruh halaman tampil dengan manis di browser kesayangan saya ini
Good job, salut buat Bhineka yang memperhatikan tulisan-tulisan kecil yang tercecer di belantara data di internet. Pernyataan serupa juga bisa ditemukan di sini.
Dalam banyak hal, sering saya bertanya-tanya kepada diri sendiri apakah yang saya lakukan sudah benar? Meskipun kadang suatu perbuatan itu tidak membawa efek merugikan orang lain, namun masih saja muncul sebersit keraguan tentang benar tidaknya perbuatan saya. Sering saya bertanya langsung kepada Tuhan tetapi lebih seringnya hati saya terlalu bebal dalam menangkap makna dari jawaban Tuhan.
Kalau ada yang bertanya kepada saya, lebih utama mana perbuatan A dibanding perbuatan B, maka yang pertama saya akan menjawab menurut opini pribadi saya. Selanjutnya akan saya tambahi bahwa hanya yang maha satu yang lebih tau, sedangkan saya hanya “setahu saya” belaka. Dan kadang ini menyiksa.
Kata orang bijak, turutilah kata hati nurani. Namun dalam pelaksanaannya kadang sangat sulit, adakalanya perbuatan kita harus menyakiti orang-orang dekat hanya karena ingin menegakkan kebenaran versi saya. Lalu saya membuat suatu ayat baru, bahwa kebaikan pastilah akan membawa kebaikan kepada sesama. (more…)