Follow me not!


Dari kota hingga ke pelosok desa

09 May 2010 08:57:15 WIB, under category Sejarah Keren

Pada hari Sabtu pagi kemain, sekitar jam 03.00 saya berangkat ke Kaliurang, nyusul beberapa teman yang sudah datang sejak sore sebelumnya. Namun ketika sampai villa tempat mereka menginap, ternyata tidak ada orang samasekali dan villa dalam keadaan terkunci. Info yang saya dapatkan via sms adalah mereka sedang jalan-jalan malam ke Goa Jepang yang tidak jauh dari villa tersebut.

Daripada sendirian di villa, saya putuskan untuk menyusul mereka. Tadinya berpikir untuk mengendarai motor saja, namun rasanya terlalu berisik di pagi sebuta itu. Jadinya motor saya parkir di villa, baru kemudian jalan kaki menuju lokasi Goa Jepang. Namun yang menjadi masalah adalah saya tidak mengetahui kemana arah menuju Goa Jepang dari tempat saya berada!
(more…)


Agregator sederhana dengan Yahoo! pipes

04 May 2010 08:17:52 WIB, under category Blog Update

Yahoo! PipesAda 3 blog saya yang ingin saya masukkan ke dalam agregator milik CahAndong, namun saya tidak ingin membebani Kang Zamroni dengan memasukkan 3 URL yang berbeda, dan mungkin bisa bertambah jumlahnya.

Akhirnya saya manfaatkan Yahoo! Pipes untuk membuat sebuah agregator sederhana yang akan mengambil data dari RSS feed di ketiga blog yang saya kelola. Selanjutnya pipes ini akan menyortir entry terbaru (berdasar tanggal posting) dan mengirimkan hanya 9 output terbaru saja.

Saya kurang yakin apakah langkah keempat dalam alur piping di sebelah kiri ini ada gunanya atau tidak, agak malas ngotak-atik lagi hehe.

Enaknya Yahoo! Pipes ini adalah kita bisa memilih output yang diinginkan. Dalam hal ini saya memilih output dalam bentuk RSS, lalu saya grab dan bisa diakses dengan mudah dari alamat rss.sandalian.com :D

Jadi jika nanti saya nambah blog lagi, saya cukup memasukkan ke dalam pipe ini saja sebagai input awal dan output-nya akan otomatis menyesuaikan.

Beginilah kalau terlalu malas he..he..


Eksotisme Buah Kesemek

02 May 2010 19:55:27 WIB, under category Sejarah Gemblung

Ketika sedang jalan-jalan di sebuah swalayan di Yogyakarta, saya menemukan tumpukan buah berbedak di antara buah-buahan bertampang mulus lainnya. Saya jadi ingat, itu buah kesemek dan terakhir (dan pertama kali) makan adalah beberapa tahun yang lalu, ketika masih tinggal di Bantul. Lalu saya dan Puan Peri memutuskan untuk membelinya karena dia juga penasaran dengan buah tersebut.

Singkat cerita, kami jatuh cinta dengan buah satu ini. Meskipun tampangnya kurang menggoda, namun rasanya sungguh eksotis. Kombinasi manis dan sepat, serta kontur daging yang mirip dengan buah sawo, tapi rasanya mirip-mirip pepaya yang masih mengkal.
(more…)