Follow me not!


Penjual Bambu

30 June 2010 05:07:14 WIB, under category Sejarah Keren

Ketika pulang kampung kemarin, saya sampai di kota kelahiran saya dan turun dari bus sekitar jam 5 pagi kurang sedikit. Dari pemberhentian bus masih beberapa kilometer lagi untuk mencapai rumah saya. Karena masih cukup pagi, saya tidak ingin membangunkan kakak saya untuk sekedar menjemput. Toh saya nanti bisa naik ojek di jalan masuk ke desa tempat orang tua saya tinggal.

Setelah berjalan kaki sekitar setengah jam, saya sampai di jalan masuk menuju kampung saya. Ternyata pangkalan ojek masih sepi, dan tidak ada tanda-tanda kendaraan yang lewat. Akhirnya saya putuskan untuk berjalan kaki saja, toh hanya beberapa kilometer jaraknya.

Sambil berjalan kaki dan menikmati udara pagi yang sangat segar, saya sedikit bernostalgia dengan jalan yang saya lewati. Dahulu kala, ini jalan yang saya lewati sehari-hari untuk berangkat dan pulang sekolah. Sekarang jalannya di-cor beton karena aspal tidak mampu menahan pergerakan tanah yang labil.
(more…)


Pada sebuah bus dinihari

22 June 2010 08:14:30 WIB, under category Gak Penting

Tulisan ini aselinya saya tulis di ponsel saya pada tanggal 20 Juni dinihari, di dalam bis yang sedang melaju menuju kampung halaman saya. Sebenarnya ingin langsung saya publish, tetapi karena pulsa yang saya beli di Terminal Tirtonadi belum ada masuk akhirnya cuma tersimpan di Notes ponsel. Selamat membaca!

Saat ini saya sedang dalam perjalanan dari Solo ke Purwodadi, kampung halaman saya, dengan menumpang sebuah bus pada jam 3 pagi. Seperti rata-rata bus yang melalui rute ini, sebuah TV 14 inch dipajang di atas kepala supir agar bisa dilihat semua penumpang. Malam ini yang diputar adalah VCD dangdut dari sebuah grup bernama Palapa dari Jombang, Jawa Timur.

Sedang asyik menonton, datanglah sebuah SMS dari Alex penguasa Blangpidie. Ketika saya sedang membaca sms tersebut, mbak biduanita yang cantik dan berada di dalam layar televisi itu tiba-tiba berteriak ‘Mas Alex!’ sambil menggandeng salah satu pemain musiknya. Hahhaha saya kaget :D

Selanjutnya beberapa biduanita saling bergantian menyanyikan lagu-lagu dangdut, baik yang saya pernah dengar maupun yang belum.

Hingga kemudian seorang biduanita dengan kostum mirip Xena dan rambut laksana megaloman tampil ke panggung.  Musik mulai dimainkan, yaitu intro dari lagu The Final Countdown-nya Europe. Saya tidak kaget karena intro lagu ini memang cukup populer dan sering dicomot di beberapa penampilan panggung.

Yang membuat kaget adalah ketika saya baca keterangan judul lagu dan nama penyanyinya. Ternyata mbak Xena berambut megaloman tersebut benar-benar menyanyikan lagu The Final Countdown dalam irama dangdut! Saya jadi kembali merenung betapa dinamisnya negara ini :D

Kemudian tampil biduanita baru yang tadi belum sempat kelihatan manggung, menurut tulisan di layar televisi namanya adalah Mbak Ratna Dewi, badannya kecil dan berhidung mancung, serta matanya lebar seperti Siti Nurhaliza. Cantik dan menarik.

Lha kampret, tiba-tiba VCD dimatikan oleh kondektur bis dan diganti dengan VCD karaokenya Mbak Rita Sugiarto :(


Hadiah Ulang Tahun

20 June 2010 07:58:45 WIB, under category Sejarah Keren

Kalau ditanya apa hadiah ulang tahun paling berkesan tahun ini, jawabannya sederhana. Yaitu munculnya kampung saya di Google Maps dengan tampilan yang jauh lebih jelas dari sebelumnya :D


View Larger Map

Semaleman bernostalgia tentang sungai, kuburan, sawah dan tempat-tempat lainnya yang sering saya jadikan tujuan bermain waktu kecil, atau sekedar berburu burung menggunakan ketapel. Sadis? Tenang saja, seumur-umur peluru ketapel saya baru satu kali saja mengenai burung. Itupun burungnya terbang lagi!


Candi Sukuh di Purwodadi?

19 June 2010 03:38:40 WIB, under category Sejarah Keren,To Think Of

Saya tadi sedang kelayapan di dunia antah-berantah, kemudian menemukan tautan dari sebuah website dari Belanda yang menyimpan banyak foto-foto dari jaman kolonialisme.

Iseng saya masukkan kata kunci “grobogan”, nama kabupaten tempat orang tua saya tinggal, dan kagetlah saya karena ada 28 foto yang muncul di halaman tersebut. Dan yang paling bikin saya penasaran adalah munculnya foto sebuah candi dengan keterangan “Tempel te Soekoeh bij Poerwodadi” atau “Candi Sukuh di Purwodadi”.

Candi Sukuh

Saya jadi penasaran, jangan-jangan orang Belanda ini salah dalam memasukkan kategori foto atau mungkin dahulu kala negatif fotonya tertukar dengan dokumentasi perjalanannya ke Tawangmangu? Atau bisa jadi ada cerita berbeda mengenai candi ini yang tidak saya ketahui.

Saya  telah meninggalkan komentar di halaman tempat foto tersebut ditampilkan, semoga ada balasan.

Note: gambar di atas merupakan screenshot layar dari tampilan halaman ini, foto Candi Sukuh pada tahun 1930.


Global Positioning System

16 June 2010 03:16:06 WIB, under category Sejarah Keren

i-GotU GPS Logger & SE M600iSaya termasuk manusia dengan sistem navigasi jelek. Meskipun telah melewati suatu jalur berkali-kali –apalagi kalau nebeng atau mbonceng– tidak akan menjamin bahwa saya ingat jalan tersebut, terlebih lagi jika di tempat-tempat baru. Karena itu saya sangat menggemari teknologi positioning karena teknologi tersebut sangat membantu saya.

Asyiknya, saya tidak butuh perangkat GPS mahal-mahal untuk memanfaatkan teknologi positioning tersebut. Saya cukup menggunakan ponsel yang diinstal Google Maps di dalamnya dan saya ready to go. Bahkan ponsel tidak perlu ada modul GPS di dalamnya, bisa segala jenis ponsel selama bisa diinstal Google Maps karena Google Maps menggunakan teknologi Location Based Service.

Kemudian beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan modul GPS merk i-GotU dari My Digital Life sebagai hadiah kuis. Perangkat ini hanya berfungsi sebagai data logger dan modul GPS, jadi sama sekali tidak ada layar untuk melihat-lihat sesuatu. Tombolnya saja cuma satu, bulet gede di tengah :D
(more…)