26 February 2011 07:11:28 WIB, under category Gak Penting
Pagi hari, belum sempat tidur, Puan Peri bilang kalau lapar. Karena sedang kehabisan cabe sehingga tidak bisa memasak apa-apa, saya menawarkan untuk membeli makanan di pasar yang tidak terlalu jauh dari rumah.
Pulang dari pasar, saya mendapatkan tiwul seharga seribu rupiah yang cukup untuk memenuhi perut:
Dan istri tercinta mendapatkan gudeg dengan paha ayam yang besar:
Sekarang sudah kenyang, saatnya kembali ke peraduan. Selamat beristirahat.
09 February 2011 00:29:23 WIB, under category Sejarah Keren
Namanya William Kamkwamba, remaja dari Malawi yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena keluarganya tidak mampu membayar biaya pendidikan sebesar 80 dolar Amerika per tahun. Sejak saat itu dia sering mengintip ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, hingga akhirnya diusir oleh guru kelas tersebut.
Suatu hari –pada umur 14 tahun– William menemukan buku berjudul “Using Energy” di perpustakaan sebuah sekolah dasar yang sering ia kunjungi di desanya. Dengan buku tersebut, William membangun sebuah kincir angin pertamanya tanpa pengetahuan teknis apa-apa. Pembuatan kincir angin memanfaatkan barang-barang yang ia temukan di sekitarnya seperti pipa plastik, sepeda rusak, kipas traktor dan sejumlah kawat. Sedangkan towernya dibangun menggunakan cabang pohon yang disusun sedemikian rupa.