04 Mar 2008 14:39:44 WIB,under category Sejarah Keren (506 views)
Pada suatu pameran kebudayaan di JEC saya menuju ke anjungan Propinsi Papua. Selain melihat-lihat desain primitif dan hasil kerajinan tangan yang menarik, saya sempat ngobrol dengan bapak penjaga anjungan tersebut. Beliau bercerita tentang keindahan Papua dan kekayaan yang terkandung di dalamnya.
Tak hanya bercerita, beliau juga mengeluarkan botol kecil dari plastik berdiameter 2 cm-an dari dalam dompetnya. Dibuka tutupnya dan isinya dituangkan ke atas telapak tangannya, buliran-buliran emas alam yang ada di dalam botolpun bertebaran di telapak tangan beliau.
Butiran paling besar berukuran sebiji kacang ijo, sementara yang paling kecil berukuran... Itu, seukuran upil yang paling besar yang bisa Anda dapatkan dari hidung Anda, bentuknya juga masih ga jelas gitu. Ajaibnya, semua itu --kata bapak itu-- bisa didapatkan hanya dengan masuk hutan dan ceker-ceker tanah saja!
Saya shock.. Ceker-ceker tanah bisa dapet emas, gimana kalau nggali?? Kalau saya ceker-ceker tanah di emperan, paling banter cuma dapet kotoran kucing yang ketimbun pasir T_T
Lalu beliau melanjutkan cerita tentang seorang penduduk Papua yang masuk ke hutan bawa ember selama dua minggu dan begitu keluar ember itu sudah penuh dengan emas. Kemudian sampai kota ember itu dibawa masuk ke dealer mobil dan dia keluar dengan mobil terbaru, tanpa ember. Wow!
Betul-betul tanah surga Nusantara ini. Jika di ujung sana banyak emas berserakan di dalam tanah, maka di tanah Jawa juga banyak pusaka-pusaka kuno berserakan di dalam tanah yang menunggu pemiliknya datang menjemput he.he. Lalu, adakah yang bersedia memberi saya keris? Secara saya dari dulu pengen punya keris ha.ha.
Eh iya, foto di atas ngambil dari Wikipedia. Bentuk asli emas yang ditunjukkan ke saya waktu itu nggak seperti gambar di atas. Tapi bener-bener kayak upil kering dari hidung, dengan berbagai ukuran.
Esmeralda
04 Mar 2008 14:55:10ndoro kakung
04 Mar 2008 15:52:48jangan-jangan itu bukan emas, tapi upilnya si bapak yang dikeringkan, ndal? mestinya kamu jilat dulu untuk membuktikan keasliannya. kalau rasanya pahit campur asem, berarti upil.Ooo jadi rasa upil itu asin pahit ya?
Kok Pakdhe tau???venus
04 Mar 2008 16:28:10iya, jangan2 memang upil. ihh....jorok!!! :DGun
04 Mar 2008 17:43:44Huff, orang Endonesa ceker-ceker tanah, yang nggalinya para bule perusahaan asing. :lol:
*gara-gara kontrak konyol pemerintah*Ivan
04 Mar 2008 17:46:31harusnya dipoto upilnya eh emasnyaAndrew Anandhika
05 Mar 2008 00:10:18duh... pingin kesana lagi... udah kaya.,.. pemandangan bagus.... nggak ada polusi... harga ikan murah....
sayangnya kita yang ada di Jawa masi ngasi stigma kalo mereka yang ada disana itu terbelakang dan belum pake baju tanpa tau mereka disana lebih kaya daripada kita...hamlennon
05 Mar 2008 00:34:27Cuma ceker2 tanah aja uda bisa dapat? Kayaknya mustahil banget deh. Klo memeng benar seperti itu, sungguh luar biasa kadar (cut of grade) dari zone tersebut.Pasti para kapitalis itu sudah dari dulu bisa dapetinnya. Bayanngin aja, Grasberg yang ada di dekat puncak tertinggi di Papua aja bisa ada Freeport disana. Dan dengan semua pengolahan yang tercanggih dan mahal saja di Freeport dalam satu ton kita baru bisa dapat emas satu sendok teh. Jadi, kayaknya ga banget deh klo cuma ceker2 kita bisa dapat. Apapun itu Freeport harus menjadi milik Inlander, sekarang untuk selamanya!!! Viva Tambang.Saya juga kurang tahu kebenarannya mas. Saya cuma menuliskan apa yang bapak dari Papua itu ceritakan ke saya.bokapnya EL
05 Mar 2008 08:31:31papua penuh emas, tapi rakyatnya masih bnyk yg sengsara*tendang freeport dr tanah papua (ngompor mode : on)unai
05 Mar 2008 09:41:24uhuk upil kering ??? emang yang kering lebih enak daripada yupil basah :Pwaterbomm
05 Mar 2008 10:14:41No comment
-pesen tiket ke papua, sambil bawa ember dari rumah-masmoemet
05 Mar 2008 11:16:08ngikutin waterbomm tapi bawa ember sendiriMas, nitip ember dua ya..
Saya tunggu di Jogja saja :Dpaydjo
05 Mar 2008 11:40:35ceker2nya di gudangnya freeport kalee.
trus yg bawa ember itu presdirnya freeport ya wajar.
* kaborr ke papua bawa gentong *Zee
05 Mar 2008 11:43:07Wah klo di tanah jawa mgkn udah habis dikerokin, kan penduduknya lbh banyak dr di Papua.
Ini di daerah mana nie Mas? Jayapura ato dimana?Kurang tau Papua-nya sebelah mana, si Bapak ga mau njelasin lebih lanjut :DNazieb
05 Mar 2008 15:23:25Walah, orang Papua ngupil dapet emas?
*lagi-lagi ndak fokusjumawa
05 Mar 2008 16:06:02wew itu menandakan orang papua gak lebih serakah dari orang jawa
*masa sih??*adipati kademangan
05 Mar 2008 16:56:15tanah kita memang tanah surga
Gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjosawali tuhusetya
05 Mar 2008 22:21:37kalau saja semua kekayaan nusantara itu bisa dieksplorasi secara maksimal untuk kepentingan rakyat, wah, alangkah makmurnya hidup di sebuah negeri yang bernama indonesia.rumahkayubekas
06 Mar 2008 08:18:38Dan jangan- jangan sekiankekayaan kita inidimanfaatkan hanya untuk kepentingan segelintir orang sajaannots
06 Mar 2008 10:13:20Loh bukane dikosmu ketok2 pintu juga dapet mas?Ada mas sandal, mas diman, dll
*barusan saya ngomong apa ya*anton ashardi
06 Mar 2008 20:41:34wah...udah tau blom alamat bapak yang jaga ajungannya??
bisa disatronin tuh...
* sambil tata2 alat *The Cosmo
09 Mar 2008 09:17:37Wihh....
Andai disini ada emastai kucingkaya gitu, mesti aku dah punya akses internet unlimited...
Mau mau...
Yeni Setiawan
A happy living programmer and Opera (browser) lover. When you know me more, you will hate me more. Please beware..
No Copyright 2006 - 2008 sandalian.com. You're granted rights to use any resources from this place freely!
tak kirain aseli Hon...
kalo aseli segitu...
wah...
yuk, ngerampok yuk