Dari Pengki, saya mendapatkan link ke salah satu halaman WordCamp Filipina, disitu dituliskan salah satu definisi blogger. Iya, blogger dengan dua huruf “g”, karena bloger dengan satu huruf “g” adalah hasil utak-atik gak mutu ala Cahandong. Berikut cuplikan dari paragraf kedua:
It would have to be a place big enough to accommodate around 100 to 150 bloggers (blogger = person + Internet-enabled gadget).
Jadi satu blogger dalam hitungan mereka adalah satu orang beserta perlengkapan untuk online (misalnya mGooi)
Baru saja saya lihat tayangan KIA X Games Asia di ESPN. Kebetulan yang saya lihat adalah lomba wall climbing putra dan sepintas saya lihat ada wajah Indonesia di antara peserta lomba dan saya-pun merapat ke televisi. Sepertinya babak semi-final sudah dimulai.
Ternyata memang benar, di semi-final ada dua peserta dari Indonesia, satu bule dan satu dari Hongkong. Dalam perlombaan wall climbing untuk kategori speed tersebut akhirnya dimenangkan oleh pemanjat dari Indonesia yaitu Abu Dzar Yulianto, sedangkan Galar Pandu Asmoro menempati peringkat ketiga setelah pemanjat dari Hongkong.
Bahkan untuk kelas speed putri, juara satu dan dua disabet oleh pemanjat dari Indonesia yaitu Evi Neliwaty dan Etti Hendrawati. Yang menarik adalah Etti Hendrawati ini adalah pemanjat yang mengenakan jilbab serta mengenakan kaos lengan panjang dan celana panjang. Tadinya saya berpikir apakah pakaian itu tidak menghambat gerakan dia? Tapi ternyata lincah sekali saudara-saudari!
Yang membuat saya tersenyum adalah ketika Abu Dzar Yulianto ini diwawancarai oleh reporter ESPN (sepertinya berasal dari China) yang berkulit putih dan mengenakan gaun merah seperti Lady Bond (kontras dengan pemanjat Indonesia yang berkulit gelap dan sedikit berjenggot ala anak muda jaman sekarang serta berkostum sport). Waktu itu mbak reporter bertanya bagaimana perasaannya, dan Abu Dzar Yulianto menjawab dengan logat Jawa:
Very happy.. very happy.. Ya.. very good lah.
Very inspiring, membuat ngantuk saya hilang di sore ini
Dalam acara Maiyahan bersama Cak Nun dan Kyai Kanjeng semalam di Kasihan (Bantul) terdapat sesuatu yang cukup istimewa. Acara yang biasanya dibuka oleh grup musik tamu tadi malam dibuka langsung oleh Cak Nun bersama Kyai Kanjeng. Setelah acara pembukaan, Cak Nun bersama Kyai Kanjeng kemudian melantunkan lagu Malam Kudus di mana liriknya diganti dengan Shalawatan, penonton pun kaget.
Setelah itu Cak Nun menyampaikan bahwa malam tersebut adalah acara peringatan ulang tahun Kyai Budi Harjono, seorang ulama NU yang biasa hadir di acara ini dan sering adu ejekan mesra dengan Pak Harwanto Dahlan, dosen UMY yang beraliran Muhammadiyah.
Selain mereka hadir pula Ian L Betts (penulis buku Jalan Sunyi Emha), 5-6 tamu muslim dari Australia, Untung Basuki (pimpinan kelompok musik SABU, seorang Katolik taat yang menciptakan lagu mars MTQ), seorang pastur (lupa namanya) dan ribuan anggota jamaah Maiyah.
Setelah Cak Nun berdialog dengan para tamu dari Australia, Cak Nun juga mempersilahkan jamaah untuk saling bertanya dan mengemukakan pendapat. Topik bahasan tadi malam adalah tentang kenaikan BBM. Kemudian para tamu yang hadir juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan mereka.
Setelah itu giliran Pak Harwanto Dahlan gojek kere dengan Kyai Budi. Juga grup musim gambus dari Semarang yang membawakan lagu-lagu khas padang pasir yang beberapa di antaranya membuat saya sangat mengantuk.
Pada akhir acara, seluruh jamaah mendapat jamuan dari Kyai Budi berupa nasi dengan lauk ala kadarnya sebanyak 250 nampan. Lumayan kenyang untuk mengganjal perut pada jam 2 pagi
Besok tanggal 6 dan 7 Mei, Cahandong (Komunitas blogger Yogyakarta) akan mengadakan beberapa kegiatan tentang blog di National IT eXpo (NIX) yang mengambil tempat di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.
Kegiatan tersebut meliputi workshop blogging, talkshow dan lomba live blogging yang berhadiah total 5 juta rupiah. Dan ajaibnya, semua kegiatan tersebut free of charge alias gratis dan tidak ada biaya-biaya siluman sama sekali. Bagi yang tertarik, silahkan menuju ke http://kompetisi.cahandong.org/nix-08/.
Dari Boingboing saya mendapatkan kabar bahwa seorang artis seniwati muda dan cantik bernama Phoebe Washer yang tinggal di San Fransisco meninggal dunia karena jatuh ke dalam jurang setinggi 150-200 kaki (+ 45-60 meter) ketika hiking bersama temannya.
Saya jadi teringat awal-awal hobi naik gunung jaman SMU dulu. Orang tua saya selalu khawatir dan membujuk saya untuk menjauhi hobi yang kata orang-orang berbahaya itu. Namun akhirnya saya berhasil meyakinkan ibu saya bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Juga saya paparkan tentang jumlah kematian di jalan raya yang jumlahnya lebih banyak daripada jumlah kematian di gunung.
Eh, bukankah Gie juga mati di gunung? Meskipun belum jelas dia benar-benar jatuh karena kecelakaan ataukah dibunuh namun hal ini jadi membuat saya berpikir tentang kematian di gunung..
Tenang Mas, Mbak.. Saya tidak ada rencana untuk mati di gunung meskipun sebenarnya gunung adalah tempat yang indah untuk menyerahkan nyawa kembali kepada pemiliknya.
Yang jelas saya juga jengkel kepada seseorang yang bunuh diri dengan menenggak baygon di dalam tenda di puncak Gunung Lawu beberapa tahun yang lalu. Kalau mau bunuh diri mbok ya di tempat umum saja, biar ga terlalu merepotkan kala dilakukan evakuasi.
Selamat jalan Mbak Phoebe..
Berkaitan dengan postingan saya yang berjudul Tiga Larangan dan menghasilkan ucapan-ucapan ulang tahun termasuk dari Paman Tyo, maka dengan ini saya menyatakan bahwa saya seorang gemini sehingga belum saatnya berulang tahun.
Terima kasih buwat yang sudah memberi ucapan, saya sangat senang mendapatkannya ^_^
Berikut kutipan dari halaman web Indocommit yang memuat pernyataan Roy Suryo mengenai kasus defacing situs Depkominfo dan Partai Golkar:
Namun, lanjutnya, ada juga blogger yang negatif, seperti Enda Nasution. Roy menuding kemungkinan besar Enda Cs berada dibalik ‘serangan’ terhadap situs Depkominfo dan Partai Golkar.. more »
Ini adalah suatu penyerangan secara pribadi tanpa bukti yang jelas. Ditambah lagi dengan pemuatan pernyataan-pernyataan sepihak oleh Roy Suryo di Kompas tanpa adanya cross check dengan pihak blogger membuat berita menjadi tidak berimbang. Kenapa media sebesar Kompas bisa seperti itu? Untung kost saya sudah tidak langganan Kompas!

kabur sebelum ditangkep sandal…
SANDAL’s NOTE: Entry ini dibuat oleh seseorang yang mengira hari ini adalah tanggal 1 April. Makanya, kalo malem itu tidur doooong :p