Follow me not!


Pada sebuah bus dinihari

22 June 2010 08:14:30 WIB, under category Gak Penting

Tulisan ini aselinya saya tulis di ponsel saya pada tanggal 20 Juni dinihari, di dalam bis yang sedang melaju menuju kampung halaman saya. Sebenarnya ingin langsung saya publish, tetapi karena pulsa yang saya beli di Terminal Tirtonadi belum ada masuk akhirnya cuma tersimpan di Notes ponsel. Selamat membaca!

Saat ini saya sedang dalam perjalanan dari Solo ke Purwodadi, kampung halaman saya, dengan menumpang sebuah bus pada jam 3 pagi. Seperti rata-rata bus yang melalui rute ini, sebuah TV 14 inch dipajang di atas kepala supir agar bisa dilihat semua penumpang. Malam ini yang diputar adalah VCD dangdut dari sebuah grup bernama Palapa dari Jombang, Jawa Timur.

Sedang asyik menonton, datanglah sebuah SMS dari Alex penguasa Blangpidie. Ketika saya sedang membaca sms tersebut, mbak biduanita yang cantik dan berada di dalam layar televisi itu tiba-tiba berteriak ‘Mas Alex!’ sambil menggandeng salah satu pemain musiknya. Hahhaha saya kaget :D

Selanjutnya beberapa biduanita saling bergantian menyanyikan lagu-lagu dangdut, baik yang saya pernah dengar maupun yang belum.

Hingga kemudian seorang biduanita dengan kostum mirip Xena dan rambut laksana megaloman tampil ke panggung.  Musik mulai dimainkan, yaitu intro dari lagu The Final Countdown-nya Europe. Saya tidak kaget karena intro lagu ini memang cukup populer dan sering dicomot di beberapa penampilan panggung.

Yang membuat kaget adalah ketika saya baca keterangan judul lagu dan nama penyanyinya. Ternyata mbak Xena berambut megaloman tersebut benar-benar menyanyikan lagu The Final Countdown dalam irama dangdut! Saya jadi kembali merenung betapa dinamisnya negara ini :D

Kemudian tampil biduanita baru yang tadi belum sempat kelihatan manggung, menurut tulisan di layar televisi namanya adalah Mbak Ratna Dewi, badannya kecil dan berhidung mancung, serta matanya lebar seperti Siti Nurhaliza. Cantik dan menarik.

Lha kampret, tiba-tiba VCD dimatikan oleh kondektur bis dan diganti dengan VCD karaokenya Mbak Rita Sugiarto :(


Mendinginkan Greensand Dengan Air Dispenser

28 April 2010 05:22:23 WIB, under category Gak Penting

Sebelum berangkat kerja tadi saya mampir membeli satu kaleng Greendsand dingin, rencananya untuk dinikmati sambil mengerjakan gawean. Sampai di kantor, ternyata sudah ada satu botol besar Coca Cola yang sudah terbuka. Jadinya saya minum Coca Cola dulu.

Ndilalah karena kembung, saya lupa bahwa ada Greensand di dalam tas. Tengah malam baru saya cek dan sudah tidak dingin lagi. Mana enak minum greensand anget?? #huft

Lalu saya ambil air dingin dari dispenser, saya campur garam, dan rendam kaleng Greensand selama beberapa menit.

Voila, Greensand dingin pun siap dinikmati.

Oh iya, ide ini saya dapatkan beberapa malam yang lalu dari Youtube. Hanya saja di Youtube menggunakan es batu, bukan air dingin dari dispenser :D


Cop Out – Yes, Out!

27 April 2010 05:51:22 WIB, under category Gak Penting

Jika Anda penggemar film action, saya sangat tidak menyarankan Anda untuk menonton film ini. Adegan paling keras yang dilakukan Bruce Willis di film ini adalah ditabrak mobil dan memanjat jendela. SRSLY.


Batu Merah Delima

09 April 2010 05:45:17 WIB, under category Gak Penting

Bagi Anda yang belum mengetahui, batu merah delima (beberapa menulis batu mirah delima) yang saya maksudkan adalah sebutir batu yang dipercaya mempunyai kekuatan khusus/ghaib. Tapi bukan kekuatan tersebut yang akan saya bahas di sini, itu di luar domain saya :)

Yang menarik perhatian saya adalah bagaimana batu tersebut bisa berpendar mengeluarkan cahaya merah begitu terkena air. Iya, “menyala” begitu saja seolah-olah ada baterai dan bohlam di dalamnya.

Gambar di sebelah adalah salah satu foto yang saya ambil dari blog pusatpusaka yang menampilkan bagaimana batu tersebut berpendar. Tadinya saya ingin menggunakan kata berpijar, tetapi sepertinya kata berpijar mengandung konotasi panas/menyala.

Saya memang belum pernah memegang batu tersebut secara langsung, tetapi dari video dan foto yang saya lihat baik di televisi maupun di internet, it amazes me. Saya kagum bin gumun.

Sudah adakah ahli fisika (bukan metafisika) yang menyelidiki bagaimana batu ini bisa menyala? Matematikawati satu ini menanggapi pertanyaan saya tersebut dengan kemungkinan adanya zat apa gitu –saya cari di arsip twitter gak ketemu– yang memang bisa terbakar ketika bertemu air. Tetapi yang menjadi antitesis dari tanggapan tersebut adalah sepertinya batu merah delima ini tidak menjadi panas dan tidak ada bagian yang menjadi abu, sehingga kemungkinan tidak terjadi proses pembakaran.

Pancaran cahaya inilah yang biasanya dijadikan tolok ukur “kesaktian” batu ini. Semakin banyak dia bisa menerangi gelas air yang di jajar di sekitarnya, semakin tinggi nilai batu ini.

Oh iya, saya pernah melihat seorang pedagang di pasar Klithikan –ketika masih di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta– memajang tulisan di atas selembar kardus menawarkan batu merah delima ini dengan harga –biasanya disebut mahar, agar tidak diartikan sebagai jual beli komersil– 1 milyar rupiah.

Eh tunggu, ternyata di sini harganya 10 kali lipat. Wow.


Hello Earth!

17 February 2010 19:24:32 WIB, under category Gak Penting

Birdie

Bukan, saya bukan dari luar angkasa kok.


Power Adapter Lagi

28 September 2009 18:21:46 WIB, under category Gak Penting

Setelah beberapa tahun yang lalu PC saya tersambar petir dan rusak PSU-nya, lalu beberapa bulan yang lalu Macbook yang saya gunakan rusak power adapternya, sekarang giliran power adapter notbuk Compaq yang saya gunakan putus kabelnya.

Saya membaca di beberapa forum luar negeri, banyak yang bilang bahwa power adapter tersebut tidak bisa dibongkar dan sebaiknya beli baru saja karena jika dibuka bisa berbahaya. Saya tidak percaya begitu saja, saya tahu bahwa sangat mungkin akan ada bule pekok yang membuka power adapter tersebut dalam keadaan nyolok ke listrik. Maka dibuatlah peringatan untuk tidak membuka box power adapter tersebut.

Karena pisau lipat saya terlalu imut untuk digunakan mencongkel boks power adapter, akhirnya saya gunakan obeng minus dan satu gembok besar sebagai pemukulnya. Dalam beberapa menit saja sudah terbuka box power adapter tersebut.

terbongkar

Setelah sambung kabel sana-sini, balut dengan pembalut selotip plastik, maka jadilah power adapter tersebut bisa digunakan kembali.

done

Untung ada multimeter di kantor hihi..


Satu Lagu Berbagai Rasa

20 January 2009 07:56:08 WIB, under category Gak Penting

Saya tidak punya kriteria aneh-aneh untuk suatu musik/lagu agar bisa saya sukai, pun juga saya tidak pilih-pilih kategori musik/lagu. Yang penting asyik di telinga saya, maka jadilah dia musik/lagu yang saya suka. Saya akan lebih tertarik jika lagu tersebut dinyanyikan oleh beberapa orang dengan style yang berbeda.

Misalnya lagu Fly Me To The Moon, saya menyimpan versi Frank Sinatra, Utada Hikaru dan satunya entah siapa yang menyanyikan (digunakan di anime Evangelion). Begitu juga untuk lagu Girl From Ipanema, Por Una Cabeza dan beberapa lainnya.

Tak ketinggalan lagu-lagu yang dinyanyikan ulang oleh grup musik Gregorian dengan irama ala nyanyian gereja. Soal ‘ala nyanyian gereja’ itu saya rada ngawur, saya ga tau pasti itu irama gereja atau bukan karena saya belum pernah masuk ke gereja kecuali ketika motret acara pernikahan beberapa tahun yang lalu dan berteduh di empernya ketika kehujanan.

Sebenarnya saya juga mendapatkan tugas dari Mbak Shinta tetapi malah saya posting apa yang terlintas di kepala ini terlebih dahulu. Sudah tersimpan di draft tetapi belum saya publish, tunggu ya Mbak :)


Tidak ada yang mencari cinta

29 December 2008 03:01:30 WIB, under category Gak Penting

Malam ini saya bermaksud menulis tentang hewan, manusia dan dewa. Tapi tukang jalan-jalan ini malah mengguyur otak saya dengan romantisme kata-kata. Mulai dari musikalisasi sajak Sapardi Djoko Damono sampai Sri Ajati, perempuan yang membuat Chairil menorehkan kata-kata mesranya.

Saya jadi teringat sajak ‘Senja di Pelabuhan Kecil’, yang saya sukai sejak pertama kali saya baca. Begitu dalam, seperti orang yang sedang menghadapi maut dan dalam keputus asaan-nya dia menulis. Sayangnya perasaan ini tidak bisa dibagi, maka silahkan Anda baca sendiri, rasakan sendiri :D

Bagi saya, perasaan ketika membaca larik-larik itu sama seperti ketika mendengarkan refrain lagu Por Una Cabeza. Di situ ada cinta, derita, harapan dan segala macam perasaan. Seperti galau-nya Yesus di malam terakhirnya.


Sesuatu di Langit

26 December 2008 02:37:50 WIB, under category Gak Penting

Sejak kecil, saya tinggal di suatu desa yang baru terjangkau listrik ketika saya berumur 7 tahun. Hiburan tiap malam adalah menggelar tikar di pekarangan, menyaksikan bintang di langit sambil mendengar ibu bercerita tentang bintang-bintang di langit itu berdasarkan apa yang beliau dapat dari guru di SR dulu.

Ada dua hal yang masih saya ingat sampai sekarang. Yang pertama adalah ketika saya melihat komet untuk pertama kalinya. Komet itu bergerak dari horizon satu ke horizon lainnya sampai hilang tertutup pohon-pohon bambu yang waktu itu masih banyak terdapat di sekitar rumah.

Sedangkan yang kedua, saya ga tau apa namanya. Ketika sedang menyaksikan pentas dangdut pada suatu perayaan tujuh belasan di balai desa, saya lebih memilih memandang langit daripada memandang penyanyi dangdut yang berdandan seksi.

Di langit saya lihat sesosok seperti komet tetapi berwarna kuning kemerah-merahan (tidak hijau kebiruan seperti komet yang saya lihat pertama kali). Meluncur sangat cepat dan langsung terpecah menjadi lima bagian dan berpencar ke arah yang berbeda-beda dan hilang begitu saja.

Udah, gitu aja.


Flashdisk Keren

23 December 2008 17:05:25 WIB, under category Gak Penting

USB Flash Disk TwinMos 128 Megabytes

Gara-gara postingan Om Riyogarta di plurk tentang flashdisk, saya jadi kepikiran untuk posting tentang flashdisk saya ini.

Ini flashdisk yang pertama saya punya, belinya di Ramai Mall (Malioboro) lantai atas seharga 155 ribu rupiah sekitar 3-4 tahun yang lalu. Kapasitasnya cuma 128 mb tetapi waktu itu saya pikir sudah cukup.

Yang paling saya suka adalah adanya tombol write protect di salah satu sisinya. Fitur write protect ini sangat bermanfaat ketika membersihkan virus yang ada di komputer teman yang menggunakan OS Windows tanpa takut file-file di dalam flashdisk terhapus atau tertular virus.

Kenapa flashdisk sekarang jarang dilengkapi fitur ini ya? Apakah demi penghematan biaya produksi? Semoga ada karyawan pabrik flashdisk yang membaca tulisan saya ini :D


Older Posts »