<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Follow me not! &#187; Sejarah Gemblung</title>
	<atom:link href="http://the.sandalian.com/category/sejarah-gemblung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://the.sandalian.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 22:08:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Eksotisme Buah Kesemek</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/eksotisme-buah-kesemek.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/eksotisme-buah-kesemek.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 12:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[kesemek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang jalan-jalan di sebuah swalayan di Yogyakarta, saya menemukan tumpukan buah berbedak di antara buah-buahan bertampang mulus lainnya. Saya jadi ingat, itu buah kesemek dan terakhir (dan pertama kali) makan adalah beberapa tahun yang lalu, ketika masih tinggal di Bantul. Lalu saya dan Puan Peri memutuskan untuk membelinya karena dia juga penasaran dengan buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika sedang jalan-jalan di sebuah swalayan di Yogyakarta, saya menemukan tumpukan buah berbedak di antara buah-buahan bertampang mulus lainnya. Saya jadi ingat, itu buah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesemek">kesemek</a> dan terakhir (dan pertama kali) makan adalah beberapa tahun yang lalu, ketika masih tinggal di Bantul. Lalu saya dan <a href="http://blog.perikecil.com">Puan Peri</a> memutuskan untuk membelinya karena dia juga penasaran dengan buah tersebut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-511" title="kesemek1" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/05/kesemek1.jpg" alt="" width="550" height="425" /></p>
<p>Singkat cerita, kami jatuh cinta dengan buah satu ini. Meskipun tampangnya kurang menggoda, namun rasanya sungguh eksotis. Kombinasi manis dan sepat, serta kontur daging yang mirip dengan buah sawo, tapi rasanya mirip-mirip pepaya yang masih mengkal.<br />
<span id="more-510"></span><br />
Hari ini kami mampir mencari buah Kesemek (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diospyros_kaki">Diospyros kaki</a>) lagi. Satu kilo harganya cuma Rp. 5000, sangat jauh di bawah harga buah-buah bertampang menarik lainnya. Agak geli ketika membayarnya, nenteng sekantung plastik namun dengan harga yang cukup murah. Kalau saya baca di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesemek">Wikipedia</a>, Kesemek bernilai tinggi di Jepang dan China. Kenapa di Indonesia harganya sangat rendah?</p>
<p>Mungkin jika kesemek dicuci dulu sebelum dijual (saat ini Kesemek dijual dalam keadaan berbalur kapur, untuk menghilangkan rasa sepatnya), kemudian dihembuskan cerita-cerita untuk mendongkrak popularitasnya, saya yakin harganya bisa jadi lebih baik. </p>
<p>Cerita yang saya maksud misalnya adalah jaman dulu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ken_Dedes">Ken Dedes</a> sering makan buah Kesemek untuk menjaga kecantikannya, juga membentuk betisnya menjadi indah sehingga <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ken_Dedes">Ken Arok</a> tergila-gila. Tentu cerita tersebut akan membuat buah ini banyak diburu oleh nona-nona yang umumnya akan melakukan banyak cara untuk mencapai kesempurnaan <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-512" title="kesemek2" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/05/kesemek2.jpg" alt="" width="550" height="480" /></p>
<p>Ketika memakan buah Kesemek ini saya baru nyadar bahwanya sangat kecil, kurang lebih sebesar biji buah tomat. Apa karena berbiji kecil maka Kesemek menjadi kurang populer? Sedangkan Durian cukup populer karena bijinya gede-gede? Ah tendensius sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/eksotisme-buah-kesemek.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Kaset Yang Tersimpan</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/dua-kaset-yang-tersimpan.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/dua-kaset-yang-tersimpan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 13:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Ketika iseng narik-narik beberapa buku dari rak, pandangan saya terbentur pada beberapa kaset yang juga tergeletak di atas rak di antara buku-buku. Ada empat kaset, namun dua ini yang mendadak memberi inspirasi untuk menulis. Sebelah kiri kaset group band Libero, pertama kali saya melihat video klip mereka di TVRI, judul lagu yang dinyanyikan Dia Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="dua kaset itu" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2009/12/kaset.jpg" alt="dua kaset itu" width="500" height="370" /></p>
<p>Ketika iseng narik-narik beberapa buku dari rak, pandangan saya terbentur pada beberapa kaset yang juga tergeletak di atas rak di antara buku-buku. Ada empat kaset, namun dua ini yang mendadak memberi inspirasi untuk menulis.<br />
<span id="more-484"></span><br />
Sebelah kiri kaset group band Libero, pertama kali saya melihat video klip mereka di TVRI, judul lagu yang dinyanyikan Dia Tak Tahu. Saya langsung suka dengan musiknya. Keesokan harinya ketika saya jalan-jalan di suatu pusat perbelanjaan, saya lihat di toko CD dan kaset ada kaset ini. Langsung saya beli, padahal saya tidak punya tape player.</p>
<p>Yang kedua adalah Core of Soul, saya melihat penampilan mereka di TVRI juga. Mainnya keren, nge-soul. Besoknya saya <em>ndilalah</em> pas jalan-jalan ke dekat toko kaset, langsung mampir dan lihat kaset ini. Lagi-lagi saya beli, padahal saya masih belum punya tape player.</p>
<p>Hingga saat ini kedua kaset tersebut masih tersimpan dengan rapi, masing-masing baru saya putar di bawah lima kali. Tetap saja saya belum punya tape player hingga saat ini.</p>
<p>Lalu kenapa saya beli kaset-kaset tersebut? Entahlah, tapi saya suka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/dua-kaset-yang-tersimpan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Art of Ngamen</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/the-art-of-ngamen.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/the-art-of-ngamen.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 09:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, bis Solo-Jogja melaju dengan kecepatan sedang, penumpang terkantuk-kantuk bosan. Bis berhenti di perempatan lampu merah, seorang pengamen bergitar naik, penumpang mulai resah harus mengeluarkan recehan untuk kesekian kalinya. Di dalam bus, pengamen berjalan ke depan, hanya sedikit penumpang yang melirik, lainnya asyik dengan kantuknya atau suara-suara yang mengalun dari earphone mereka. &#8220;Selamat malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu malam, bis Solo-Jogja melaju dengan kecepatan sedang, penumpang terkantuk-kantuk bosan. Bis berhenti di perempatan lampu merah, seorang pengamen bergitar naik, penumpang mulai resah harus mengeluarkan recehan untuk kesekian kalinya.</p>
<p>Di dalam bus, pengamen berjalan ke depan, hanya sedikit penumpang yang melirik, lainnya asyik dengan kantuknya atau suara-suara yang mengalun dari earphone mereka.</p>
<p>&#8220;Selamat malam Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, numpang ngamen. Tapi saya ngamen bukan sembarang ngamen karena saya akan ngamen dengan gratis!&#8221;, penumpang menoleh, penasaran.<span id="more-411"></span></p>
<p>&#8220;Saya tidak akan meminta apa-apa dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, cukup mendengarkan lagu yang akan saya nyanyikan maka saya sudah senang bukan kepalang. Saya jujur, saya tidak akan minta apa-apa, saya hanya ingin menghibur Anda-anda sekalian.&#8221;</p>
<p>Pengamen itu memetik gitar dan menyanyikan dua lagu dengan indahnya, penumpang masih penasaran namun mencoba menikmati. Suaranya cukup bagus dan lagunya pun bukan lagu pasaran, cukup menghibur.</p>
<p>&#8220;Demikianlah saya mengamen, dan sesuai janji saya tadi, saya tidak akan meminta apa-apa. Terima kasih sudah mendengarkan..&#8221;, pengamen itu bergerak menuju ke belakang dan duduk di sebuah kursi yang kosong.</p>
<p>Lima atau sepuluh menit kemudian, sebagian penumpang masih setengah heran dengan pengamen gratisan tadi. Tiba-tiba sebuah suara dari belakang diiringi petikan gitar..</p>
<p>&#8220;Bapak-bapak dan Ibu-ibu, saya tadi sudah ngamen gratis, <strong>sekarang saatnya ngamen yang mbayar</strong>&#8220;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/the-art-of-ngamen.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Donal Pernah ke Jawa</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/ternyata-donal-pernah-ke-jawa.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/ternyata-donal-pernah-ke-jawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 10:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Dari blognya Om Black Claw saya dapatkan cerita bahwa Donal Bebek pernah jalan-jalan sampai Jawa. Komik lengkapnya di sini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari blognya <a href="http://my.opera.com/Black_Claw/blog/2008/05/18/scrooge-mcduck-mangkunegara-pakubuwono-and-karapan-sapi">Om Black Claw</a> saya dapatkan cerita bahwa Donal Bebek pernah jalan-jalan sampai Jawa.</p>
<p><img src="http://img236.imageshack.us/img236/4088/donalnc4.jpg" alt="Donal di Jawa" /></p>
<p>Komik lengkapnya <a href="http://disneycomics.free.fr/Ducks/Rosa/cutty/Thumbnails.html">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/ternyata-donal-pernah-ke-jawa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Presiden SBY berbahaya untuk dibuka?</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/situs-presiden-berbahaya-untuk-dibuka.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/situs-presiden-berbahaya-untuk-dibuka.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 06:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi saya membaca RSS reader dan menahan geli ketika membaca tulisan Pak Ong yang seolah berkata agar jangan mengunjungi website resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang nama domainnya merupakan rekomendasi dari Pak Roy Suryo, dia yang oleh beberapa media massa sering disebut-sebut sebagai pakar telematika. Kenapa Pak Ong menulis demikian? Tak lain adalah berita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi saya membaca RSS reader dan menahan geli ketika membaca tulisan <a href="http://theunspunblog.com/">Pak Ong</a> yang <strong>seolah</strong> berkata agar <a href="http://theunspunblog.com/2008/06/04/dont-go-there">jangan mengunjungi</a> <a href="http://www.presidensby.info/index.php/eng/">website resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</a> yang nama domainnya merupakan rekomendasi dari Pak Roy Suryo, dia yang oleh beberapa media massa sering disebut-sebut sebagai pakar telematika.</p>
<p>Kenapa <a href="http://theunspunblog.com/">Pak Ong</a> menulis demikian? Tak lain adalah berita dari <a href="http://www.thejakartapost.com/">The Jakarta Post</a> mengenai <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/06/04/new-report-identifies-dangerous-web-domains.html">domain-domain web yang disinyalir berbahaya</a> dan kebetulan situs resmi Presiden SBY tersebut menggunakan cTLD yang masuk dalam daftar berbahaya.<span id="more-356"></span></p>
<p>Menurut The Jakarta Post tersebut, perusahaan keamanan komputer dan pembuat antivirus McAfee telah merilis pernyataan mereka bahwa nama domain (atau tepatnya cTLD, Country Top Level Domain) yang paling berbahaya dan sering dimanfaatkan oleh orang jahat adalah .hk (Hong Kong), .cn (China) dan .info (Information).</p>
<p>Bagi Anda yang kurang paham, tulisan Pak Ong adalah sindiran terhadap pemilihan nama domain <a href="http://www.presidensby.info/index.php/eng/">situs resmi Presiden SBY</a> yang menggunakan cTLD .info.  Situs resmi Presiden SBY tentu saja masih aman untuk dikunjungi. Yang penting, pasang antivirus dan SELALU update antivirus Anda secara berkala.</p>
<p>Nice post, Pak Ong!</p>
<p><small><strong>Disclaimer:</strong> <a href="http://the.sandalian.com">The Sandalian</a> <span style="text-decoration: underline;">tidak ada hubungan</span> sama sekali dengan <a href="http://thejakartapost.com">The Jakarta Post</a>.</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/situs-presiden-berbahaya-untuk-dibuka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naruto berasal dari Indonesia?</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/naruto-berasal-dari-indonesia.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/naruto-berasal-dari-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress25/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa artikel ini bukan bermaksud SARA atau chauvinisme, melainkan hasil perenungan yang mendalam diiringi prosesi pati geni dan puasa mutih selama tujuh hari dan mandi menggunakan air dari sepuluh sumber mata air di hari terakhir. Begini, Naruto itu sebenarnya berasal dari Indonesia. Anda boleh percaya bahwa saya sedang nggedebus1, tapi ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img180.imageshack.us/img180/9360/narutotl4.jpg" align="left" style="margin:0 7px 5px 0;" alt="Naruto" />Sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa artikel ini bukan bermaksud SARA atau chauvinisme, melainkan hasil perenungan yang mendalam diiringi prosesi pati geni dan puasa mutih selama tujuh hari dan mandi menggunakan air dari sepuluh sumber mata air di hari terakhir.</p>
<p>Begini, Naruto itu sebenarnya berasal dari Indonesia. Anda boleh percaya bahwa saya sedang <em>nggedebus<sup>1</sup></em>, tapi ini bukan gedebusan yang tanpa dasar. Ini ilmiah karena ada persamaan empirisnya *halah*.</p>
<p>Dalam bahasa Jepang, sejauh yang saya tahu, mereka tidak mengenal huruf mati selain huruf <q>n</q>, itupun terbaca seperti <q>ng</q>. Sedangkan untuk huruf yang lain (terutama untuk kata-kata serapan dari bahasa asing), jika mati maka akan ditambahkan huruf vokal <q>a, i, u, e, o</q> pada akhir konsonan yang dimatikan tersebut.</p>
<p>Misalnya pada kata <q>basket</q>, pengucapan dengan bahasa Jepang akan menjadi <q>basuketto</q>. Lalu ada <q>football</q> yang menjadi <q>futtobo-ru</q>, <q>kid</q> menjadi <q>kiddo</q> dan lain-lain.</p>
<p>Nah, dengan menggunakan metode yang sama berarti kata <q>Naruto</q> itu berasal dari kata <q>Narto</q>. Karena orang Jepang tidak bisa mengucapkan kata <q>Narto</q> dengan baik maka kata <q>Narto</q> itu berubah menjadi <q>Naruto</q>. </p>
<p>Lalu di dunia ini siapa pemilik nama <q>Narto</q> atau <q>Sunarto</q> selain orang Indonesia?</p>
<p>Maka banggalah jadi orang Indonesia!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><small>1. Nggedebus: berbohong, hampir sama dengan ndobos.</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/naruto-berasal-dari-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kutukan di Bulan Mei</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/sebuah-kutukan-di-bulan-mei.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/sebuah-kutukan-di-bulan-mei.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress25/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Bagi saya, tidak ada yang istimewa di tiap bulan-bulan yang saya lewati. Bulan-bulan itu hanyalah titik-titik yang akan saya lewati besok-besok lagi di tahun-tahun mendatang, tanpa kecuali untuk bulan Mei. Lalu kenapa saya menulis tentang bulan Mei? Karena ada sebuah kutukan yang datang di bulan Mei tahun 2008 ini! Tapi tenang saja saudara. Kutukan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://img147.imageshack.us/img147/834/meidz2.jpg" title="Di zoom jadi gede" border="0"><img src="http://img147.imageshack.us/img147/834/meidz2.th.jpg" alt="Bulan Mei" align="left" style="margin:0 7px 5px 0;" border="0" /></a>Bagi saya, tidak ada yang istimewa di tiap bulan-bulan yang saya lewati. Bulan-bulan itu hanyalah titik-titik yang akan saya lewati besok-besok lagi di tahun-tahun mendatang, tanpa kecuali untuk bulan Mei. Lalu kenapa saya menulis tentang bulan Mei? Karena ada sebuah kutukan yang datang di bulan Mei tahun 2008 ini!</p>
<p>Tapi tenang saja saudara. Kutukan itu tidak berlaku untuk Anda-Anda semua. Kutukan tersebut hanya berlaku untuk Anda yang membeli kacamata atau softlens atau produk optikal lainnya di <a href="http://lilykasoem.com/">Lily Kasoem Optical</a> di awal tahun 2008 ini dan mendapat bonus kalender.</p>
<p>Jika Anda mendapatkannya, segera baca doa menurut keyakinan Anda masing-masing sebelum Anda memutuskan untuk menutup lembaran April dan menggantinya dengan bulan Mei karena kutukan itu akan mengintai Anda selama satu bulan dan Anda tidak akan bisa mengelak!</p>
<p>Kutukan ini berawal dari kejadian di <a href="http://the.sandalian.com/110/gak-penting/voucher-kacamata-dari-lily-kasoem.htm">bulan September 2007</a> dan sekarang kutukan itu telah muncul ke permukaan dan akan menghantui Anda semua ha.ha.ha.</p>
<p>Thanks to <a href="http://omith.blogspot.com/" title="Omith van BHI">Omith</a> yang telah berbaik hati menyimpan dan memberikan kalender ini ke saya melalui <a href="http://jengjeng.matriphe.com" title="Sultan di rantau">Zam</a> sebagai perantara. Tadinya pihak <a href="http://lilykasoem.com/">Lily Kasoem Optical</a> sudah berjanji untuk mengirimkan kalender ini ke alamat saya tapi sampai sekarang kalender ga sampai-sampai juga. Ketika saya tagih ternyata email saya tidak dibalas. Saya berbaik sangka saja, mungkin ketika saya kirim email menanyakan kalender tersebut, jumlah perangko saya kurang sehingga tidak sampai ke tujuan.</p>
<p>Selamat bulan Mei semuanya, ada wallpaper dan kalender dari <a href="http://feeds.feedburner.com/~r/SmashingMagazine/~3/279966038/">Smashing Magazine</a> lho.</p>
<p><small><strong>Hint:</strong> Karena sampai komentar ke 7 belum ada yang paham, silahkan perbesar gambar kalender di atas :p</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/sebuah-kutukan-di-bulan-mei.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Pesan</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/sebuah-pesan.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/sebuah-pesan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress25/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan ratapan melainkan dukungan, pendorong semangat dan pembakar cita-cita. Jangan kau takut menerjang Jakarta, karena kalau ada apa-apa, tetanggaku banyak yang jadi preman di sana.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><embed src="http://layartancap.com/ltcplayerv1.swf?doc=JjmVXAL0TNMC3kgjb13D3kBf3AEaXjr4" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="420" height="300"></embed></p>
<p>Ini bukan ratapan melainkan dukungan, pendorong semangat dan pembakar cita-cita. Jangan kau takut menerjang Jakarta, karena kalau ada apa-apa, tetanggaku banyak yang jadi preman di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/sebuah-pesan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dagdigdug di-deface?</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/dagdigdug-di-deface.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/dagdigdug-di-deface.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress25/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya cek Dagdigdug.com (situs layanan blog lokal) dan memperhatikan keanehan di situ. Ketika saya perhatikan headernya, saya yakin Zam sudah berhasil menembus server Dagdigdug lalu memajang foto dengan style Zam Mode di situ. Mantab dab!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img88.imageshack.us/img88/5579/defacedzq5.jpg" alt="Dagdigdug got defaced" /></p>
<p>Barusan saya cek <a href="http://dagdigdug.com">Dagdigdug.com</a> (situs layanan blog lokal) dan memperhatikan keanehan di situ. Ketika saya perhatikan headernya, saya yakin <a href="http://jengjeng.matriphe.com">Zam</a> sudah berhasil menembus server <a href="http://dagdigdug.com">Dagdigdug</a> lalu memajang foto dengan style <em>Zam Mode</em> di situ. Mantab dab!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/dagdigdug-di-deface.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penguasa jurus sakti</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/penguasa-jurus-sakti.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/penguasa-jurus-sakti.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress25/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya jumlah bloger yang menguasai jurus HCIM bertambah! Setelah tadinya hanya Anangku dan Pak Budi sekarang ditambah dengan Gunawan Lee yang menguasai jurus tersebut meskipun belum begitu sempurna. Bagi Anda yang tidak mengetahui apa itu jurus HCIM, silahkan melompat ke tautan wiki ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya jumlah bloger yang menguasai jurus <abbr title="How cute is me">HCIM</abbr> bertambah! Setelah tadinya hanya <a href="http://anangku.blogspot.com">Anangku</a> dan <a href="http://rahard.wordpress.com">Pak Budi</a> sekarang ditambah dengan <a href="http://gunawanrudy.com">Gunawan Lee</a> yang menguasai jurus tersebut meskipun belum begitu sempurna.</p>
<p><img src="http://img444.imageshack.us/img444/7113/hcimyi3.jpg" alt="How cute is me" /></p>
<p>Bagi Anda yang tidak mengetahui apa itu jurus HCIM, silahkan melompat <a href="http://wiki.cahandong.org/How_cute_is_me">ke tautan wiki ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/penguasa-jurus-sakti.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
