Akhirnya tukang deface dua situs terkenal itu ketemu juga. Berikut cuplikan berita dalam Bahasa Jerman tersebut:
Sie sind Dede mit Maya, 25 und 24 Jahre alten Studenten aus Indonesien. Sie sind nicht Blogger.
Bukan, ini bukan April Mop. Hanya bualan saya belaka.
Ketika mengunjungi halaman Wiki Cahandong tentang Baginda, saya kaget dengan satu foto tambahan di Galeri Foto Baginda..

Ini pasti ulah heker!
**berteriak-teriak histeris**
Selama ini saya sering bertanya-tanya darimana asalnya kata download
bisa berubah menjadi unduh
, upload
menjadi unggah
dan lain sebagainya. Terus terang kata-kata itu terkesan wagu di telinga saya.
Barusan dapet link dari Super Pengki tentang panduan pembakuan istilah komputer berdasar Inpres tahun 2001 dan menemukan beberapa hal yang mengganjal, sangat mengganjal sehingga saya harus menyempatkan diri menuliskannya di blog ini sebelum saya berjibaku melawan monster binal lembur gawean.
Kata batch
yang diterjemahkan menjadi tumpak
, mouse
menjadi tetikus
dan lainnya terus terang membuat saya bertanya-tanya. Siapa yang membuat istilah-istilah itu?
Terlihat bahwa beberapa istilah sangat tidak konsisten dalam penggunaan kata. Misalnya adalah pada istilah capslock
yang menjadi kancing kapital
dan scroll lock
yang menjadi kunci gulung
, mengapa bisa beda?
Beberapa istilah merupakan terjemahan sedangkan beberapa lainnya entah darimana. Kenapa zoom
berubah jadi zum
? Kenapa tidak perbesar
atau mungkin zam
sekalian?
Well, jika Anda kebetulan termasuk yang ikut ambil bagian dalam proses pembuatan istilah ini, terus terang saya harus minta maaf karena saya tidak akan menggunakan istilah-istilah tersebut.

Parfum itu ketika dipakai dengan benar dan cocok dengan aroma badan akan menimbulkan suasana menyenangkan dan mungkin imajinasi liar orang-orang di sekitar. Dan umumnya parfum berbentuk spray, dalam wadah botol dan rada mengganjal ketika masuk saku, serta membutuhkan tas untuk membawanya.
Lalu kenapa belum terpikirkan tentang konsep parfum yang lain?
Ketika saya masih cukup kecil –dan jauh dari kesan imut seperti sekarang– saya sering kesal dengan orang yang kentut sembarangan di dalam suatu ruangan. Maka muncullah pemikiran di otak, kenapa tidak ada produk yang bernama “pil harum”?
Pil harum dalam benak saya adalah suatu jenis ramuan/zat berbentuk pil atau kapsul. Dengan menelan pil itu setiap hari, maka keringat akan menjadi wangi dan kentut pun harum memikat. Jadi parfum jenis ini bekerja dari dalam.
Sehingga suatu saat, tidak ada lagi orang yang saling tuduh siapa pemilik kentut yang mengacaukan alam semesta. Melainkan manusia-manusia saling berebut mengakui bahwa itu adalah kentutnya, yang wangi dan mempesona.
Kabarnya, konon pada masa dewa-dewi Yunani, ada seorang dewa yang sedang marah di kahyangan. Dalam puncak kemarahan itulah dia menggebrak meja sehingga menimbulkan suara yang sangat keras. Suara tersebut sampai ke bumi dalam wujud halilintar dengan kilatan cahaya yang menyilaukan dan suara yang menggelegar sehingga menggetkan seluruh manusia yang ada.
Sedemikian kerasnya, badan manusia sampai terbelah dua dan masing-masing melarikan diri mencari selamat dari kemarahan sang dewa..
Tahun berlalu dan belahan-belahan manusia tersebut hidup dalam kesendirian. Masing-masing mereka berkelana untuk mencari belahan jiwa dan badannya di masa lalu agar hidup mereka serasa lengkap. Beberapa menemukan, beberapa masih tetap mencari.
Lalu sampailah kepada jaman di mana saya hidup, dan proses pencarian tentu saja masih berjalan. Tapi dalam suatu kontemplasi saya menemukan hal yang mengusik pikiran..
Apa iya badan saya di jaman dewa-dewa Yunani itu cuma terbelah menjadi dua? Bagaimana kalau ternyata saya di masa itu terbelah menjadi tiga, empat atau malah lima pecahan? Bagaimana jika lebih dari itu?

Agar proses kopi file bisa lebih cepat, seharusnya Windows melakukan tiga hal:
- Rubah jarak icon antar folder agar lebih dekat.
- Lempar beberapa file sekaligus, jangan satu-persatu seperti di atas.
- Perpendek progress bar biar cepet.
Tapi kenapa mereka tidak melakukannya?

Dari kacamata batin saya, saya tahu bahwa akhir-akhir ini Anda beberapa kali terjebak hujan. Kebasahan ketika akan ngantor/kuliah/maen, padahal Anda sudah dandan rapi jali agar bisa menarik hati rekan Anda.
Maka dengan ini saya akan berbagi suatu cara menolak hujan. Sehingga mudah-mudahan –dengan ijin Tuhan– Anda akan terhindar dari hujan. Mohon diperhatikan detailnya, agar hasilnya sesuai harapan. Lakukan hal ini ketika gerimis mulai jatuh.
Pertama, konsentrasi. Lalu masukkan jari kelingking tangan kanan Anda ke dalam mulut (seperti nge-dot pake jari) sebentar saja, yang penting jari kelingking Anda basah. Kemudian acungkan jari kelingking itu ke langit dengan pede.
Setelah Anda merasakan hembusan angin di jari yang basah oleh ludah itu, berputarlah searah jarum jam sebanyak tiga kali (dengan posisi jari kelingking masih mengacung ke langit).
Jika Anda melakukannya dengan penuh konsentrasi maka Anda akan merasakan bumi berputar. Kemudian dalam hati, perintahkan kepada hujan agar tidak datang. Lalu sudahi ritual tersebut dan mudah-mudahan hujan tidak jadi turun.
Lalu jika kemudian hujan masih turun, mohon jangan mendatangi kost saya sambil membawa parang. Anda memang berhak menolak hujan, namun hujan juga punya hak untuk datang. Seperti halnya manusia, meskipun sudah ditolak oleh orang yang disukai, maka bisa saja dia nekat terus ataupun menghentikan serangan. Bukan begitu, sodara?
Ah jangan kecewa gitu, paling tidak Anda akan memberikan sedikit hiburan kepada calon orang kehujanan ^_^
Let’s get wet together, again and again.
Ini cerita tentang Qaiz dan Layla, biasa juga disebut sebagai Layla & Majnun. Seharusnya saya menulis ketika musim kambing kemarin, namun karena terlalu ramainya postingan tentang kambing, maka saya ngambil start belakangan saja. Saat kambing sudah bukan komoditi utama lagi. Mari kita mulai..
Semua orang di kolong langit ini tahu bahwa Qaiz sangat mencintai Layla, seorang wanita yang ketika disebut namanya, maka badan Qaiz akan meradang dan meriang selama beberapa hari.. Tentu saja Layla tak harus seorang yang cantik jelita dengan leher jenjang berwarna putih dan kulit lembut seperti telur yang direbus dengan kematangan yang pas bukan?
Nah, Qaiz selalu mencari cara agar bisa dekat dengan Layla namun selalu terhalang oleh bodyguard yang ditugaskan papanya Layla untuk mengawal anaknya dari gangguan orang gila yang sering meneriakkan nama anaknya di pasar dan bahkan toilet umum. Papanya Layla takut jatuh gengsi karena anaknya dicintai oleh orang gila — menjadi gila karena cintanya terhadap Layla.
Suatu hari Qaiz melihat papanya Layla membeli beberapa ekor kambing untuk persiapan lebaran haji seminggu lagi. Tiba-tiba Qaiz tersenyum girang, dia membayangkan dirinya adalah salah satu dari kambing-kambing itu, setelah disembelih dan dimasak maka dagingnya akan dimakan Layla.. Betapa dekatnya diri Qaiz dengan Layla jika hal itu benar-benar terjadi. Bahkan Qaiz bisa berada di dalam tubuh Layla!
Maka Qaiz-pun berdoa kepada Tuhan agar dirinya bisa menjadi salah satu kambing-kambing tersebut. Dan entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja Qaiz sudah berubah menjadi kambing dan dia berjalan menuju gerombolan kambing papanya Layla yang diikat di pekarangan rumah.
Hari berganti, dan lebaran haji-pun tiba. Singkat cerita, kambing-kambing papanya Layla itupun dikurbankan, termasuk kambing Qaiz. Kemudian semua orang berkumpul untuk menikmati jamuan tersebut.
Meskipun sudah bukan makhluk hidup lagi, namun soul Qaiz masih berada dalam hidangan tersebut. Qaiz merasakan kegembiraan yang sangat hebat ketika dirinya dituang kedalam piring dan kemudian disajikan dihadapan Layla, pujaan hatinya.
Lalu getaran itu semakin dahsyat ketika sendok Layla menyentuh dirinya.. Ketika Layla menyorongkan dirinya ke dalam mulut, ketika bibir Layla menyentuh dirinya, Qaiz merasakan hal itu sebagai kenikmatan yang luar biasa dahsyatnya. Melebihi kenikmatan apapun di dunia ini.
Beberapa hari Qaiz mengalami ekstase karena dirinya berada di dalam diri Layla. Surga Tuhan-pun tak bisa dibandingkan dengan kenikmatan yang dialami oleh Qaiz saat itu. Hingga pada hari ketiga, Layla kebelet boker!
Layla tersenyum lega, perutnya tak lagi bergolak setelah 3 hari kemarin dia kekenyangan. Setelah selesai membersihkan dirinya, tangannya menyentuh tombol untuk mengguyur kloset…
Qaiz, dalam bentuknya yang sekarang, berteriak-teriak meminta kepada Layla agar tidak meninggalkan dirinya. Lalu ketika air yang mengguyur itu mulai mengalir deras Qaiz hanya sanggup berteriak..
“Layla!!! Aku mencintaimuuuuuuu!!!….”
Gyuuuurrrrr.r……….r…r..r…..
kricik..kricik.. kricik…
- Maaf atas keterlibatan kambing dalam cerita ini
- Cerita di atas bukan versi asli karangan Mbah Nizami
Pada saat saya menulis tentang penggunaan kondom ada yang menanyakan apakah kondom akan muat menampung mainan saya yang baru… Ternyata muat!


Pada gambar ke empat, tidak muncul henpon kecil karena henpon saya sudah pake kondom. Sehingga henponnya Pito tidak hamil dan beranak dalam kubur wakakaka..
Ups.. don’t ask any further. She helped me with the condom :p