Follow me not!


Foto Bledug Kuwu dari Jaman Kumpeni

10 August 2011 01:04:50 WIB, under category Sejarah Keren

Dari sebuah link yang diberikan oleh Pengki yang berisi foto Ranu Kumbolo di jaman penjajahan Belanda, saya lalu melakukan pencarian untuk kampung kelahiran saya, Purwodadi.

Salah satu hasilnya adalah beberapa foto Bledug Kuwu, sebuah situs mud volcano yang menurut mitos merupakan jalur keluarnya Baru Klinthing (ular raksasa yang mengaku sebagai anaknya Aji Saka) setelah berhasil membunuh siluman buaya putih di pantai selatan.

Bledug Kuwu sendiri adalah gabungan dua kata, bledug dan Kuwu. Kuwu adalah sebuah kota kecil di sebelah timur Purwodadi. Dari sebuah buku yang saya curi baca di Gramedia (lupa judulnya), konon Kuwu adalah tempat kelahiran Ken Dedes. Entah benar entah salah, saya nggak tahu.

Berikut ini empat foto yang saya temukan di website dari Belanda tersebut.

Anggota klub sejarah alam (natuurhistorische vereniging) mengunjungi pabrik garam di Kuwu

Anggota klub sejarah alam (natuurhistorische vereniging) mengunjungi pabrik garam di Kuwu.

(more…)


Lelaki Penangkap Angin

09 February 2011 00:29:23 WIB, under category Sejarah Keren

Namanya William Kamkwamba, remaja dari Malawi yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena keluarganya tidak mampu membayar biaya pendidikan sebesar 80 dolar Amerika per tahun. Sejak saat itu dia sering mengintip ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, hingga akhirnya diusir oleh guru kelas tersebut.

Suatu hari –pada umur 14 tahun– William menemukan buku berjudul “Using Energy” di perpustakaan sebuah sekolah dasar yang sering ia kunjungi di desanya. Dengan buku tersebut, William membangun sebuah kincir angin pertamanya tanpa pengetahuan teknis apa-apa. Pembuatan kincir angin memanfaatkan barang-barang yang ia temukan di sekitarnya seperti pipa plastik, sepeda rusak, kipas traktor dan sejumlah kawat. Sedangkan towernya dibangun menggunakan cabang pohon yang disusun sedemikian rupa.

windmill
(more…)


Alat Pemasang Lampu

06 January 2011 02:54:01 WIB, under category Sejarah Keren

Ketika mulai pindahan ke rumah kontrakan baru, ternyata di rumah tersebut lampu-lampunya tidak ada. Ada sih, namun hanya beberapa saja. Sedangkan untuk ruang-ruang utama harus membeli lampu neon sendiri. Setelah membeli lampu neon, masalahnya tidak lantas selesai. Karena langit-langit yang cukup tinggi dan tidak ada tangga untuk memasang lampu, maka hal ini jadi kendala tersendiri.

Niat awalnya ingin beli tongkat pemasang lampu/bohlam, tapi harganya di salah satu toko grosir hampir 100 ribuan. Kalau saya tukang listrik yang sering pasang/copot lampu, harganya murah. Tapi karena hanya akan dipakai sekali saja (atau kali lain kalau ganti lampu) maka harganya menjadi mahal.
(more…)


You and I

29 November 2010 11:00:48 WIB, under category Sejarah Keren

Today is our wedding day.

You and I

Mulai hari ini, aku dan kamu akan selalu bersama. Aku melengkapimu dan kamu menutupi kekuranganku.


Bersosialisasi untuk Indonesia

22 October 2010 23:00:44 WIB, under category Sejarah Keren

Beberapa tahun yang lalu, untuk mengadakan kegiatan kumpul-kumpul bisa dibilang prosesnya ribet. Selain harus menghubungi satu persatu peserta, baik lewat surat, telepon atau didatangi satu persatu, kegiatan paska acara pun tak kalah ribetnya. Seperti misalnya pembagian foto-foto dokumentasi, laporan pertanggungjawaban dan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta.

Tapi jaman sudah jauh berubah sejak adanya internet. Terutama sejak maraknya website media sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter atau website serupa dalam bungkus lokal seperti Fupei dan Koprol.

sosialJaman sekarang, untuk menyelenggarakan suatu acara kita tinggal membuat sebuah agenda di Facebook, membuat halaman RSVP, update status kegiatan per hari bahkan per detik, juga foto-foto kegiatan yang bisa dengan mudah diupload di galeri foto. Laporan pertanggung jawaban pun tak kalah mudahnya diupload melalui fitur Notes yang ada di website tersebut.

Tak hanya bisa diakses lewat PC atau laptop, siapapun bisa mengakses website tersebut melalui ponsel dengan harga murah sekalipun. Kemajuan ini sungguh luar biasa, dan akan sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ibarat pembangunan suatu peradaban, jalan raya sudah dibangun dengan luas dan  mudah dilalui.

Sekarang tergantung manusia selaku pengguna teknologi. Akankah teknologi ini menjadi sesuatu yang digunakan untuk hal biasa-biasa saja, ataukah digunakan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa?

Yang menggembirakan adalah adanya pihak-pihak yang mulai menggunakan website media sosial untuk hal-hal kemanusiaan. Mulai gerakan Coin a Chance, Coin for Prita dan yang  lainnya.

Dengan media internet, terutama situs jejaring sosial yang bisa dipastikan dibuka oleh kebanyakan pengguna internet setiap harinya, gerakan sosial ini akan semakin membesar dari hari ke hari. Jika kita tidak bisa berpartisipasi dengan uang atau material lainnya, kita cukup mengeklik tombol “Like” sebagai bentuk partisipasi.

Dan tanpa kita sadari, ratusan teman (bahkan ribuan) yang ada di dalam daftar pertemanan di website sosial media tersebut akan ikut melihat apa yang kita lakukan dan mengetahui gerakan tersebut. Satu klik saja dan kita telah menyebarkan berita ke ratusan bahkan ribuan orang di sekeliling kita.

Ini potensi yang sangat luar biasa bukan? Bahkan jika kita tidak bisa terlibat langsung dalam suatu gerakan, dukungan berupa satu klik sudah membantu publikasi yang luar biasa.

Tag:  #pb2010 #xlcontest


Buah Delima

01 October 2010 04:12:15 WIB, under category Sejarah Keren

delima kecilBuah delima adalah salah satu buah kesukaan saya karena waktu kecil dulu pernah punya pohon delima di samping rumah dan selalu excited ketika pohonnya berbuah. Bahkan hingga saat ini saya masih hafal aroma bunga delima pas saya pritili satu persatu kelopak bunganya.

Kebetulan kemarin pas lagi jalan-jalan di Carefour bareng Puan Peri, saya lihat ada buah delima ini di tempat buah-buahan. Sebijinya antara 5-8 ribu, tergantung ukuran. Akhirnya saya beli satu karena terakhir makan delima mungkin jaman SD dulu. Minum jus delima botolan yang terkenal itu rasanya belum bisa menggantikan kenangan tentang buah delima ini *halah*
(more…)


Penjual Bambu

30 June 2010 05:07:14 WIB, under category Sejarah Keren

Ketika pulang kampung kemarin, saya sampai di kota kelahiran saya dan turun dari bus sekitar jam 5 pagi kurang sedikit. Dari pemberhentian bus masih beberapa kilometer lagi untuk mencapai rumah saya. Karena masih cukup pagi, saya tidak ingin membangunkan kakak saya untuk sekedar menjemput. Toh saya nanti bisa naik ojek di jalan masuk ke desa tempat orang tua saya tinggal.

Setelah berjalan kaki sekitar setengah jam, saya sampai di jalan masuk menuju kampung saya. Ternyata pangkalan ojek masih sepi, dan tidak ada tanda-tanda kendaraan yang lewat. Akhirnya saya putuskan untuk berjalan kaki saja, toh hanya beberapa kilometer jaraknya.

Sambil berjalan kaki dan menikmati udara pagi yang sangat segar, saya sedikit bernostalgia dengan jalan yang saya lewati. Dahulu kala, ini jalan yang saya lewati sehari-hari untuk berangkat dan pulang sekolah. Sekarang jalannya di-cor beton karena aspal tidak mampu menahan pergerakan tanah yang labil.
(more…)


Hadiah Ulang Tahun

20 June 2010 07:58:45 WIB, under category Sejarah Keren

Kalau ditanya apa hadiah ulang tahun paling berkesan tahun ini, jawabannya sederhana. Yaitu munculnya kampung saya di Google Maps dengan tampilan yang jauh lebih jelas dari sebelumnya :D


View Larger Map

Semaleman bernostalgia tentang sungai, kuburan, sawah dan tempat-tempat lainnya yang sering saya jadikan tujuan bermain waktu kecil, atau sekedar berburu burung menggunakan ketapel. Sadis? Tenang saja, seumur-umur peluru ketapel saya baru satu kali saja mengenai burung. Itupun burungnya terbang lagi!


Candi Sukuh di Purwodadi?

19 June 2010 03:38:40 WIB, under category Sejarah Keren,To Think Of

Saya tadi sedang kelayapan di dunia antah-berantah, kemudian menemukan tautan dari sebuah website dari Belanda yang menyimpan banyak foto-foto dari jaman kolonialisme.

Iseng saya masukkan kata kunci “grobogan”, nama kabupaten tempat orang tua saya tinggal, dan kagetlah saya karena ada 28 foto yang muncul di halaman tersebut. Dan yang paling bikin saya penasaran adalah munculnya foto sebuah candi dengan keterangan “Tempel te Soekoeh bij Poerwodadi” atau “Candi Sukuh di Purwodadi”.

Candi Sukuh

Saya jadi penasaran, jangan-jangan orang Belanda ini salah dalam memasukkan kategori foto atau mungkin dahulu kala negatif fotonya tertukar dengan dokumentasi perjalanannya ke Tawangmangu? Atau bisa jadi ada cerita berbeda mengenai candi ini yang tidak saya ketahui.

Saya  telah meninggalkan komentar di halaman tempat foto tersebut ditampilkan, semoga ada balasan.

Note: gambar di atas merupakan screenshot layar dari tampilan halaman ini, foto Candi Sukuh pada tahun 1930.


Global Positioning System

16 June 2010 03:16:06 WIB, under category Sejarah Keren

i-GotU GPS Logger & SE M600iSaya termasuk manusia dengan sistem navigasi jelek. Meskipun telah melewati suatu jalur berkali-kali –apalagi kalau nebeng atau mbonceng– tidak akan menjamin bahwa saya ingat jalan tersebut, terlebih lagi jika di tempat-tempat baru. Karena itu saya sangat menggemari teknologi positioning karena teknologi tersebut sangat membantu saya.

Asyiknya, saya tidak butuh perangkat GPS mahal-mahal untuk memanfaatkan teknologi positioning tersebut. Saya cukup menggunakan ponsel yang diinstal Google Maps di dalamnya dan saya ready to go. Bahkan ponsel tidak perlu ada modul GPS di dalamnya, bisa segala jenis ponsel selama bisa diinstal Google Maps karena Google Maps menggunakan teknologi Location Based Service.

Kemudian beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan modul GPS merk i-GotU dari My Digital Life sebagai hadiah kuis. Perangkat ini hanya berfungsi sebagai data logger dan modul GPS, jadi sama sekali tidak ada layar untuk melihat-lihat sesuatu. Tombolnya saja cuma satu, bulet gede di tengah :D
(more…)


Older Posts »