Statistik Pembuat Resah

Gambar di atas adalah statistik salah satu website mainan saya, pernah melejit naik namun tiba-tiba anjlok. Pertanda terlalu sibuk atau terlalu malas?

Gambar di atas adalah statistik salah satu website mainan saya, pernah melejit naik namun tiba-tiba anjlok. Pertanda terlalu sibuk atau terlalu malas?
Sejak pertama mengetahuinya saya selalu bertanya-tanya, kenapa situs ini menggunakan peta Indonesia dengan beberapa titik merah di dalamnya? Tampilannya memang mirip situs yang domainnya expired dan diparkir, tetapi yang ini agak beda. Sepertinya disengaja tampil seperti itu.
Ada yang membisiki saya bahwa negara kita turunan Nabi Nuh, yang berarti adalah saudara tua mereka orang Israel yang keturunan dari Ibrahim itu. Tapi bener enggaknya saya nggak tahu, ada yang tahu mungkin?
Dalam sejarah kehidupan saya yang baru seperempat abad ini, saya merasa bahwa menjadi manusia adalah tugas yang cukup berat. Bukan karena kewajiban-kewajiban yang dibebankan melainkan usaha untuk menjaga agar badan dan jiwa ini layak disebut sebagai manusia.
Secara fisik, badan saya ini tidak jauh berbeda dengan hewan. Ada daging, tulang, otak, mata, kepala, hidung, ekor, kaki.. hampir sama persis. Saya rasa, satu-satunya hal yang membedakan hanyalah adanya akal pikiran, yang membuat kita mampu membuat peradaban.
Dan satu lagi yang tak kalah pentingnya adalah hati nurani. Saya tak tahu apakah binatang punya hati nurani apa enggak, mungkin saja punya. Nyatanya beberapa jenis binatang bisa sangat pengasih terhadap anaknya, saya yakin itu bukan sekadar –apa yang dinamakan– insting. (more…)
Saya cukup kaget pagi tadi melihat RSS reader di browser Opera saya demi mendapati Arya meng-update blog-nya. Ternyata tentang guru jaman dia SMA, saat itu saya baru sadar bahwa hari ini adalah peringatan hari guru. Sebuah gelar yang cukup sakral menurut saya, karena tidak semua orang mampu menjadi guru.
Kemudian saya dapati juga tulisan Zen sang penyembah pepohonan dan tulisan Pito yang juga membahas sosok guru yang melekat dalam kepala dan hati mereka. Semuanya sungguh menarik, bagaimana sosok guru bisa menginspirasi dan merubah hidup seseorang. Karena untuk itulah gelar ‘guru’ layak mereka sandang. Tentu saja guru-guru tersebut tidak pernah sekalipun ingin dianggap hebat, tapi karena mereka memang hebat.
Meskipun kata guru itu bisa merujuk ke manusia atau binatang atau benda apapun, namun ada sesosok guru yang cukup melekat di kepala dan benak saya. Guru Bahasa Inggris ketika saya kelas 1 SMU, namanya Pak Santoso Pamungkas, biasa dipanggil Pak San. Dalam mengajar beliau tidak hanya mengajari grammar tetapi cenderung budaya dan kultur, sehingga pemahaman Bahasa Inggris lebih terasa.
Selain itu beliau juga terkenal karena mempunyai kelebihan spiritual. Saya paling senang mendengar cerita beliau soal hal-hal spiritual yang beliau alami, sangat menarik. Dan yang paling penting, dia mengajari bagaimana memperlakukan ladies in a proper way. Keren!
Oke Pak San, semoga saat ini Anda nggak di surga atau neraka melainkan di tengah-tengahnya, sukur-sukur sedang leyeh-leyeh di samping Tuhan, seperti yang pernah Anda katakan ketika bercerita tentang kehidupan setelah mati yang Anda harapkan.
Hujan turun semakin deras dan saya terjebak di bawah atap sempit, batas antara basah dan kering begitu tipis. Ah tapi sepertinya saya tidak terjebak, hujanlah yang terjebak karena tidak bisa menyentuh tubuh ini ha.ha.
Kawan, kalau kita tidak bisa merubah cuaca dari hujan menjadi tidak hujan, kenapa tidak merubah cara berpikir kita bahwa hujan ini sebenarnya yag terbaik bagi kita? Banyak orang merana karena tidak mau menerima kenyataan bahwa hujan itu indah, mereka bersikukuh bahwa kering itu indah dan hujan hanya dibutuhkan sesekali saja. Ah, pantas saja mereka merana. (more…)
Maaf kalau judulnya terlalu sok pemikir, tadinya mau saya kasih judul ‘Pentingnya Komunikasi dalam Kehidupan Sehari-Hari’ tapi kok ya malah wagu. Sebenarnya cuma mau curhat belaka sih
Jadi hari Minggu pagi tadi, saya dan teman-teman CahAndong ada rencana untuk Jablay di Boulevard UGM sambil cuci mata dan isi perut. Pagi-pagi saya dikirimin SMS sama Anto dan Pangsit, tapi ndilalah saya masih tidur. Lalu pemain bass betot menelpon saya, barulah saya bangun dan saya bilang akan nyusul.
Begitu telpon ditutup, lah kok saya langsung tewas lagi
(more…)
Menurut saya, masa depan itu terbagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah masa depan yang merupakan akibat dari perbuatan kita dan orang-orang di sekitar kita, sedangkan masa depan yang kedua adalah hal-hal yang sudah ditentukan dan menjadi garis perjalanan alam semesta.
Dan saya mempunyai keyakinan bahwa beberapa hal itu bisa diramalkan. Bukan diramalkan sih, tapi tepatnya dianalisa untuk diprediksikan apa yang akan terjadi. Juga menurut pendapat saya, hal ini sangat masuk akal untuk dilakukan meskipun saya belum melakukan penelitian sama sekali karena saya seorang programmer, bukan peneliti
(more…)
Dalam mimpi, saya mendapatkan pencerahan bahwa ketika suatu hal tidak berjalan dengan sebagaimana yang kita harapkan maka janganlah terlalu cepat berusaha memperbaikinya karena bisa jadi kita malah membuat kesalahan-kesalahan lain yang sebenernya tidak perlu terjadi.
Memperbaiki kesalahan itu memang wajib hukumnya, namun dalam beberapa hal, jangan terlalu cepat. Hal itu seperti misalnya Anda misuhi orang trus satu detik kemudian Anda minta maaf, orang yang Anda pisuhi tadi tidak akan percaya dengan kata maaf yang Anda ucapkan.
Tersiksa memang, kita harus merasakan “dosa” karena sudah misuhi orang tadi namun belum bisa minta maaf.
Entah sejak kapan saya tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan kematian. Bukan berarti saya pengen mati, tapi karena saya hidup maka tertariklah saya dengan hal-hal yang menyangkut kematian. Bukankah satu-satunya hal yang bisa dipastikan datangnya di dunia ini cuma kematian?
Kemudian saya menemukan blog lain, penulisnya juga terobsesi dengan kematian. Tulisan-tulisannya tentang kematian sangat saya nikmati.
Sayang sekali, saking cintanya penulis itu dengan kematian, akhirnya dia membunuh blognya sendiri karena –mungkin– suatu alasan yang dia ceritakan ke saya melalui messenger pada malam sebelum pembunuhan itu terjadi.
Pakdhe, lalu kapan blogmu itu bakal bangkit dari kubur seperti halnya seorang Lazarus? Kebangkitan itu masih ada benang merahnya dengan kematian lho ![]()
Naik Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu, sampai di puncak Argo Dumilah kemudian turun melalui jalur Cemoro Kandang..
Tak berapa lama, sampailah pada tempat paling indah di jalur Cemoro Kandang, sebuah pos peristirahatan yang bernama Cakra Surya (Cokro Suryo). (more…)