Dalam mimpi, saya mendapatkan pencerahan bahwa ketika suatu hal tidak berjalan dengan sebagaimana yang kita harapkan maka janganlah terlalu cepat berusaha memperbaikinya karena bisa jadi kita malah membuat kesalahan-kesalahan lain yang sebenernya tidak perlu terjadi.
Memperbaiki kesalahan itu memang wajib hukumnya, namun dalam beberapa hal, jangan terlalu cepat. Hal itu seperti misalnya Anda misuhi orang trus satu detik kemudian Anda minta maaf, orang yang Anda pisuhi tadi tidak akan percaya dengan kata maaf yang Anda ucapkan.
Tersiksa memang, kita harus merasakan “dosa” karena sudah misuhi orang tadi namun belum bisa minta maaf.
Entah sejak kapan saya tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan kematian. Bukan berarti saya pengen mati, tapi karena saya hidup maka tertariklah saya dengan hal-hal yang menyangkut kematian. Bukankah satu-satunya hal yang bisa dipastikan datangnya di dunia ini cuma kematian?
Kemudian saya menemukan blog lain, penulisnya juga terobsesi dengan kematian. Tulisan-tulisannya tentang kematian sangat saya nikmati.
Sayang sekali, saking cintanya penulis itu dengan kematian, akhirnya dia membunuh blognya sendiri karena –mungkin– suatu alasan yang dia ceritakan ke saya melalui messenger pada malam sebelum pembunuhan itu terjadi.
Pakdhe, lalu kapan blogmu itu bakal bangkit dari kubur seperti halnya seorang Lazarus? Kebangkitan itu masih ada benang merahnya dengan kematian lho
Naik Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Sewu, sampai di puncak Argo Dumilah kemudian turun melalui jalur Cemoro Kandang..
Tak berapa lama, sampailah pada tempat paling indah di jalur Cemoro Kandang, sebuah pos peristirahatan yang bernama Cakra Surya (Cokro Suryo). (more…)
Selama ini saya merasa tidak pernah mewakilkan permasalahan saya kepada anggota DPR maupun mahasiswa yang demo di jalanan, namun selalu saja mereka bawa-bawa nama saya, dalam cakupan rakyat Indonesia. Selalu saja mereka berteriak “atas nama seluruh rakyat Indonesia”. Rakyat Indonesia dengkulmu njeplak!
Ah lupakan bapak-bapak tua yang tinggal di gedung dewan itu, no hope for them. Tapi soal mahasiswa yang demo, itu yang memprihatinkan. Udah bawa-bawa nama rakyat Indonesia, misuh-misuhi polisi, ngelempari polisi dengan batu dan botol berbensin-bersumbu lalu merusak apapun yang mereka temui. Bodohnya.
Seandainya otak mereka berada di dengkul sekalipun, bukankah mereka punya dua dengkul dan itu pasti lebih baik daripada satu dengkul atau tanpa dengkul samasekali bukan? Makanya saya curiga dengan apa yang ada di dalam batok kepala mereka. (more…)
Beberapa teman yang pernah nongkrong bareng saya di angkringan tugu, mungkin pernah mengalami kejadian di mana seorang pengamen berambut kriting kriwil-kriwil –dan pernah berkata kepada saya bahwa namanya adalah Mbak Mira– akan mendatangi saya dengan senyum sumringah lalu berkata “Halo Mas Andi..”, yang selanjutnya saya sambut dengan sama sumringahnya seraya menyerahkan beberapa buah karet gelang yang tadinya digunakan untuk membungkus nasi kucing yang saya makan.
Saya tidak pernah mengaku bernama Andi kepada Mbak itu, pernah sekali saya coba meralat namun dia masih menyebut nama saya Andi. Jadi selanjutnya saya biarkan saja, toh tidak ada ruginya bagi saya maupun dia
(more…)
Ketika mandi, tiba-tiba saya teringat dengan setiap orang gila yang saya jumpai di jalan-jalan. Setiap melihat mereka di jalanan, saya kemudian akan berlama-lama memandanginya. Ah saya iri dengan mereka, betapa bebasnya. Tapi baiknya kita bahas nanti saja, sekarang saya mo sarapan dulu
Pertanyaan yang muncul beberapa hari ini, kenapa harus dia? Kenapa bukan yang lain? Benar-benar membuat saya penasaran meskipun tidak akan membuat saya kehilangan kesadaran. Semoga.
Dalam ajaran agama yang saya anut, disebutkan bahwa ketika kiamat nanti akan diawali dengan tiupan seruling (sangka kala?) oleh Malaikat Israfil. Yang menjadi pertanyaan saya adalah kenapa harus Israfil? (more…)
Dalam beberapa bulan terakhir saya perhatikan di Boingboing sering muncul berita menggelikan tentang keamanan penerbangan namun membuat saya tidak habis pikir. Untuk menyebutkan beberapa saja, berikut yang berhasil saya temukan kembali.
Penumpang berkaos gambar Transformer dilarang terbang
Seorang pemuda yang memakai kaos bergambar robot Transformer sedang memegang senjata disuruh ganti kaos dulu atau tidak diperbolehkan ikut dalam pesawat. Kejadian ini terjadi di bandara Heathrow di London.
Kata petugas, kaos dengan robot bergambar robot memegang senjata tersebut bisa membahayakan penerbangan.
Ya ampun, memangnya gambar kaos bisa membahayakan penerbangan gitu? Sounds tupid but true. (more…)
Malam ini, dua tahun yang lalu. Saya sedang tertidur lelap setelah semaleman maen bilyar. Anak-anak kost yang lain sedang asyik-asyiknya bermain game Age of Empire II, saling lawan via LAN. Saya ingat bahwa jumlah motor melebihi kapasitas kost-kost’an sehingga ada yang diparkir merintangi pintu kamar saya.
Dua jam dari sekarang, dua tahun yang lalu. Tuhan mengetuk pintu, bertanya, “siapa yang mengaku umatku?”. Bumi seketika sujud, mengabaikan apa yang ditanggungnya. Bumi hanya ingin sujud kepada Tuhannya, dan manusia saling gerak mencari selamat.
Di tanah kelahiran saya (Purwodadi) terdapat sebuah perlimaan (simpang lima) dengan sebuah tower PAM di tengahnya dan dikelilingi oleh taman serta trotoar yang melingkari taman tersebut. Juga ditanami pohon cemara (atau pinus?) di sekeliling taman yang membuat suasana menjadi teduh dan nyaman. Setiap pagi dan sore trotoar tersebut digunakan untuk jogging oleh penduduk sekitar.
Suatu hari ada cabang cemara/pinus yang patah, jatuh dan menimpa pejalan kaki yang sedang berjalan di trotoar tersebut. Kabarnya korban mengalami gegar otak dan di rawat di rumah sakit. Siapa yang bersalah?
(more…)