<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Follow me not!</title>
	<atom:link href="http://the.sandalian.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://the.sandalian.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 22:08:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Penjual Bambu</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/penjual-bambu.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/penjual-bambu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 22:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Keren]]></category>
		<category><![CDATA[bambu]]></category>
		<category><![CDATA[diehard]]></category>
		<category><![CDATA[jual bambu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pulang kampung kemarin, saya sampai di kota kelahiran saya dan turun dari bus sekitar jam 5 pagi kurang sedikit. Dari pemberhentian bus masih beberapa kilometer lagi untuk mencapai rumah saya. Karena masih cukup pagi, saya tidak ingin membangunkan kakak saya untuk sekedar menjemput. Toh saya nanti bisa naik ojek di jalan masuk ke desa tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika <a href="http://the.sandalian.com/gak-penting/pada-sebuah-bus-dinihari.html">pulang kampung</a> kemarin, saya sampai di kota kelahiran saya dan turun dari bus sekitar jam 5 pagi kurang sedikit. Dari pemberhentian bus masih beberapa kilometer lagi untuk mencapai rumah saya. Karena masih cukup pagi, saya tidak ingin membangunkan kakak saya untuk sekedar menjemput. Toh saya nanti bisa naik ojek di jalan masuk ke desa tempat orang tua saya tinggal.</p>
<p>Setelah berjalan kaki sekitar setengah jam, saya sampai di jalan masuk menuju <a href="http://www.fallingrain.com/world/ID/07/Ngrebo.html">kampung </a>saya. Ternyata pangkalan ojek masih sepi, dan tidak ada tanda-tanda kendaraan yang lewat. Akhirnya saya putuskan untuk berjalan kaki saja, toh hanya beberapa kilometer jaraknya.</p>
<p>Sambil berjalan kaki dan menikmati udara pagi yang sangat segar, saya sedikit bernostalgia dengan jalan yang saya lewati. Dahulu kala, ini jalan yang saya lewati sehari-hari untuk berangkat dan pulang sekolah. Sekarang jalannya di-cor beton karena aspal tidak mampu menahan pergerakan tanah yang labil.<br />
<span id="more-550"></span><br />
Lalu lewatlah seorang bapak-bapak dengan becak dan seikat batang pohon bambu yang ditaruh di atasnya. Bambu tersebut akan dibawa ke pasar bambu yang letaknya tidak jauh dari pasar kota.  Saya sempatkan untuk mengambil gambarnya meskipun hasilnya kurang sempurna, maklum matahari belum terbit dan lampu kilat di kamera tidak seberapa kekuatannya.</p>
<p><img class="size-full wp-image-551" title="penjual bambu" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/06/penjualbambu.jpg" alt="penjual bambu" width="500" height="375" /></p>
<p>Saya jadi ingat jaman kecil dahulu, mulai jam 2-3 pagi jalan di depan rumah sudah ramai dengan suara orang yang lewat di situ. Mereka adalah penjual sayuran, penjual ayam, dan penjual apa saja termasuk penjual bambu seperti pada foto di atas. Bedanya adalah jaman dahulu bambunya dipikul/dipanggul di atas pundak.</p>
<p>Satu batang pohon bambu dipikul dari rumah menuju pasar bambu, jaraknya kurang lebih 10 kilometer (banyak yang lebih jauh lagi). Berangkat jam 2-3 pagi dan sampai pasar bambu sebelum terang. Entah berapa uang yang didapatkan dengan memikul beban seberat itu, dengan jarak 10 kilometeran dan pengorbanan bangun pagi-pagi buta. Untung sekarang ada becak. Selain tidak perlu memikul, jumlah bambu yang bisa diangkut juga semakin banyak.</p>
<p>Selain ketemu penjual bambu tersebut, saya juga nemu buah yang <a href="http://sandalian.com/daily/wild-fruit-on-the-roadside.html">nampaknya enak tapi ternyata tidak</a>, di pinggir jalan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/penjual-bambu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pada sebuah bus dinihari</title>
		<link>http://the.sandalian.com/gak-penting/pada-sebuah-bus-dinihari.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/gak-penting/pada-sebuah-bus-dinihari.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 01:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[dangdut]]></category>
		<category><![CDATA[dinihari]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[purwodadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini aselinya saya tulis di ponsel saya pada tanggal 20 Juni dinihari, di dalam bis yang sedang melaju menuju kampung halaman saya. Sebenarnya ingin langsung saya publish, tetapi karena pulsa yang saya beli di Terminal Tirtonadi belum ada masuk akhirnya cuma tersimpan di Notes ponsel. Selamat membaca! Saat ini saya sedang dalam perjalanan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tulisan ini aselinya saya tulis di ponsel saya pada tanggal 20 Juni dinihari, di dalam bis yang sedang melaju menuju kampung halaman saya. Sebenarnya ingin langsung saya publish, tetapi karena pulsa yang saya beli di Terminal Tirtonadi belum ada masuk akhirnya cuma tersimpan di Notes ponsel. Selamat membaca!</em></p>
<p>Saat ini saya sedang dalam perjalanan dari Solo ke Purwodadi, kampung halaman saya, dengan menumpang sebuah bus pada jam 3 pagi. Seperti rata-rata bus yang melalui rute ini, sebuah TV 14 inch dipajang di atas kepala supir agar bisa dilihat semua penumpang. Malam ini yang diputar adalah VCD dangdut dari sebuah grup bernama Palapa dari Jombang, Jawa Timur.</p>
<p>Sedang asyik menonton, datanglah sebuah SMS dari <a href="http://anarkidiri.wordpress.com/">Alex penguasa Blangpidie</a>. Ketika saya sedang membaca sms tersebut, mbak biduanita yang cantik dan berada di dalam layar televisi itu tiba-tiba berteriak &#8216;Mas Alex!&#8217; sambil menggandeng salah satu pemain musiknya. Hahhaha saya kaget <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selanjutnya beberapa biduanita saling bergantian menyanyikan lagu-lagu dangdut, baik yang saya pernah dengar maupun yang belum.</p>
<p>Hingga kemudian seorang biduanita dengan kostum mirip <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Xena:_Warrior_Princess">Xena</a> dan rambut laksana <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megaloman">megaloman</a> tampil ke panggung.  Musik mulai dimainkan, yaitu intro dari lagu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Final_Countdown_(song)">The Final Countdown</a>-nya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Europe_(band)">Europe</a>. Saya tidak kaget karena intro lagu ini memang cukup populer dan sering dicomot di beberapa penampilan panggung.</p>
<p>Yang membuat kaget adalah ketika saya baca keterangan judul lagu dan nama penyanyinya. Ternyata mbak Xena berambut megaloman tersebut benar-benar menyanyikan lagu The Final Countdown dalam irama dangdut! Saya jadi kembali merenung betapa dinamisnya negara ini <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kemudian tampil biduanita baru yang tadi belum sempat kelihatan manggung, menurut tulisan di layar televisi namanya adalah Mbak Ratna Dewi, badannya kecil dan berhidung mancung, serta matanya lebar seperti Siti Nurhaliza. Cantik dan menarik.</p>
<p>Lha kampret, tiba-tiba VCD dimatikan oleh kondektur bis dan diganti dengan VCD karaokenya Mbak Rita Sugiarto <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/gak-penting/pada-sebuah-bus-dinihari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Ulang Tahun</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/hadiah-ulang-tahun.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/hadiah-ulang-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 00:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Keren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ditanya apa hadiah ulang tahun paling berkesan tahun ini, jawabannya sederhana. Yaitu munculnya kampung saya di Google Maps dengan tampilan yang jauh lebih jelas dari sebelumnya View Larger Map Semaleman bernostalgia tentang sungai, kuburan, sawah dan tempat-tempat lainnya yang sering saya jadikan tujuan bermain waktu kecil, atau sekedar berburu burung menggunakan ketapel. Sadis? Tenang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ditanya apa hadiah ulang tahun paling berkesan tahun ini, jawabannya sederhana. Yaitu munculnya kampung saya di Google Maps dengan tampilan yang jauh lebih jelas dari sebelumnya <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><iframe width="550" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/maps?q=-7.099658,110.948009&amp;num=1&amp;t=h&amp;sll=37.0625,-95.677068&amp;sspn=23.875,57.630033&amp;ie=UTF8&amp;ll=-7.097656,110.948653&amp;spn=0.012435,0.021136&amp;z=14&amp;iwloc=A&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="http://maps.google.com/maps?q=-7.099658,110.948009&amp;num=1&amp;t=h&amp;sll=37.0625,-95.677068&amp;sspn=23.875,57.630033&amp;ie=UTF8&amp;ll=-7.097656,110.948653&amp;spn=0.012435,0.021136&amp;z=14&amp;iwloc=A&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">View Larger Map</a></small></p>
<p>Semaleman bernostalgia tentang sungai, kuburan, sawah dan tempat-tempat lainnya yang sering saya jadikan tujuan bermain waktu kecil, atau sekedar berburu burung menggunakan ketapel. Sadis? Tenang saja, seumur-umur peluru ketapel saya baru satu kali saja mengenai burung. Itupun burungnya terbang lagi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/hadiah-ulang-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Sukuh di Purwodadi?</title>
		<link>http://the.sandalian.com/to-think-of/candi-sukuh-di-purwodadi.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/to-think-of/candi-sukuh-di-purwodadi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 20:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Keren]]></category>
		<category><![CDATA[To Think Of]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[candi sukuh]]></category>
		<category><![CDATA[grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[purwodadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Saya tadi sedang kelayapan di dunia antah-berantah, kemudian menemukan tautan dari sebuah website dari Belanda yang menyimpan banyak foto-foto dari jaman kolonialisme. Iseng saya masukkan kata kunci &#8220;grobogan&#8221;, nama kabupaten tempat orang tua saya tinggal, dan kagetlah saya karena ada 28 foto yang muncul di halaman tersebut. Dan yang paling bikin saya penasaran adalah munculnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tadi sedang kelayapan di dunia antah-berantah, kemudian menemukan tautan dari sebuah <a href="http://kitlv.pictura-dp.nl/">website dari Belanda</a> yang menyimpan banyak foto-foto dari jaman kolonialisme.</p>
<p>Iseng saya masukkan kata kunci &#8220;grobogan&#8221;, nama kabupaten tempat orang tua saya tinggal, dan kagetlah saya karena ada 28 foto yang muncul <a href="http://kitlv.pictura-dp.nl/index.php?option=com_memorix&amp;Itemid=28&amp;task=result">di halaman tersebut</a>. Dan yang paling bikin saya penasaran adalah munculnya foto sebuah candi dengan keterangan &#8220;<em>Tempel te Soekoeh bij Poerwodadi</em>&#8221; atau &#8220;Candi Sukuh di Purwodadi&#8221;.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-537" title="candisukuh" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/06/candisukuh.jpg" alt="Candi Sukuh" width="603" height="437" /></p>
<p>Saya jadi penasaran, jangan-jangan orang Belanda ini salah dalam memasukkan kategori foto atau mungkin dahulu kala negatif fotonya tertukar dengan dokumentasi perjalanannya ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Sukuh">Tawangmangu</a>? Atau bisa jadi ada cerita berbeda mengenai candi ini yang tidak saya ketahui.</p>
<p>Saya  telah meninggalkan komentar di halaman tempat foto tersebut ditampilkan, semoga ada balasan.</p>
<p><small><strong>Note: </strong>gambar di atas merupakan screenshot layar dari tampilan <a href="http://kitlv.pictura-dp.nl/index.php?option=com_memorix&amp;Itemid=28&amp;task=topview&amp;CollectionID=1&amp;RecordID=86831&amp;PhotoID=KLV001122332">halaman ini</a>, foto Candi Sukuh pada tahun 1930.</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/to-think-of/candi-sukuh-di-purwodadi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Global Positioning System</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/global-positioning-system.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/global-positioning-system.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 20:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Keren]]></category>
		<category><![CDATA[google maps]]></category>
		<category><![CDATA[gps]]></category>
		<category><![CDATA[igotu]]></category>
		<category><![CDATA[lbs]]></category>
		<category><![CDATA[location based service]]></category>
		<category><![CDATA[trekbuddy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Saya termasuk manusia dengan sistem navigasi jelek. Meskipun telah melewati suatu jalur berkali-kali &#8211;apalagi kalau nebeng atau mbonceng&#8211; tidak akan menjamin bahwa saya ingat jalan tersebut, terlebih lagi jika di tempat-tempat baru. Karena itu saya sangat menggemari teknologi positioning karena teknologi tersebut sangat membantu saya. Asyiknya, saya tidak butuh perangkat GPS mahal-mahal untuk memanfaatkan teknologi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0 7px 5px 0;" title="igotu" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/06/igotu.jpg" alt="i-GotU GPS Logger &amp; SE M600i" width="339" height="258" align="left" />Saya termasuk manusia dengan sistem navigasi jelek. Meskipun telah melewati suatu jalur berkali-kali &#8211;apalagi kalau nebeng atau mbonceng&#8211; tidak akan menjamin bahwa saya ingat jalan tersebut, terlebih lagi jika di tempat-tempat baru. Karena itu saya sangat menggemari teknologi <em>positioning</em> karena teknologi tersebut sangat membantu saya.</p>
<p>Asyiknya, saya tidak butuh perangkat GPS mahal-mahal untuk memanfaatkan teknologi <em>positioning</em> tersebut. Saya cukup menggunakan ponsel yang diinstal Google Maps di dalamnya dan saya <em>ready to go</em>. Bahkan ponsel tidak perlu ada modul GPS di dalamnya, bisa segala jenis ponsel selama bisa diinstal Google Maps karena Google Maps menggunakan teknologi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Location-based_service">Location Based Service</a>.</p>
<p>Kemudian beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan <a href="http://sandalian.com/reviews/my-first-gps-device-igotu-gps-logger.html">modul GPS merk i-GotU</a> dari <a href="http://mydigitallife.info/">My Digital Life</a> sebagai hadiah kuis. Perangkat ini hanya berfungsi sebagai data logger dan modul GPS, jadi sama sekali tidak ada layar untuk melihat-lihat sesuatu. Tombolnya saja cuma satu, bulet gede di tengah <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-528"></span><br />
Modul i-GotU ini bisa berfungsi sendiri sebagai data logger (mencatat track yang kita lalui di memory internal), disambungkan dengan PC/laptop menggunakan software navigasi semacam Garmin, atau menggunakan ponsel.</p>
<p>Kali ini saya coba menggunakan <a href="http://www.trekbuddy.net/">TrekBuddy</a> di ponsel. TrekBuddy adalah aplikasi J2ME super keren yang dibuat oleh programmer yang tidak mau diketahui nama aslinya. Sayangnya TrekBuddy ini masih kosongan, jadi saya harus mendownload peta suatu kota dari Google Maps (menggunakan web <a href="http://gm2tb.awokenmind.de/">gm2tb</a>) terlebih dahulu lalu memasukannya ke dalam memory ponsel. Baru setelah itu bisa digunakan untuk <em>jengjeng</em>.</p>
<p>Berikut ini perbandingan hasil menggunakan modul GPS dan TrekBuddy (kiri) versus Google Maps (kanan):</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-530" title="trekbuddy" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/06/trekbuddy.png" alt="TrekBuddy" width="240" height="320" /> <img class="alignnone size-full wp-image-531" title="gmaps" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/06/gmaps.png" alt="Google Maps" width="240" height="320" /></p>
<p>TrekBuddy memang menampilkan lokasi yang lebih presisi dan tidak membutuhkan pulsa karena peta didownload dari PC/laptop lalu disimpan di memori ponsel, tetapi menurut saya kurang praktis karena harus mendownload peta baru untuk lokasi baru. Belum lagi sinkronisasi ponsel dengan perangkat GPS yang butuh waktu beberapa saat. Memang tidak sampai 5 menit, tapi agak merepotkan.</p>
<p>Berbeda dengan Google Maps, meskipun akurasinya dalam rentang ratusan meter dan membutuhkan pulsa untuk menampilkan peta secara langsung dari server Google, namun sangat praktis dan mudah digunakan. Bahkan saya biasa menghitung jarak suatu kota ke kota lain dan mendapatkan saran jalur yang harus ditempuh. So far so good!</p>
<p>Sayang sekali ponsel saya lumayan jadul, jadi hanya bisa menggunakan fitur-fitur dasar dari Google Maps/Latitude. Ada yang mau nyumbang ponsel? Nanti saya review di blog ini deh <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/global-positioning-system.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari kota hingga ke pelosok desa</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/dari-kota-hingga-ke-pelosok-desa.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/dari-kota-hingga-ke-pelosok-desa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 01:57:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Keren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Sabtu pagi kemain, sekitar jam 03.00 saya berangkat ke Kaliurang, nyusul beberapa teman yang sudah datang sejak sore sebelumnya. Namun ketika sampai villa tempat mereka menginap, ternyata tidak ada orang samasekali dan villa dalam keadaan terkunci. Info yang saya dapatkan via sms adalah mereka sedang jalan-jalan malam ke Goa Jepang yang tidak jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Sabtu pagi kemain, sekitar jam 03.00 saya berangkat ke Kaliurang, nyusul beberapa teman yang sudah datang sejak sore sebelumnya. Namun ketika sampai villa tempat mereka menginap, ternyata tidak ada orang samasekali dan villa dalam keadaan terkunci. Info yang saya dapatkan via sms adalah mereka sedang jalan-jalan malam ke Goa Jepang yang tidak jauh dari villa tersebut.</p>
<p>Daripada sendirian di villa, saya putuskan untuk menyusul mereka. Tadinya berpikir untuk mengendarai motor saja, namun rasanya terlalu berisik di pagi sebuta itu. Jadinya motor saya parkir di villa, baru kemudian jalan kaki menuju lokasi Goa Jepang. Namun yang menjadi masalah adalah saya tidak mengetahui kemana arah menuju Goa Jepang dari tempat saya berada!<br />
<span id="more-522"></span><br />
<img style="margin: 0 7px 5px 0;" title="gmaps" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/05/gmaps.png" alt="" width="240" height="320" align="left" />Segera saya keluarkan senter kecil yang selalu saya bawa kemana saja &#8211;sebagai <abbr title="Every Day Cary, barang bawaan sehari-hari">EDC</abbr>, bersama sebilah pisau lipat&#8211; dan saya buka aplikasi Google Maps di handphone. Setengah pesimis sebenarnya, mengingat saat itu saya berada di daerah Gunung Merapi, mana mungkin Google mengenali daerah ini.</p>
<p>Namun karena Google Maps sudah banyak  membantu saya ketika tersesat atau ketika tidak tahu di mana saya berada, tak ada salahnya saya coba.</p>
<p>Google Maps berhasil mendeteksi lokasi saya berada, meskipun beberapa kali berpindah-pindah titik. Namun adanya point dengan nama &#8220;Objek Wisata Gardu Pandang&#8221; sangat membantu, karena villa yang kami gunakan memang berada di depan Gardu Pandang tersebut. Yang jadi masalah adalah tidak ada poin dengan nama Goa Jepang atau yang mirip-mirip dengan itu.</p>
<p>Lalu saya coba fitur search &#8211;masih pesimis&#8211; dan memasukkan Goa Jepang dalam kolom pencarian, saya terkejut karena Google Maps  ternyata mengenali tempat tersebut dan memberikan tanda berupa tetesan air terbalik berwarna merah di layar handphone saya. (Screenshot di atas sengaja saya buat ketika itu karena merasa takjub <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Akhirnya saya beranikan diri menyusuri jalanan gelap (di beberapa tempat nyaris tanpa cahaya) sambil mencari-cari tanda keberadaan mereka, dan there they are!</p>
<p>Sekitar 50 meteran dari tempat teman-teman saya berada, saya berhenti sebentar dan duduk di atas batu. Mengeluarkan es krim yang hampir meleleh karena panas badan (gara-gara jalan nanjak) dan saya rayakan pagi itu dengan menghabiskan sepotong es krim sendirian, sebelum akhirnya saya bergabung dengan mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-keren/dari-kota-hingga-ke-pelosok-desa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agregator sederhana dengan Yahoo! pipes</title>
		<link>http://the.sandalian.com/blog-update/agregator-sederhana-dengan-yahoo-pipes.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/blog-update/agregator-sederhana-dengan-yahoo-pipes.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 01:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Update]]></category>
		<category><![CDATA[agregator]]></category>
		<category><![CDATA[atom]]></category>
		<category><![CDATA[feeds]]></category>
		<category><![CDATA[pipe]]></category>
		<category><![CDATA[rss]]></category>
		<category><![CDATA[xml]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Ada 3 blog saya yang ingin saya masukkan ke dalam agregator milik CahAndong, namun saya tidak ingin membebani Kang Zamroni dengan memasukkan 3 URL yang berbeda, dan mungkin bisa bertambah jumlahnya. Akhirnya saya manfaatkan Yahoo! Pipes untuk membuat sebuah agregator sederhana yang akan mengambil data dari RSS feed di ketiga blog yang saya kelola. Selanjutnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/05/pipe.png"><img style="margin: 0 7px 5px 0;" title="Yahoo! Pipes" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/05/pipe-251x300.png" alt="Yahoo! Pipes" width="251" height="300" align="left" /></a>Ada 3 blog saya yang ingin saya masukkan ke dalam agregator milik <a href="http://cahandong.org">CahAndong</a>, namun saya tidak ingin membebani <a href="http://zamroni.net/">Kang Zamroni</a> dengan memasukkan 3 URL yang berbeda, dan mungkin bisa bertambah jumlahnya.</p>
<p>Akhirnya saya manfaatkan <a href="http://pipes.yahoo.com">Yahoo! Pipes</a> untuk membuat sebuah agregator sederhana yang akan mengambil data dari RSS feed di ketiga blog yang saya kelola. Selanjutnya pipes ini akan menyortir entry terbaru (berdasar tanggal posting) dan mengirimkan hanya 9 output terbaru saja.</p>
<p>Saya kurang yakin apakah langkah keempat dalam alur <em>piping</em> di sebelah kiri ini ada gunanya atau tidak, agak malas ngotak-atik lagi hehe.</p>
<p>Enaknya <a href="http://pipes.yahoo.com">Yahoo! Pipes</a> ini adalah kita bisa memilih output yang diinginkan. Dalam hal ini saya memilih output dalam bentuk RSS, lalu saya grab dan bisa diakses dengan mudah dari alamat <a href="http://rss.sandalian.com">rss.sandalian.com</a> <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi jika nanti saya nambah blog lagi, saya cukup memasukkan ke dalam pipe ini saja sebagai input awal dan output-nya akan otomatis menyesuaikan.</p>
<p>Beginilah kalau terlalu malas he..he..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/blog-update/agregator-sederhana-dengan-yahoo-pipes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksotisme Buah Kesemek</title>
		<link>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/eksotisme-buah-kesemek.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/eksotisme-buah-kesemek.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 12:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Gemblung]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[kesemek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang jalan-jalan di sebuah swalayan di Yogyakarta, saya menemukan tumpukan buah berbedak di antara buah-buahan bertampang mulus lainnya. Saya jadi ingat, itu buah kesemek dan terakhir (dan pertama kali) makan adalah beberapa tahun yang lalu, ketika masih tinggal di Bantul. Lalu saya dan Puan Peri memutuskan untuk membelinya karena dia juga penasaran dengan buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika sedang jalan-jalan di sebuah swalayan di Yogyakarta, saya menemukan tumpukan buah berbedak di antara buah-buahan bertampang mulus lainnya. Saya jadi ingat, itu buah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesemek">kesemek</a> dan terakhir (dan pertama kali) makan adalah beberapa tahun yang lalu, ketika masih tinggal di Bantul. Lalu saya dan <a href="http://blog.perikecil.com">Puan Peri</a> memutuskan untuk membelinya karena dia juga penasaran dengan buah tersebut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-511" title="kesemek1" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/05/kesemek1.jpg" alt="" width="550" height="425" /></p>
<p>Singkat cerita, kami jatuh cinta dengan buah satu ini. Meskipun tampangnya kurang menggoda, namun rasanya sungguh eksotis. Kombinasi manis dan sepat, serta kontur daging yang mirip dengan buah sawo, tapi rasanya mirip-mirip pepaya yang masih mengkal.<br />
<span id="more-510"></span><br />
Hari ini kami mampir mencari buah Kesemek (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diospyros_kaki">Diospyros kaki</a>) lagi. Satu kilo harganya cuma Rp. 5000, sangat jauh di bawah harga buah-buah bertampang menarik lainnya. Agak geli ketika membayarnya, nenteng sekantung plastik namun dengan harga yang cukup murah. Kalau saya baca di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesemek">Wikipedia</a>, Kesemek bernilai tinggi di Jepang dan China. Kenapa di Indonesia harganya sangat rendah?</p>
<p>Mungkin jika kesemek dicuci dulu sebelum dijual (saat ini Kesemek dijual dalam keadaan berbalur kapur, untuk menghilangkan rasa sepatnya), kemudian dihembuskan cerita-cerita untuk mendongkrak popularitasnya, saya yakin harganya bisa jadi lebih baik. </p>
<p>Cerita yang saya maksud misalnya adalah jaman dulu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ken_Dedes">Ken Dedes</a> sering makan buah Kesemek untuk menjaga kecantikannya, juga membentuk betisnya menjadi indah sehingga <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ken_Dedes">Ken Arok</a> tergila-gila. Tentu cerita tersebut akan membuat buah ini banyak diburu oleh nona-nona yang umumnya akan melakukan banyak cara untuk mencapai kesempurnaan <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-512" title="kesemek2" src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/05/kesemek2.jpg" alt="" width="550" height="480" /></p>
<p>Ketika memakan buah Kesemek ini saya baru nyadar bahwanya sangat kecil, kurang lebih sebesar biji buah tomat. Apa karena berbiji kecil maka Kesemek menjadi kurang populer? Sedangkan Durian cukup populer karena bijinya gede-gede? Ah tendensius sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/sejarah-gemblung/eksotisme-buah-kesemek.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendinginkan Greensand Dengan Air Dispenser</title>
		<link>http://the.sandalian.com/gak-penting/mendinginkan-greensand-dengan-air-dispenser.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/gak-penting/mendinginkan-greensand-dengan-air-dispenser.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 22:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[greensand]]></category>
		<category><![CDATA[tips n trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum berangkat kerja tadi saya mampir membeli satu kaleng Greendsand dingin, rencananya untuk dinikmati sambil mengerjakan gawean. Sampai di kantor, ternyata sudah ada satu botol besar Coca Cola yang sudah terbuka. Jadinya saya minum Coca Cola dulu. Ndilalah karena kembung, saya lupa bahwa ada Greensand di dalam tas. Tengah malam baru saya cek dan sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum berangkat kerja tadi saya mampir membeli satu kaleng Greendsand dingin, rencananya untuk dinikmati sambil mengerjakan gawean. Sampai di kantor, ternyata sudah ada satu botol besar Coca Cola yang sudah terbuka. Jadinya saya minum Coca Cola dulu.</p>
<p>Ndilalah karena kembung, saya lupa bahwa ada Greensand di dalam tas. Tengah malam baru saya cek dan sudah tidak dingin lagi. Mana enak minum greensand anget?? #huft</p>
<p>Lalu saya ambil air dingin dari dispenser, saya campur garam, dan rendam kaleng Greensand selama beberapa menit.</p>
<p><a href="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/04/greendsand.jpg"><img src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/04/greendsand.jpg" alt="" title="greendsand" width="570" height="717" class="alignnone size-full wp-image-508" /></a></p>
<p>Voila, Greensand dingin pun siap dinikmati.</p>
<p>Oh iya, ide ini saya dapatkan beberapa malam yang lalu dari Youtube. Hanya saja di Youtube menggunakan es batu, bukan air dingin dari dispenser <img src='http://the.sandalian.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/gak-penting/mendinginkan-greensand-dengan-air-dispenser.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cop Out &#8211; Yes, Out!</title>
		<link>http://the.sandalian.com/gak-penting/cop-out-yes-out.html</link>
		<comments>http://the.sandalian.com/gak-penting/cop-out-yes-out.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 22:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yeni Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[action movie]]></category>
		<category><![CDATA[cop out]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the.sandalian.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda penggemar film action, saya sangat tidak menyarankan Anda untuk menonton film ini. Adegan paling keras yang dilakukan Bruce Willis di film ini adalah ditabrak mobil dan memanjat jendela. SRSLY.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://the.sandalian.com/wp-content/uploads/2010/04/copout-300x292.jpg" alt="" title="copout" width="300" height="292" class="alignnone size-medium wp-image-504" /></p>
<p>Jika Anda penggemar film action, saya sangat tidak menyarankan Anda untuk menonton <a href="http://www.imdb.com/title/tt1385867/">film ini</a>. Adegan paling keras yang dilakukan Bruce Willis di film ini adalah ditabrak mobil dan memanjat jendela. SRSLY.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the.sandalian.com/gak-penting/cop-out-yes-out.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
