Follow me not!


Bukan Kacamata Saya

16 September 2008 13:18:13 WIB, under category Gak Penting

Tulisan saya sebelumnya tentang sifat-sifat wanita berdasar fisiknya ternyata mengundang berbagai reaksi. Ratusan ribu email tiba-tiba masuk ke inboks saya dan serentetan private message masuk ke akun Yahoo! Messenger saya. Ada yang minta diramalin sifat pacarnya (emangnya saya dukun? :P) ada pula yang menganggap warisan leluhur saya itu hal yang syirik.

Yang menarik adalah reaksi Jeng Mira yang tadinya menganggap saya menggunakan “kacamata” warisan leluhur saya itu untuk menilai sifat wanita. Langsung saja saya jelaskan bahwa itu bukan kacamata saya.

Sebuah kacamata yang bernama turangganing wanita itu hanya saya jadikan wawasan belaka. Saya tidak pernah menilai seseorang dari penampilan fisiknya, kecuali sebuah nilai bahwa seseorang itu cakep atau jelek, secara subyektif :P

Kerap kali saya kenal seseorang dan kemudian seiring berjalannya waktu saya jadi tahu sifatnya, jadi tahu kebiasaannya. Lalu iseng saya bandingkan dengan panduan leluhur itu dan ternyata berbeda, lalu saya berkata “Tuh kan, salah.”.

Waktu berjalan lagi, dan tiba-tiba sesuatu terjadi. Orang yang saya kenal itu tiba-tiba mempunyai sifat sama dengan yang tertulis ratusan tahun yang lalu, itu membuat saya terkejut. Terkejut karena saya pikir dia tidak seperti itu, berdasar pengalaman sehari-hari. But it happens sodara-sodara.

Lalu saya pelajari polanya, saya selidiki kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari dan sampailah pada suatu kesimpulan bahwa turangganing wanita itu bukan suatu judgement terhadap seseorang melainkan sebuah catatan potensi. Jadi misalnya di situ tertulis wanita berbulu tangan lebat mudah diajak kencan, bukan berarti dia wanita murahan.

Juga bukan seseorang yang bisa diajak ketemuan sesuka hati, melainkan seseorang yang mempunyai potensi untuk dekat dengan orang lain dengan cara yang tidak terlalu sulit –tapi sekali lagi, juga bukan gampangan.

This is the art, seni memahami tulisan-tulisan leluhur ini harus kita pahami. Tidak perlu kok diyakini sebagai suatu agama baru dalam rangka hubungan pria dan wanita. Cukup dijadikan sebagai.. sebut saja early warning system agar kita bisa selalu waspada. Toh ada kalanya muncul false alarm bukan?

Sehingga dengan pengetahuan-pengetahuan itu kita bisa tahu bagaimana mencintai wanita dengan baik dan benar, bukannya memanfaatkan pengetahuan itu untuk mendapatkan sebanyak mungkin cinta dari wanita-wanita.

Tapi entah ding, saya juga masih terus belajar dan belajar. Saya baru hidup dua setengah dasawarsa, itu pun satu dasawarsa pertama saya habiskan untuk menelusuri sawah-sawah sambil membawa pancingan dan ketapel :P


38 Comments so far..

  1. aprikot
    16 September 2008, 13:38:58 WIB

    kamu sudah bisa mencintai wanita dengan baik blum ndal?

  2. ershad
    16 September 2008, 14:40:10 WIB

    udah jadi kacamata mas lian juga tu keknya, paling tidak ‘kacamata’ itu sudah mempengaruhi hidup mas lian :D

    salam kenal mas

  3. miracle
    16 September 2008, 15:38:38 WIB

    numpang lewat ya Jeng… :D

  4. ngodod
    16 September 2008, 17:34:11 WIB

    saya demen sama paragraph terakhir, secara saya dibesarkan di kota, ora kenal sawah dab…

  5. adipati kademangan
    16 September 2008, 18:18:32 WIB

    sampeyan kan sudah punya ilmunya, seharusnya lebih mantab mempraktekkannya. Kapan rabi ??

  6. eko
    17 September 2008, 00:35:13 WIB

    mesti karo angon yo jeng…

    kelingan dek jaman semono…. :)

  7. mantan kyai
    17 September 2008, 06:39:56 WIB

    ouh..masih tentang tungganganing wanito yah…ya udah tak nunggang dulu deh

  8. Masenchipz
    17 September 2008, 08:13:10 WIB

    ratusan ribu email? wow… beneran nih om… mantab donk…

  9. detnot
    17 September 2008, 11:01:03 WIB

    kalo jeng mira yg ini masih jomblo jeng?

  10. ardi
    17 September 2008, 13:04:10 WIB

    setuju dgn paragrap this is the art…tekan ngisor

  11. cupidnouva
    17 September 2008, 13:32:19 WIB

    huhu…

    sptnya…daku percaya…sebelum tau hal ini, krn emang kejadian kadang2…ibaratnya sebuah klasifikasi gitu deh…

  12. bangsari
    17 September 2008, 14:24:26 WIB

    jadi, sampeyan sudah jadian ama wanita berbulu lebat itu?

  13. Zen
    17 September 2008, 14:29:04 WIB

    Saya setuju kalo disebutkan bahwa yang disebutkan sebuah ramalan adalah sebuah potensi atau kecenderungan, namun semuanya bisa berubah berdasarkan lingkungan dan kesadaran/kemauan diri sendiri untuk merubahnya.

  14. eko
    17 September 2008, 15:37:58 WIB

    tambahin di kartu nama..
    pekerjaan: programmer, peramal :-)

  15. Jauhari
    19 September 2008, 12:51:09 WIB

    Urung faham maksude opo aku :(

  16. escoret
    19 September 2008, 14:10:14 WIB

    pke ati ndal….
    aku yakin ga bakal terjadi kyk gt….

    klo ga,pke rempelo aja…apa sate usus..

    *iki mbahas opo tho..??*

  17. chocoluv
    19 September 2008, 14:43:09 WIB

    oalah pakde,
    kok saya malah jadi inget ketik REG spasi RAMAL
    :-P

    mungkin yang bikin perempuan biasanya ga terima adalah… ada turangganing wanita tapi ga ada turangganing lelaki. gender…

  18. mPitzky
    19 September 2008, 19:38:19 WIB

    iyah. kebukti ama gwa kan ya ndal. meski lo ke kanan gwa ke kiri buktinya kita baek2 aja berbagi jiwa *halah!*

    heya there, Cinta!

    *ngerusakpasaransandal mode: ON!*

  19. ika
    20 September 2008, 11:19:08 WIB

    wah kayaknya bentar lagi ngalahin tukul neh yang dapat trilyunan email,,hahahaha

  20. paman tyo
    20 September 2008, 13:55:10 WIB

    katurangganing wanita? oh!
    turangga artinya kuda. kenapa ya? :D

  21. kyai slamet
    21 September 2008, 23:28:29 WIB

    turangga? jaran?
    jadi perempuan itu sama dengan kuda…. maksudnya bisa dinaiki githu? :D

  22. Esmo
    22 September 2008, 02:53:04 WIB

    yak…
    bener banget…

    statistik aja, nggak langsung ditelan mentah mentah hasilnya… ada analisanya…

    dan menurut saya, ramalan atau apa itu, sama nggak bisa ditolak ato diterima mentah mentah kayak ilmu setatistik…

    lantas, kenapa orang2 lebih percaya setatistik yang diajarkan di sekulah daripada ramalan? padahal probabilitasnya sama saja?
    ah, bangsa kita yang masa kini kan emang lebih suka sama yang (sok) ilmiah…

    ;)

  23. genthokelir
    22 September 2008, 06:50:30 WIB

    mudah mudahan aja kita tidak terjebak oleh literatur dalam mempelajari sesuatu dan tidak menjadikan sebagai kitab dalam kehidupan

  24. the kepiting
    23 September 2008, 13:07:27 WIB

    hmmm……

  25. gajah_pesing
    24 September 2008, 09:22:57 WIB

    hahahahaha… mbah.. tolong diramalke bojo kulo….

  26. mPitzky
    25 September 2008, 14:14:25 WIB

    APDET WOI APDET!

  27. Anand
    26 September 2008, 13:26:47 WIB

    Wew..
    Pertama “sidak” blog jenengan nih…
    Simple, Sederhana, Kalem tapi tulisan
    sing ada di “njero” bikin orang penasaran
    alias gak simpel, sederhana, kalem…

    Nice to know You…(nek ngangkring maneh
    aku oleh melu yow…)

    btw, kacamata “dukun” tentang wanita
    relatif dari hati atau pikiran yah…

  28. arvernester
    26 September 2008, 22:04:19 WIB

    amiiin…. he..?? loh?

  29. dimaz
    27 September 2008, 14:57:09 WIB

    klo soal cwe, jeng ndal mang ahlinya deh.. hehehe =P

  30. genthokelir
    28 September 2008, 07:04:10 WIB

    SELAMAT ULANG TAHUN
    BAHAGIA SELALU CERIA SELALU

  31. system_error
    29 September 2008, 04:45:09 WIB

    jenk…..
    tak buka nggo avant browser kok dadi mawut yo web’e sampean..

  32. genthokelir
    29 September 2008, 23:15:12 WIB

    Dengan Rasa hormat dan kerendahan hati serta penuh harapan untuk memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
    tak lupa pula memohon doa

    Segenap Keluarga Gunungkelir.com mengucapkan selamat Idul Fitri

  33. Marisa
    30 September 2008, 17:40:25 WIB

    Intinya, jangan nilai buku dari kulitnya. Begitu bukan?
    Salam kenal.

  34. mantan kyai
    05 October 2008, 10:10:17 WIB

    lama gak apdet oom

  35. okta sihotang
    05 October 2008, 14:36:29 WIB

    wah..ultah yaks ?
    selamat yaks…..

  36. Noe
    06 October 2008, 22:42:05 WIB

    dari segini banyak yang comment, yang mbaurekso sandal kok belon komment ya….:D ngilank neng ndi iki…

    mas yen ultah ya?? :D

  37. Gun
    07 October 2008, 07:35:06 WIB

    *ngaka baca selamat ultah*

    Mesti moksa pas ultah tahun depan nih… *nebar HOAX*

  38. nonadita
    07 October 2008, 15:55:29 WIB

    Mas Sandal,
    ada turangganing versi lelaki nggak?? :mrgreen:
    *ngengir kuda*

RSS for comments TrackBack URL

Leave a comment or two

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>