sandalian dot net


Delima Tiga Negara

25 January 2012 00:59:54 WIB, under category Gak Penting

Waktu kecil, di sebelah rumah orang tua saya ada pohon delima. Saya suka dengan aroma bunganya yang wangi-wangi gimana gitu. Namun saat bunganya menjadi buah, agak susah bagi saya untuk menikmati buah delima tersebut.

“Daging” delima mirip dengan biji pepaya, dibalut selaput tipis dan ada cairannya. Cara menikmati buah delima adalah dengan ngemut biji-biji itu sembari sedikit menggigit bijinya agar selaputnya pecah dan cairannya bisa disesap. Delima di samping rumah dulu itu, rasanya masam. Tidak ada manis-manisnya, karena itu tidak pernah dijadikan sebagai “buah beneran” oleh orang-orang rumah.

Dua puluh tahunan kemudian, saya menjumpai lagi buah delima di Jogja. Di Carefour saya nemu delima yang mirip sekali dengan delima jaman saya kecil, kemungkinan dari varietas yang sama, saya sebut saja delima lokal. Harganya 5-7 ribu per buahnya, dan saya beli satu untuk mengobati rasa penasaran.

delima lokal

Penampilannya “kering” seperti delima di samping rumah dulu.  Saat dibelah, ternyata benar-benar sama dengan delima jaman saya kecil. Bijinya kecil-kecil dan rasanya masam.

delima lokal dibelah

Akhirnya cuma saya sesap beberapa saja, dan sisanya dibuang.

 Beberapa bulan kemudian, setelah saya menikahi anak orang, ternyata di rumah mertua ada pohon delima juga. Waktu saya ke rumah mertua, buahnya masih cukup kecil untuk dimakan.

Ndilalah beberapa bulan lagi saat Ibu Mertua datang ke Jogja, beliau membawa 3 buah delima yang katanya dibeli dari pasar lokal di daerah Bojonegoro sana. Harga 3 buahnya lima ribu rupiah, berarti yang di Carefour waktu itu sangat mahal :D

Tapi ternyata delimanya sama saja, rasanya masam  dan agak susah dinikmati hehe..

Lalu menjelang Natal 2011 kemarin saya nemu delima dengan label “Delima RRC” di Superindo, ukurannya lebih besar dan warna buahnya agak lebih pucat.

delima RRC belum dikupas

Setelah dibelah..

delima RRC setelah dibelah

Bulirnya besar-besaaar, rasanya manis, dan sangat juicy. Kalau seperti ini sih dibuat jus juga enak, kalau delima lokal di atas tadi mungkin malah rasa bijinya yang dominan. Harganya sekitar 30 ribu per kilogram.

Dan yang terakhir, setelah tahun baru saya nemu delima jenis lain lagi di Superindo. Labelnya adalah delima Spanyol.

delima spanyol belum dibelah

Ukurannya lebih besar daripada delima RRC maupun delima lokal, tetapi warna kulitnya hampir mirip dengan delima lokal.

Karena penasaran dengan isinya, segera saya belah…

delima spanyol dibelah

Jika dibandingkan ukuran buah yang belum dibelah, bulir-bulir delima spanyol ini lebih kecil dibanding delima RRC. Rasanya manis tapi tidak semanis delima RRC, juga kurang juicy. Tetapi bijinya lumayan lunak dibanding delima RRC dan delima lokal.

Delima Spanyol ini harganya sekitar 40 ribu per kilogram, waktu itu saya cuma beli 1 butir saja, kena sekitar 8 ribu rupiah.

Secara keseluruhan, delima RRC yang paling enak dan segar rasanya :D

 

 


11 Comments so far..

  1. Gage
    25 January 2012, 01:32:48 WIB

    kenapa ini tempat bobo lumen jadi background terus sih?

  2. sandalian
    25 January 2012, 02:20:48 WIB

    Itu bukan tempat bobo Lumen ya, itu playground-nya Lumen :P

  3. Herman Saksono
    25 January 2012, 09:51:27 WIB

    Owalaaah. Ternyata beda ya? Kemarin ke superindo nyari delima, kok tulisannya spanish. Aku ngiranya kemarin salah baca RRC, ternyata memang ada dua.

  4. bangsari
    25 January 2012, 10:47:36 WIB

    Sudah coba delima israel? Ukurannya lebih gede dari delima lokal atau china. Paling sekilo cuma berisi dua buah. Kulit luarnya merah tua sampai merah hitam. Dalamnya juga begitu.

    Tapi sayangnya, agak sepet dan cenderung pahit untuk yang belum matang bener. Pokoknya lebih enak delima china lah.

  5. Oom Yahya
    25 January 2012, 11:41:04 WIB

    Wah, 1 macam delima saja saya belum pernah makan :(

  6. detnot
    25 January 2012, 11:56:08 WIB

    sama marquisa masam mana jeng?

  7. Antyo Rentjoko
    26 January 2012, 02:21:08 WIB

    Saya makan delima per biji demi biji. Gak telaten :D
    BTW, OOT, itu pisau ngasahnya pake batu ya?
    Mana sih yang “benar”, mengasah pakai jepitan cincin logam atau pake batu?
    Di rumah saya selalu pakai pengasah logam. Yang versi lama malah bisa buat ngasah gunting.

  8. Yeni Setiawan
    26 January 2012, 09:47:16 WIB

    @paman
    kalau pisau kecil, saya mengasahnya menggunakan amplas halus (grid 800-1000) yang di-alasi mousepad bekas. opinel di atas ada goresan asahan batu karena darurat, pas bantu-bantu ngulitin kambing di rumah mertua :D

  9. si Mas Ganteng
    26 January 2012, 11:30:00 WIB

    wah,kok malah promo buah2 impor?
    kasian petani2 lokal! ;-)

    delima itu cara menikmatinya adalah: ditelan semuanya,lalu diemut. selanjutnya biarkan lidah yg bekerja :-))

  10. mbita
    28 January 2012, 18:36:35 WIB

    ga suka delima, tp kalau markisa suka. meski rasanya klo dirasa 2 hampir senada ya, bentuknya juga. btw pisaunya keren

  11. Alex©
    29 January 2012, 15:00:16 WIB

    ^ makan delima saja ada cara kerjanya. ada-ada saja, koh :P

RSS for comments TrackBack URL

Leave a comment or two

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>