Follow me not!


Memimpin, bukan menguasai

09 September 2008 05:55:24 WIB, under category Gak Penting

Jika Anda perhatikan, nama raja-raja Jawa selalu memposisikan diri mereka pada posisi paling berat, bukan yang paling berkuasa. Sebutlah mangkubumi (memangku bumi), pakubuwono (paku untuk alam semesta), hamengkubuwono (memangku alam semesta) dan lain-lainnya. Tentu saja pilihan nama-nama itu bukanlah suatu kebetulan, melainkan ada sesuatu yang tersembunyi di balik nama-nama tersebut.

Kabarnya, nama-nama tersebut merupakan suatu cerminan bahwa memimpin itu tidak sama dengan menguasai. Seorang pemimpin harus bisa memangku segala sesuatu yang dipimpinnya.

Misalnya mangkubumi, sebagai penguasa bumi maka dia harus memangku bumi dalam tanggung jawabnya. Segala kejadian di muka bumi akan menjadi tanggung jawabnya, jadi bukan berarti dia bebas berlaku sesuka hati di atas bumi ini.

Jadi, yang bener itu mangkubumi, bukan tunggangbumi :P


20 Comments so far..

  1. Riyogarta
    09 September 2008, 06:12:43 WIB

    Jadi yang sekarang ada itu adalah yang tunggangbumi ya? :p
    Setuju.

  2. Anang
    09 September 2008, 06:32:08 WIB

    ndal ak mangkuwanita aja lah…

  3. Hedi
    09 September 2008, 09:37:35 WIB

    soal tunggang menunggang, para raja itu juga jago kok lha buktinya punya banyak selir ;))

  4. cupidnouva
    09 September 2008, 09:40:10 WIB

    ada ga yg namanya “menunggangsendal”….wkwkwk…

    ehm, makasih…saiaaahh kagak minat….

  5. hendrinugraha
    09 September 2008, 09:43:24 WIB

    Ada juga “menginjaksandal” :D

  6. mantan kyai
    09 September 2008, 10:13:27 WIB

    lha apa enak nunggangin bumi. saya kok lebih milih nama TUNGGANGMIYABI :D

  7. genthokelir
    09 September 2008, 11:49:01 WIB

    mestinya butuh keseimbangan mas kadang Memangku kadang Menunggangi jadi ada fariasi mas
    jangan hanya memangku,menunggangi tapi membelakangi ,mengiringi dlll

  8. arvernester
    09 September 2008, 12:11:16 WIB

    mangkubumi hanya memangku-bumi, itulah pemimpin sejati. kalo pariasi nanti malah setengah-setangah dunk? :D

  9. ardi
    09 September 2008, 12:43:07 WIB

    kreatip men tho :jempol:

  10. detnot
    09 September 2008, 12:50:52 WIB

    benul sekali analisamu jeng

  11. didut
    09 September 2008, 13:51:01 WIB

    setujuh !!

  12. waterbomm
    09 September 2008, 13:51:23 WIB

    pemikiran yang kueren..

    berarti sebuah nama juga harus dipertanggung jawabkan yah… hemm..

  13. tooooooooooopics
    09 September 2008, 14:57:29 WIB

    benul…

  14. Gun
    09 September 2008, 16:48:30 WIB

    Hwakakaa… Salah satu propaganda pemerintah Hindia Belanda dulu kepada kaum terpelajar pribumi adalah mereka (Belanda) ingin membebaskan rakyat Hindia dari kekuasaan para raja yang semena-mena, katanya.

    Propaganda kolonial nampaknya nggak ngefek banyak ke rakyat kebanyakan. :D

  15. Nazieb
    09 September 2008, 18:10:45 WIB

    Kalau “Yudhoyono” itu artinya apa ya? :D

  16. torasham
    09 September 2008, 21:52:21 WIB

    heh..?
    baru tau kl nama2 itu maksudnya seperti itu….

  17. eko
    10 September 2008, 07:09:50 WIB

    ooooo begitu tho jeng critanya

  18. Jiban
    10 September 2008, 13:22:39 WIB


    Misalnya mangkubumi, sebagai penguasa bumi maka dia harus memangku bumi dalam tanggung jawabnya.

    lha kalo mangkubini artinya apa mas?:D

  19. cya
    10 September 2008, 23:39:13 WIB

    weh..filosofi yang berat
    abot meneh mewujudkan dalam perbuatan

    ah raja-raja jaman dulu..

  20. joe Sitohang
    15 September 2008, 18:13:13 WIB

    trus raja2 dulu ada gak ya make istilah mangkuselir…
    heheh just another comments mas,
    tadinya cuma mau numpang lewat tapi komen yg lain ngundang senyum, jadilah aku ikutan
    salam kenal yaa

RSS for comments TrackBack URL

Leave a comment or two

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>