12 May 2011 01:22:14 WIB, under category Gak Penting
Jaman dulu ketika blog mulai populer, banyak postingan yang berisi daftar keinginan penulis, atau istilahnya wish list. Demi melestarikan budaya tersebut, kali ini saya ingin posting soal wish list saya.
Sebuah senter, Quark Mini 123.
Kode 123 merupakan jenis batere yang digunakan, yaitu CR 123. Saat ini masih menimbang apakah akan mengambil Quark Mini 123 (menggunakan 1 batere CR 123, output lebih terang namun batere tidak terlalu mudah didapat) atau Quark Mini AA (menggunakan 1 batere AA, ukuran body lebih panjang, output tidak seterang seri 123 namun batere ada di warung-warung).
Senter ini untuk keperluan EDC alias Every Day Carry, terjemahan bebasnya adalah BH atau Bawaan Harian.
Selanjutnya adalah sebuah pisau lipat, Spyderco Delica.
Pisau yang dengan lubang khasnya (ciri khas Spyderco) ini menarik hati saya karena simpel dan ramping. Soal kualitas, kabarnya yahud punya. Pisau ini juga untuk EDC, untuk dibawa sehari-hari.
Semoga alam semesta mengabulkan keinginan saya ini.
17 April 2011 13:38:58 WIB, under category Komputer
Biasanya saya jarang instal aplikasi aneh-aneh di ponsel tua saya ini. Namun sejak blog ini pindah ke suatu VPS, akhirnya saya membutuhkan sebuah aplikasi untuk mengendalikan server melalui protokol SSH .
Setelah googling sana-sini, akhirnya nemu aplikasi PuTTY for UIQ3 ini. Meskipun UIQ is dead saya masih belum berganti ponsel. Yang sekarang aja belum semua fiturnya saya gunakan, mosok mau beli lagi?
Errr.. tapi naksir salah satu perangkat dari Archos dan juga Kindle sih. Tapi keduanya kan bukan henpon
Pas lagi nyari-nyari tool untuk ngelola beberapa blog, atau yg lebih keren disebut sebagai offline blog editor, ternyata nemu ScibFire untuk Opera. Mari kita coba beberapa hari untuk mengetahui bagus enggaknya.
Itung-itung agar blog ini tidak berhantu, karena terlalu lama ditinggal pemiliknya
Ketika berkendara di jalanan Jogja, sering saya menemui pecinta warna yang ekspresif. Salah satu yang saya ingat adalah seorang nona yang nampaknya penggemar warna pink.
Helm-nya berwarna pink, jaketnya berwarna hitam dengan motif garis pink, bersarung tangan warna pink garis-garis putih dan juga kaos kaki pink menyala dengan sepatu/sandal warna merah mendekati pink.
Benar-benar suatu polusi warna yang menyakitkan mata.
26 February 2011 07:11:28 WIB, under category Gak Penting
Pagi hari, belum sempat tidur, Puan Peri bilang kalau lapar. Karena sedang kehabisan cabe sehingga tidak bisa memasak apa-apa, saya menawarkan untuk membeli makanan di pasar yang tidak terlalu jauh dari rumah.
Pulang dari pasar, saya mendapatkan tiwul seharga seribu rupiah yang cukup untuk memenuhi perut:
Dan istri tercinta mendapatkan gudeg dengan paha ayam yang besar:
Sekarang sudah kenyang, saatnya kembali ke peraduan. Selamat beristirahat.
09 February 2011 00:29:23 WIB, under category Sejarah Keren
Namanya William Kamkwamba, remaja dari Malawi yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena keluarganya tidak mampu membayar biaya pendidikan sebesar 80 dolar Amerika per tahun. Sejak saat itu dia sering mengintip ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, hingga akhirnya diusir oleh guru kelas tersebut.
Suatu hari –pada umur 14 tahun– William menemukan buku berjudul “Using Energy” di perpustakaan sebuah sekolah dasar yang sering ia kunjungi di desanya. Dengan buku tersebut, William membangun sebuah kincir angin pertamanya tanpa pengetahuan teknis apa-apa. Pembuatan kincir angin memanfaatkan barang-barang yang ia temukan di sekitarnya seperti pipa plastik, sepeda rusak, kipas traktor dan sejumlah kawat. Sedangkan towernya dibangun menggunakan cabang pohon yang disusun sedemikian rupa.
06 January 2011 02:54:01 WIB, under category Sejarah Keren
Ketika mulai pindahan ke rumah kontrakan baru, ternyata di rumah tersebut lampu-lampunya tidak ada. Ada sih, namun hanya beberapa saja. Sedangkan untuk ruang-ruang utama harus membeli lampu neon sendiri. Setelah membeli lampu neon, masalahnya tidak lantas selesai. Karena langit-langit yang cukup tinggi dan tidak ada tangga untuk memasang lampu, maka hal ini jadi kendala tersendiri.
Niat awalnya ingin beli tongkat pemasang lampu/bohlam, tapi harganya di salah satu toko grosir hampir 100 ribuan. Kalau saya tukang listrik yang sering pasang/copot lampu, harganya murah. Tapi karena hanya akan dipakai sekali saja (atau kali lain kalau ganti lampu) maka harganya menjadi mahal. (more…)